Mencoba untuk berpikir positif untuk kebaikan, tapi fakta seolah membuktikan kalau semuanya adalah kebenaran.
***
Halo? Jangan lupa memberikan komen dan vote ya guys. Jangan lupa untuk follow akun ini juga guys.
***
Yang sudah kasih vote dan komen, terima kasih ya guys.
"Kalau sakit mending jangan sekolah dulu, Na. Abang takut kamu pingsan loh, apa lagi mau olahraga. Muka kamu pucet," ujar Surya sembari menjalankan mobilnya.
"Raina baik-baik aja kok, bang."
Hari ini sebenarnya ada hal aneh yang ia rasakan beberapa hari. Ia lebih sering mual, kepalanya terasa pusing dan letih secara bersamaan. Bahkan untuk berangkat ke sekolah pun terasa berat.
"Udah, sampai. Hati-hati, ya," ucap Surya pada adiknya.
"Makasih, bang. Semangat kerjanya. Assalamualaikum!"
"Walaikumsallam!"
Langkah kakinya memasuki halaman sekolah. Baru saja beberapa langkah ia berjalan, ia merasa sempoyongan. Beberapa kali ia bahkan harus berhenti, namun hal tersebut tak membuatnya gentar untuk tetap melangkahkan kaki.
🌴🌴
Saat ini pelajaran olahraga pun telah di mulai. Dengan panas matahari yang begitu terik, udara yang begitu panas, serta pemanasan di mana harus mengelilingi lapangan basket sebanyak lima kali, membuat keringat dingin Raina mengucur begitu deras. Wajah pucat itu semakin menjadi-jadi, bahkan ia seolah tak sanggup untuk melanjutkan aktivitasnya lagi. Ia sempat terhenti ketika teman-temannya sudah mendapatkan empat putaran, sementara dirinya baru dua putaran.
"Ayo Raina! Cepat!" seru Pak Burhan yang tak lain adalah guru olahraga.
"Iya, pak!" sahut Raina kembali berlari dengan gerakan yang sangat pelan.
Namun lagi-lagi ia terhenti. Raina mengadahkan kepala saat pusing menyerang dirinya. Bahkan beberapa kali ia mengerjapkan mata ketika pemandangan sekelilingnya buram dan gelap untuk dipandang mata. Sedetik kemudian ia terjatuh. Ya, saat ini Raina pingsan di lapangan sekolah.
"Raina bangun!" seru Saskia yang menghampiri. Saskia melihat jelas wajah Raina begitu pucat pasi, bahkan badannya terasa dingin saat ini.
"Bantu bawa ke UKS cepat! Selain Anita dan Saskia, yang lain tetap olahraga!" seru Pak Burhan membuat yang lainnya kembali seperti semula, sementara Anita dan Saskia segera membopong tubuh Raina yang ringan ke UKS yang ternyata berada di depan lapangan basket sekolah.
"Tolong Ran! Bantu kita!" seru Saskia pada petugas PMR.
"Taruh di tirai satu aja," seru Rani yang langsung gesit mengambil p3k.
"Lo lebih baik ke lapangan aja, biar gue yang jaga Raina di sini," ucap Saskia membuat Anita mengangguk dan kembali ke lapangan.
"Gimana keadaannya?"
"Teman lo udah makan belum?" tanya Rani pada Saskia yang tak tahu apakah Raina sudah makan atau belum.
"Gue gak tahu, lah. Gue gak tinggal satu rumah sama dia," sahut Saskia bingung.
"Kasih olesan minyak aja, nanti juga bangun," ucap Rani menyodorkan minyak kayu putih pada Saskia yang langsung menganggukkan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)
FanfictionDipatahkan oleh keadaan Dianggap sampah oleh lingkungan sekitar Dijauhkan dari masa depan dan kebahagiaan Kata orang hal yang paling bahagia adalah bisa meraih segala asa. Satu persatu tujuan hidup tercapai, adanya kebahagiaan dan terus berjalan u...
