Pada dasarnya semesta tak benar-benar mengizinkan aku untuk bahagia. Semua asa yang pernah ada dan tercipta kini sudah lenyap begitu saja. Kembali pada titik dimana tak bisa berbuat apa-apa selain bersabar dan menerima semuanya. Menerima berbagai takdir tak terduga yang menghujam diri dengan berbagai luka.
🌼🌼🌼🌼
Terima kasih untuk Sahabat Raina yang sudah meninggalkan komentar dan saling bantu untuk spam komen. Sehat-sehat selalu dan jaga kesehatan selama puasa ya guys. Jangan lupa beri aku 200 komentar di part ini. Terima kasih.
🌼🌼🌼🌼
Anala tak akan pernah sirna begitu saja, terus menggelora bersamaan dengan hati yang terluka. Kata orang, takdir bisa berubah kalau kita ada usaha untuk merubahnya, tapi sudah berbagai usaha Raina lakukan untuk merubah takdir yang ada, tak satu pun kejadian dan masalah bisa ia rubah. Bagi sebagian orang ia adalah cerminan remaja perempuan yang nakal. Nakal dalam artian tidak bisa menjaga dirinya sendiri dan martabat orang tuanya. Padahal apa yang terjadi saat ini diluar kendali dirinya sebagai manusia. Ia memang bisa merancang semua asa yang kala itu tercipta, tapi ia tak pernah tahu bahwa semesta juga menciptakan sebuah takdir yang tak ia sangka-sangka akan menimbulkan banyak masalah.
Sudah berbagai cara ia lakukan untuk menolak takdir dan lenyap dari dunia, tapi kembali lagi takdir tak pernah mengizinkannya. Percobaan bunuh diri yang sudah ia lakukan tiga kali tak benar-benar membuat dirinya mati. Dalam hati ia bertanya pada diri, kenapa? Kenapa ia masih ada di dunia kalau satu pun bahagia tak berpihak padanya. Kenapa takdir memberikan dirinya berbagai masalah jika ia sendiri tak sanggup untuk melewatinya. Masalah seperti ini membuat ia tak sanggup hidup atau melewatinya. Seperti saat ini, rasa yang tak pernah ia sangka-sangka akan datang. Hari dimana Raina yang menjadi kebanggaan keluarga kini mempermalukan kedua orangtuanya. Raina yang menjadi kebanggaan sang bunda, berubah menjadi Raina yang harus dibenci karena kondisinya.
"Bun, Raina boleh ikut ke makam ayah?" Raina bertanya pada sang bunda yang tak memberikan respon apa-apa.
Kemarin adalah hari dimana rasa benci itu semakin bertambah. Ia kira takdir akan memberikan kebahagian dalam hidupnya, namun pertemuan dia dengan Dion kembali membuat masalah baru dalam hidupnya. Desas desus buruk tentangnya, membuat sang bunda enggan berbicara bahkan menghindari keberadaannya.
Raina meraih tangan sang bunda. Ia genggam tangan itu berharap hati sang bunda akan luluh karena ketulusannya. "Bunda, boleh, ya? Raina mau ikut ke makam ayah."
Tanpa ia duga sang bunda menyentak tangannya. Ekspresi tak suka membuat hati Raina berdenyut nyeri. Ia kembali tak dianggap oleh bundanya sendiri.
"Please, bun. Selama ayah meninggal, Raina gak pernah boleh ikut ke sana. Apa doa Raina akan menghalangi ayah, bun? apa orang seperti Raina gak boleh ikut serta mendoakan ayahnya, bun?" tanya Raina berharap pada sang bunda yang bahkan terlihat sibuk.
Irin yang mendengar itu membalikkan badannya. Matanya menatap tajam retina mata Raina. Mata yang berkaca-kaca membuat Raina juga menatapnya.
"Kamu penyebab kematian ayah. Kalau kamu tidak hamil diluar nikah, ayah bisa melihat abang kamu menikah. Kehadiran kamu buat bunda marah."
"Ini takdir, Bun. Raina juga gak mau seperti ini. Bunda tahu, kan? Raina bukan anak yang ingin mempermalukan orang tuanya. Selama ini Raina selalu usaha gimana caranya, Raina bisa bahagiakan kalian dan buat ayah bunda bangga punya Raina. Tapi takdir kasih Raina mimpi yang gak terduga. Raina juga gak mau, Bun," balas Raina dengan mata yang berkaca-kaca.
"Raina juga gak mau ayah meninggal, Bun," lirih Raina dengan tangisannya. "Raina sayang sama ayah. Raina juga gak mau kehilangan ayah."
Irin yang mendengar itu hanya bisa memalingkan wajahnya. Posisi Irin sebagai seorang ibu nyatanya gagal. Ia tak bisa memahami situasi yang terjadi pada anaknya. Tak bisa benar-benar mengerti bahwa ini sepenuhnya bukan kesalahan Raina.
"Kalau kamu sayang sama ayah, kenapa kamu tega menorehkan luka dan rasa sakit itu? Kenapa kamu tega balas kerja keras ayah dengan rasa malu yang bahkan bunda dapatkan saat ini. Kamu bunda lahirkan untuk membuat kami bangga, bukan memberikan rasa malu yang tiada habisnya. Sepanjang hari bunda selalu di tanya, anak kamu kenapa? Hamil tanpa suami? Suaminya kemana? Apa kamu pernah banyangkan rasa sakit bunda dan malunya? Selama ini bunda selalu mencoba untuk memahami dan mengerti kondisi kamu, tapi lagi-lagi kamu buat bunda kecewa," ucap Irin lagi seraya menitikkan air matanya.
Raina tak menjawab. Ia berjalan mendekati sang bunda. Hal yang kemudian Raina lakukan adalah bersimpuh di hadapan sang bunda. Ia meraih kaki sang bunda dan menciumnya berkali-kali. Air mata Raina bahkan tak bisa ia cegah lagi. Ada banyak rasa bersalah yang ia torehkan untuk kedua orang tua bahkan keluarganya. Takdir memang bisa berubah, namun ia sendiri bingung bagaimana ia bisa merubah semua yang sudah hancur dalam hidupnya.
"Maafin Raina, bun," lirih Raina masih dalam posisi bersimpuh di kaki ibunya.
"Maafin ..." Raina tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ia menangis tersedu-sedu di kaki sang bunda yang sedetik kemudian ikut menangis karena perlakuannya.
"Bangun," lirih Irin merasa kasihan, namun rasa kecewanya terlalu dalam.
Raina menggelengkan kepalanya. Ia tetap melakukan hal yang sama dengan air mata yang semakin deras mengalir di pipinya.
"Apa yang harus Raina lakukan? agar bunda bisa memaafkan Raina?" tanya Raina dengan air matanya.
Irin tak menjawab. Wanita paruh baya itu justru menangis dalam diam tanpa menjawab pertanyaan yang berikan oleh sang anak.
"Bunda ayo!" seruan dari bawah membuat Irin berjalan dan meninggalkan Raina.
Raina menolehkan kepalanya. Ia melihat langkah kaki itu semakin jauh saja.
"Bunda Raina mau ikut." Raina menjatuhkan kepalanya ke lantai dengan isakannya.
"Raina mau ikut," lirih Raina menangis sendirian.
# TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GUYS. GIVE ME 200 KOMENTAR DI PART INI YA GUYS. JANGAN LUPA UNTUK VOTE DAN SHARE JUGA YA.
FOLLOW ME:
IG/WP : Shtysetyongrm
Tik tok : Seblakkerupuk56
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA TEMAN-TEMAN. TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)
FanfictionDipatahkan oleh keadaan Dianggap sampah oleh lingkungan sekitar Dijauhkan dari masa depan dan kebahagiaan Kata orang hal yang paling bahagia adalah bisa meraih segala asa. Satu persatu tujuan hidup tercapai, adanya kebahagiaan dan terus berjalan u...
