Kita dipertemukan oleh kejadian
Berusaha untuk di satukan, namun pada dasarnya tak benar-benar menyatu jadi satu tujuan.
~Raina Tasya~
Halo teman-teman. Jangan lupa untuk terus follow dan komen ya. Terimakasih. GIVE ME 100 KOMENTAR DI PART INI.
KAMU UDAH FOLLOW? BELUM?
WAH PARAH SIH KALAU BELUM. PADAHAL UDAH BACA LOH. GAS FOLLOW AKUN AUTHOR
YANG SUDAH FOLLOW TERIMAKASIH.
HAPPY READING 💜
🌼🌼🌿
Senja sudah berganti malam, tak ada lagi cerca dan anala yang ia dapatkan ketika berada di kamar. Tak ada satu pun orang yang bisa menghina atau bahkan menggunjing dirinya dengan berita-berita yang tak ia sangka akan menyebar begitu hebatnya. Tempat terbaik bagi dirinya adalah kamar. Tempat dimana dirinya bisa berdiam tanpa siapa pun tahu apa yang sedang ia lakukan. Baik sedih atau pun senang, kamar ini lah saksi dari segala rasa sakit yang pernah ia terjang. Selalu saja, bahkan sampai saat ini orang lain selalu menghina dirinya. Menghina dengan segala macam kata-kata yang justru menurunkan mentalnya. Mentalnya ini sudah kian melemah, tak perlu di jelaskan atau di berikan kata-kata menyakitkan, semua orang juga tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya. Namun perihal tahu apa yang ia rasa, hanya orang yang sama seperti dirinya yang bisa mengerti bagaimana hancurnya sebuah Asa yang tercipta.
Keadaannya ini memang sebuah aib bagi keluarganya. Tapi pernahkah sebagian orang berpikir? Bahwa ia juga tak mau hidupnya hancur tak berarti seperti ini sebagai seorang wanita. Harus menerima kenyataan pahit dan menyakitkan dimana ia harus putus sekolah dan hamil di usia muda. Mau tahu betapa sakitnya? Bahkan untuk menjabarkannya menggunakan sebuah kata tak ada satu pun diksi yang bisa memaparkannya. Yang ia butuhkan saat ini hanyalah support dan bagaimana perilaku orang lain ke dirinya. Itu saja.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Raina sembari menatap gelapnya langit malam.
"Semuanya sudah hancur berantakan. Aku harus gimana? Aku harus menjalani kehidupan yang seperti apa nantinya ketika punya anak?"
Tangan Raina memegang perutnya yang makin hari makin berat dan besar saja. Apakah anak tujuh belas tahun seperti dirinya ini mampu melewati persalinan diambang sebuah kematian? Apakah ia sanggup melewati semuanya?
"Aku gak tahu kamu anak siapa. Aku cuman mau bertahan sampai kamu lahir ke dunia. Aku gak mau menambah dosa lagi," tutur Raina sembari menatap perutnya seraya mengelusnya.
Memang kejadian itu begitu cepat berlalu. Namun satu hal yang ia abadikan sampai saat ini adalah betapa keji nya seorang pria merusak perempuan yang bahkan sudah mati-matian untuk mempertahankan kehormatannya. Sekarang ia tahu, kenapa banyak sekali kasus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia. Bukan karena pakaian yang mereka gunakan, tapi pola pikir pelaku lah yang bermasalah. Merusak kehidupan seorang perempuan yang bahkan tak mengenal lebih jauh dengan mereka.
Pada saat itu ketika acara pensi, pakaian yang ia gunakan begitu sopan. Bahkan ia memakai sebuah Cardigan untuk menutup baju yang ia gunakan. Tapi kenapa takdir seolah ingin memberinya luka? Kehilangan kehormatannya, ditinggalkan oleh cinta pertamanya, hamil di usia muda, bahkan sekarang hidupnya penuh aib dan cerca dari para tetangga. Raina yang berusaha mati-matian menjaga semuanya harus menelan rasa kecewa karena aibnya.
Raina mengambil sesuatu dari laci meja belajarnya. Suatu benda yang berbentuk pipih, namun berhasil membuat air mata Raina jatuh bercucuran tanpa ia sadari. Tangan yang bergetar itu mengelus sebuah foto berisi janin yang ia kandung dalam rahimnya. Janin yang entah siapa ayahnya itu masih ia pertahankan sampai saat ini. Tak peduli dengan segala rasa takutnya nanti, ia berjanji pada dirinya sendiri akan melahirkan calon anaknya ini dengan selamat tanpa kendala apa pun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)
FanficDipatahkan oleh keadaan Dianggap sampah oleh lingkungan sekitar Dijauhkan dari masa depan dan kebahagiaan Kata orang hal yang paling bahagia adalah bisa meraih segala asa. Satu persatu tujuan hidup tercapai, adanya kebahagiaan dan terus berjalan u...
