|RHTD 12| Menjelang Satu Hari

9.3K 464 25
                                        

Tuhan memang menciptakan otak manusia memang untuk berpikir, tapi terkadang beberapa manusia menjadikan pikiran sebagai beban masalah untuk dirinya sendiri. 

(Raina Hujan Telah Datang)

***

Give Me 100 Komentar untuk up part 13 guys. 1 Komentar dari kalian sangat berarti bagi author ya. Yuk berikan pendapatmu mengenai part kali ini. 

Halo apa kabar? Semoga selalu baik-baik aja ya guys. Sebelumnya terima kasih untuk teman-teman yang sudah memberikan komentar dan vote nya. 

***
Semoga di cerita ini kalian bisa dapat hikmah dan manfaatnya ya. Amin

"Lo harus bahagia, sih!" seru Anita membuat Raina yang baru saja kehilangan first Kiss merasa bingung di tempatnya. Bahagia atas apa? Bahkan kejadian yang baru saja ia alami sangat menganggu untuknya. 

"Lo mau tahu?" tanya Anita lagi

"Apa? Harus bahagia karena apa?" tanya Raina selanjutnya.

"Bukan saol itu. Kali ini beda pembahasan," sanggah Anita. 

"Terus apa?" Raina bertanya-tanya di tempatnya. 

"Gue cuman mau kasih tahu dua hal. Pertama besok pensi sekolah, kedua sementara ini lo bakal latihan sama kak Leo, karena partner olim lo sakit," jelas Anita memberikan informasi pada Raina yang terdiam. 

Pensi? jujur ia menyukai pensi sekolah. Dalam acara tersebut beberapa bakat dari para siswa maupun siswi SMA Nusa Bangsa akan terlihat jelas. Baginya pensi adalah ajang untuk para siswa atau siswi unjuk diri. Sudah seharusnya acara seperti ini dilakukan. 

"Kok lo diem?" tanya Anita. "Kita besok berangkat bareng, ya? Gue jemput lo di rumah."

"Boleh," balas Raina sembari tersenyum tipis di sana.

"Raina!" panggil Saskia dari arah belakang. Remaja perempuan itu terlihat mendekati mereka, dengan napas yang terengah. "Gue punya ----"

"Telat. Gue udah kasih tahu dia. Habis Lo kelamaan, sih," potong Anita membuat Saskia menatap sahabatnya kesal.

"Sebel kalau kaya gini, mah. Padahal gue duluan yang dapat infonya," tutur Saskia dengan ekspresi merajuk, membuat Raina memberikan pelukan singkat. 

"Ya, lo! kelamaan." Anita terlihat membantah di tempatnya. 

"Udah, dong. Kalian tuh sama-sama kasih informasi ke aku kok. Jadi aku terima kasih banget sama kalian," ucap Raina pada kedua sahabatnya. 

"Ke kantin, yuk! Gue lapar," ajak Saskia yang langsung di angguki oleh Raina dan Anita. 

Mereka bertiga saling melempar canda dan tawa. Saling pukul memukul adalah salah satu kebiasaan para perempuan ketika bertukar cerita, mungkin itu pula yang selalu di terapkan oleh Raina dan sahabatnya. Asiknya bercerita hingga memesan makanan bersama-sama membuat mereka tak sadar ada sepasang mata yang mengincar betul salah satu dari mereka. Namun mereka yang asik makan tak menyadari itu semua, apa lagi Raina yang terus saja mendengarkan Anita bercerita. Saskia yang tak terlalu fokus menyadari betul, bahwa ketika ia menoleh, tatapan mata tajam itu mengarah pada sahabatnya. Akhirnya dengan sengaja Saskia duduk di samping Raina, membuat pria itu tak lagi bisa menatap mereka.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang