|RHTD 45| Terulik Kembali

7.1K 394 142
                                        

Mungkin kemarin kenyataan tak berpihak
Tak bisa digapai untuk mencapai apa yang kita inginkan, tapi bukan berarti tak ada kesempatan untuk mendapatkan.

***

Sahabat Raina terimakasih banyak sudah spam komen di part sebelumnya. Semoga kalian sehat selalu ya. Give me 200 KOMENTAR di part kali ini guys. 🥰 Btw aku nulis di dalam perjalanan karena tahu kalian tembus komen.

KALAU MALAM INI TEMBUS 200 KOMEN AKU UP 1 PART LAGI. JADI TOTALNYA 2 PART UNTUK HARI INI♥️🥰 YUK TEMBUSIN


Udah follow akun ini? Kalau belum follow ya guys.
Untuk yang komen di part sebelumnya terimakasih.

***
Happy Reading!

"Na, Abang harus ke kantor. Ada rapat dadakan. Kamu bisa pulang sama Leo, kan?" Surya tiba-tiba berdiri setelah mengangkat telepon dari seseorang, wajah yang panik dan telepon yang dia genggam membuat Raina mau tak mau menganggukkan kepalanya saja.

"Abang titip Raina, ya?"

"Siap. Leo antar sampe rumah bang," balas Leo tersenyum senang. Mungkin melalui ini, ia bisa mendapatkan Raina dan mengetahui rumahnya.

"Hati-hati bang!"

"Iya, kamu juga, ya."

Setelah kepergian Surya, Raina tentu saja merasa tak nyaman jika harus berdua dengan kakak kelasnya. Ia kemudian ingin berdiri, namun segera di tahan oleh Leo yang tentu saja membuat dirinya duduk kembali. Berulang kali ia menutupi perutnya, tetap saja tatapan itu terarah pada perutnya yang sudah menampakkan tanda tentang kehamilannya.

"Ada yang mau gue tanyakan sama lo. Tapi ini spekulasi gue, sih. Gak tahu beneran apa enggak," ucap Leo tentu saja membuat Raina menutupi perut nya dengan cardigan yang ia kenakan saat ini.

"Apa kak?"

"Boleh kita ngomongin ini di mobil gue aja? Kalau di sini rasanya gak enak. Tempat umum pula," balas Leo membuat Raina mau tak mau mengiyakan saja.

Mereka berjalan menuju mobil Leo yang terparkir indah di depan kedai Bensu. Raina berjalan masuk ke mobil Leo, walau pada dasarnya ia ragu. Ia ragu untuk dekat dengan Leo, terlebih lagi dalam surat perjanjian itu ia tak boleh dekat dengan seorang pria mana pun, selain Dion. Tapi ini diluar kendali dirinya bukan? Leo datang dan kepergian sang Abang membuat ia mau tak mau harus menerima tawaran Leo yang sejujurnya membuat ia tak merasa nyaman.

Beberapa detik setelah mereka hanya duduk terdiam, Leo mulai membuka percakapan. Walau terasa canggung, hari ini ia akan memastikan. Memastikan apa yang selama ini ia samar-samar dengar dari lingkungan sekolah. Semakin melihat Raina, semakin membuat dirinya yakin bahwa Raina tengah mengandung anak. Tapi anak siapa? Yang jelas itu adalah anak manusia.

"Apa benar, na?" tanya Leo ragu.

"Benar soal apa kak?" tanya Raina bingung. Ia bahkan menggegam erat ujung cardigannya karena ia merasa gugup.

"Banyak gosip yang beredar di sekolah setelah lo keluar secara mendadak dengan alasan sakit. Gue gak tahu itu beneran apa enggak, tapi perkataan sahabat lo buat gue seolah terpancing sama gosip itu," ucap Leo membuat Raina menaruh perhatiannya. Sahabat? Siapa? Apakah Saskia? Tapi tidak mungkin perempuan sebaik Saskia akan menyakiti hatinya.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang