|RHTD 63| Semesta Bekerja

10.7K 523 391
                                        

Ada kalanya kita melakukan kesalahan, tapi bukan berarti kita terus menerus mendapatkan hinaan. Pada dasarnya manusia itu tempatnya salah, tapi bukan berarti orang lain bisa seenaknya menyalahkan manusia lainnya. Kesempurnaan itu hanya milik semesta dan Tuhan yang menciptakannya, sementara manusia hanya bisa mencela seolah dia satu-satunya manusia paling sempurna di dunia.
(Raina Hujan Telah Datang)

🌼🌼🌼🌼

GIVE ME 400 KOMENTAR GUYS.
HAPPY READING

Kata takdir terima saja masalah, ujian, dan dukanya, lalu biarkan semesta membuktikannya. Terkadang takdir memang tak sesuai dengan apa yang kita minta, namun Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untuk setiap hambanya. Duka, asa, kecewa, adalah bagian hidup dari perjalanan manusia.

Waktu terus berjalan, kehidupan terus berputar, takdir seseorang akan dirubah kemudian. Mungkin hal tersebut lah yang saat ini Raina gapai. Dulu sebelum takdir buruk menimpanya ada banyak hal yang bisa diraihnya, namun setelah semuanya menimpa hanya ada air mata dan kecewa yang selalu menemani hari-hari nya. Mentalnya di rusak, masa depannya direnggut secara paksa, sampai-sampai tak ada lagi titik untuk hidup dalam dirinya. Saat ini mungkin waktunya, waktu dimana semua fitnah dan cerca akan sirna karena sebuah fakta.

"Kamu kenapa nak? Ada masalah ujian sekolahnya?" tanya seorang wanita paruh baya saat sang anak yang baru pulang sekolah memeluk nya secara tiba-tiba.

"Raina udah sadar belum ya, ma?" tanya Saskia yang menghawatirkan kondisi sahabatnya.

Mita yang paham akan situasinya mencoba meredakan kegelisahan sang anak dengan elusan di kepalanya. Ia mengusap lembut rambut milik anak perempuan yang selalu ada dalam hidupnya baik disaat susah atau pun senang. Mungkin jika Saskia tak berpihak padanya ia tak akan bisa hidup di dunia tanpa kehadiran seorang anak.

"Biarkan keluarga Raina meredakan emosinya, ya. Mama yakin akan ada hari dimana mereka mengizinkan kamu untuk menemuinya. Mama juga akan menemuinya."

Saskia mengangkat kepalanya. Ia merasa bingung kenapa sang mama harus bertemu dengan keluarga Raina juga.

"Mama akan meminta maaf karena menjadi seorang ibu yang gagal dalam mendidik putranya. Selama ini hidup mama diliputi oleh rasa bersalah atas kejadian yang menimpa keluarga Raina. Hanya karena didikan dari papanya, putra mama yang penyayang harus berubah menjadi iblis yang merusak masa depan orang."

"Mama merasa gagal," ucap Mita dengan suara yang bergetar.

"Ma," panggil Saskia agar sang mama tidak menyalahkan dirinya sendiri.

"Kalau saja mama menjadi ibu yang kuat, mama pasti mendapatkan Dion kembali. Kalau saja mama tidak cacat, mama pasti sudah menjadi tempat dimana Dion bisa melepaskan amarah dan letih nya. Mama gagal menjadi seorang ibu yang baik buat Dion, nak," tutur Mita lagi.

Saskia menggelengkan kepalanya. "Mama adalah orang tua terbaik bagi Saskia. Dion sudah memilih, ma. Dia memilih papa dibandingkan mama. Bahkan sampai sekarang dia tidak tahu, kan? Kalau mama cacat karena papa."

"Jangan biarkan kakakmu tahu, nak. Sudah cukup beban yang ia tanggung karena ulah papanya sendiri," cegah Mita yang tak ingin anaknya tahu kondisinya saat ini.

Ting .... Tong ... Ting .... Tong

Suara bel rumah yang berbunyi membuat Saskia menatap sang mama. Ia meminta izin untuk membuka pintu dan memotong pembicaraannya. Alangkah terkejutnya saat pintu terbuka ia melihat Dion di hadapannya dengan berbagai luka di wajahnya. Bahkan ia melihat jelas telapak tangannya mengeluarkan darah.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang