Jika ending bahagia tak tercipta,
Lepaskan semua rasa sesal dan asa yang pernah singgah. Tak perlu menuntut agar diberikan bahagia, tak perlu menyesal jika harapan mu tak sesuai realita, sejatinya semesta lebih tahu mana hal yang baik dan buruk bagi manusia. Nikmati proses yang ada tanpa beban dan kecewa.
|Raina Hujan Telah Datang|
🌼🌼🌼
GIVE ME 400 KOMENTAR GUYS.
Sabtu, 15 Maret 2025 hari dimana persidangan kasus Raina terlaksana. Hari dimana semua orang tahu tentang kisah dan deritanya, hari dimana ia harus bertemu dan membuka luka lama dalam batin dan hatinya. Ia berusaha tegar, tak perlu terbawa suasana cukup bicara saat pertanyaan diberikan adalah hal yang ada dalam benaknya. Namun saat pintu terbuka sempurna, ia begitu cemas hingga tak kuasa untuk melangkahkan kakinya.
Tatapan semua orang mengarah padanya. Hakim, jaksa, pengacara, audience, bahkan pria yang tak ingin ia temui ada sedang menatapnya. Jika sidang sebelumnya terkesan biasa saja, kali ini suasana hatinya begitu sakit hingga merebut semua kekuatan fisik yang ada.
"Tidak perlu takut. Ayo melangkah," ucap petugas pengadilan, karena Raina tak melangkahkan kakinya.
Raina berusaha meregulasi dirinya. Ia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia baik-baik saja. Tak perlu ada yang ia takuti saat ini. Ya, setelah berkata demikian Raina melangkahkan kakinya. Ia duduk di sebuah kursi dengan mata yang terus menunduk ke bawah.
"Saudara Raina?" tanya Hakim itu.
"Iya," jawab Raina seraya menatap mata hakim tersebut.
"Silahkan lakukan pemeriksaan," ucap Hakim tersebut mempersilahkan pengacara yang membela Dion untuk bertanya pada Raina.
"Baik, terima kasih Yang Mulia."
Raina menolehkan kepalanya pada pengacara dan psikolog yang hadir sebagai saksi ahli untuk dirinya.
"Saya Risa, pengacara. Jika saya bertanya silahkan jawab sesuai fakta tanpa ada yang dilebih-lebihkan ya," ucap Risa sebagai pengacara membuat Raina menganggukkan kepalanya.
"Apa benar Dion melakukan tindakan kekerasan seksual sebagaimana yang dituduhkan?" tanya Risa memulai pertanyaan. Tatapan Risa begitu tajam membuat Raina berusaha mengalihkan pandangannya.
Raina menganggukkan kepalanya.
"Jika benar kenapa pihak saudara baru melaporkan kejadian ini sekarang? Bahkan setelah saudara Raina melahirkan? Apakah saudara Raina melakukannya atas dasar sama-sama mau?"
Pertanyaan tak terduga membuat keluarga Raina merasa tak terima.
"Yang mulia itu tidak benar! Pertanyaan tersebut menekan Raina," tegur Desi sebagai pengacara membuat Risa tersenyum miring di tempatnya.
"Silahkan duduk kembali," pinta hakim pada pengacara.
Risa melihat jelas Raina tak menjawab apa-apa. Perempuan ini justru terlihat cemas, hal tersebut dibuktikan dengan posisi duduk Raina yang tak tenang, dahi yang berkeringat padahal udara begitu dingin, terlebih lagi genggaman tangannya yang begitu kuat menjadi pertanda bahwa penekanannya berhasil.
"Saya lanjutkan. Saudara Raina? Bisakah anda menatap mata saya?" pinta Risa.
Raina mengangkat kepalanya. Ia menatap kedua bola mata Risa dengan tatapan takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)
FanfictionDipatahkan oleh keadaan Dianggap sampah oleh lingkungan sekitar Dijauhkan dari masa depan dan kebahagiaan Kata orang hal yang paling bahagia adalah bisa meraih segala asa. Satu persatu tujuan hidup tercapai, adanya kebahagiaan dan terus berjalan u...
