|RHTD 38| 30 Menit

7.4K 464 139
                                        

Hari ini bahagia akan datang
Rencana indah akan terlaksana kemudian
Dua orang yang saling tersakiti akan bahagia hari ini dan kemudian.

***
BANTU SPAM KOMEN GUYS. GIVE ME 100 / 50 KOMENTAR PLEASE 😭 RAMAIKAN CERITA INI GUYS. TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA. AKU UP KALAU DI PART INI TEMBUS 50/100 DULU YA ♥️

Halo guys, gimana kabar kalian hari ini? Aku harap semuanya baik-baik aja. Untuk yang sekolah atau kuliah semangat ya guys. Jadikan RHTD sebagai hiburan buat kalian 🤩🤗 aku cuman minta vote dan komen ya guys. Makasih.

***
Happy Reading!

Bahagia itu sederhana, bersama orang tersayang dan dicintai itu sudah lebih cukup untuk di rasa. Takdir mempertemukan mereka tak sengaja, kemudian sebuah peristiwa seolah menginginkan mereka untuk bersatu di kemudian nya. Padahal ada beberapa hati dan jiwa yang menentang hubungan mereka untuk bersama. Bagi Dion, sebagai seorang pria ia harus berusaha sekuat mungkin dan membuktikan pada Raina, bahwa ia bisa membuat Raina bahagia dan tertawa. Seperti menjelang sore, mereka masih berada di kawasan pantai Ancol, menikmati semuanya bahkan sempat makan beberapa kali dan mengambil beberapa gambar untuk di kenang bersama. Hari ini hanya ada rasa bahagia yang ingin ia berikan pada Raina, itu sudah cukup baginya.

Mereka duduk bersama di batu karang besar sembari menikmati semilir angin yang menerpa wajah mereka. Birunya pantai, ombak yang terus menghantam karang membuat mereka sangat menikmati waktu bersama tanpa penghalang. Dion berulang kali menatap wajah cantik milik Raina, pipi yang terlibat cabi, perut yang sudah mulai membesar, dan rambut yang panjang membuat ia seolah takut kehilangan. Memandang Raina dari dekat membuat hatinya merasa sedih, karena setelah  ini sudah jelas mereka harus berjuang masing-masing dan saling meninggalkan.

"Di sini ada es kelapa muda gak, sih?" tanya Raina pada Dion yang langsung membuyarkan lamunannya.

"Ada, kenapa? Lo mau?"

"Anakku mau es kelapa. Boleh, kan?" tanya Raina membuat Dion mengelus rambutnya dengan perasaan sayang.

"Anak kita. Iya, boleh. Gue cari dulu, ya. Nanti gue balik lagi ke sini," balas Dion membuat Raina menganggukkan kepalanya.

Dion kemudian beranjak meninggalkan Raina yang masih senantiasa menikmati pemandangan laut yang indah. Ia berjalan ke arah salah satu pedagang buah kelapa, memesan dan menunggunya sampai buah itu siap dihidangkan untuk Raina. Ketika ia ingin kembali dengan membawa satu buah kelapa segar yang ada, ponselnya berbunyi, membuat ia segera mengangkatnya.

"Halo, pa."

"Penerbangan kamu 40 menit lagi. Papa tunggu di Bandara."

"Loh, bukannya besok, pa? Dion ---"

"30 menit atau saat ini juga."

"Pa, gak bisa gitu do ----"

Dion yang mendengar sambungan itu terputus merasa sangat kesal. Kemana ia berada, anak buah papanya selalu saja mengikuti dirinya. Entah itu di sekolah atau pun di tempat lain, keberadaannya selalu saja di awasi oleh mereka. Dion sempat melihat jam yang ada di ponselnya, waktu yang ia punya untuk Raina adalah 30 menit saja. Itu pun di mulai saat ini. Dion yang tak ingin membuang waktu berusaha untuk terlihat baik-baik saja, ia kembali dan menyodorkan kelapa segar itu untuk Raina yang sudah sangat jelas senang atas pemberiannya.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang