|RHTD 62| Terlambat

10.5K 540 460
                                        

Kesempatan hanya diberikan satu kali, ketika kita menyia-nyiakan kesempatan yang ada maka kita akan menerima sebuah penyesalan dalam hidup kita. Waktu terus berputar, kehidupan terus berjalan, kesempatan yang terbuang tidak akan bisa dikembalikan.

(Raina Hujan Telah Datang)

****

jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian. Give me 400 komentar di part kali ini. Maaf baru bisa nulis dan update lagi karena ada beberapa kendala kemarin guys. Kalau sudah tembus bisa tag aku aja guys. 

HAPPY READING!

Langkah kaki Saskia membawanya kembali pada sumber luka Raina. Lorong apartemen yang terlihat sepi ia susuri dengan langkah yang melemas saat ini. Air mata yang terlihat jelas, mata yang memerah dan beberapa sesegukan yang masih ada menandakan kondisi Saskia tak baik-baik saja. Satu harapannya, ia ingin Dion bisa mengunjungi rumah sakit untuk bertemu dengan anak dan Raina yang berjuang melewati ambang kehidupan dan kematian. Kalau saja sang kakak tidak merusaknya, mungkin saat ini mereka akan berjuang masuk kuliah secara bersama-sama. Namun takdir yang menimpa justru sebaliknya, merebut secara paksa sampai tak ada cela bagi Raina untuk memperbaiki segalanya.

Jemari tangan Saskia akan menekan tombol bel apartemen milik sang kakak, namun belum sempat ia menekan nya, dua orang yang baru saja keluar membuat Saskia menatap keduanya. Ia meluruhkan badannya ke lantai kala sang kakak keluar bersama seorang wanita yang ia lihat di acara pertunangan. Wanita yang membuat Raina berakhir seperti sekarang.

"Lo ngapain?" tanya Dion terkejut ketika menemukan sang adik berada di depan apartemennya.

"Dia siapa?" tanya wanita tersebut pada Dion.

Dion tak menjawab. Ia melepaskan pegangan tangan wanita itu dari tangannya ketika suara tangisan Saskia semakin menjadi-jadi. Namun saat akan membantunya, Saskia menyentak tangannya. Namun Dion tak menyerah, ia kembali meraih tangan Saskia untuk bangun. Namun sentakan tangan itu kembali ia terima.

"Kenapa? Lo benci sama gue?" tanya Dion berusaha membuat Saskia untuk berdiri. "Jangan nangis. Jelasin ke gue. Ada apa?"

Saat itu lah amarah Saskia membuncah. Ia menarik kerah baju Dion dan mengguncangkan tubuhnya. Air mata dan teriakan dari Saskia membuat Dion yang menerimanya berusaha untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

"Dia siapa, sih? Aku takut. Tinggalin aja udah," ajak wanita itu berusaha meraih tangan Dion.

"Lo diam," sentak Dion.

"Lo bentak gue? Gue bilangin papa Lo," ujar wanita itu dengan ancaman. Namun Dion tak merespon apa pun atas kata-katanya.

"Lo pria terberengsek yang gue kenal!" teriak Saskia histeris seraya memukuli Dion yang menerimanya tanpa membalas.

Ibu jarinya berusaha untuk menghapus air mata Saskia yang mengalir deras. Hatinya tertegun melihat dan mendengar keadaan Saskia seperti ini saat mengunjungi dirinya. Ia tak pernah melihat Saskia seperti ini sebelumnya. Ia membiarkan Saskia memukul dan memakinya, setelah ia tenang dan mereda ia ingin bertanya.

"Lo kena ----" Mata Dion membulat sempurna, kata-katanya tak bisa ia lanjutkan saat Saskia tak sadarkan diri di hadapannya.

"Sas," panggil Dion panik seraya menepuk-nepuk pipi Saskia yang tak merespon apa-apa.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang