|RHTD 14| Selama Ini Sia-sia

10.5K 502 85
                                        

Bisa saja yang terlihat bahagia, adalah orang yang paling hancur dan menyimpan banyak luka di dalamnya.

(Raina Tasya)

🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Baca Au Raina Hujan Telah Datang di Akun Tik tok : Seblakkerupuk56

GIVE ME 100 KOMENTAR GUYS, 1 KOMENTAR DARI KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK AKU SEBAGAI AUTHORNYA. 

Halo guys. Aku masih info, cerita ini sedang proses revisi dan up bertahap ya. Semoga kalian sabar menunggu part terbarunya.
Jangan lupa juga untuk FOLLOW, KOMEN, DAN VOTE. Tanpa komen kalian aku gak semangat revisi guys. Semoga berkenan ya memberikan komen 🌼💜

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

HAPPY READING

"Raina lo di mana!"

Teriakan keras terus Saskia lontarkan, berharap Raina akan menjawab panggilannya. Dalam hati yang paling dalam, ia takut Raina kenapa-kenapa. Dengan senter ponsel yang ia pegang, Saskia terus berlari mencari keberadaan Raina yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Ia terus berlari dengan napas yang tersengal-sengal, bahkan lingkungan sekolah yang penuh kegelapan tak membuatnya gentar untuk terus berjuang. Hingga matanya melihat dua siswa yang seolah mencurigakan. Posisi mereka yang seolah menjaga pintu gudang, di bawah cahaya rembulan dan gelap karena malam, ia curiga ada sesuatu yang di sembunyikan.

"Woy!" teriak Saskia dari kejauhan, membuat dua pria yang baru saja berjaga beranjak pergi dan lari dari tempat semula. "Ya, padahal cuman mau tanya Rai ---"

Kata-kata Saskia terhenti. Ia kemudian menatap pintu yang terkunci rapat dengan lampu gudang yang menyala terang saat ini. Ia mendekatkan kupingnya di dahan pintu, mencoba untuk mencari tahu keadaan yang sebenarnya saat ini. Samar-samar dari arah dalam ia mendengar suara seorang pria yang ia kenal. Semakin jelas pria itu meminta maaf, membuat ia segera membuka pintu dengan perasaan yang tak karuan. Benar dugaannya. Saskia hanya bisa terdiam, masuk ke dalam dengan ekspresi terkejut dan tangisan yang tak bisa lagi ia cegah untuk datang.

"Brengsek lo Dion!" teriak Saskia kemudian, sembari mendorong Dion untuk segera turun dari tubuh Raina yang sudah tak berbusana di atas meja. "Lo apain dia? Jawab gue!"

Seketika perasaan Saskia menjadi emosional. Ia menatap Dion marah, seolah membenci tindakan dari pria yang ada di hadapannya. Bahkan tatapan pria itu seolah tak bersalah, dengan gerakan santai Dion masih sempat membernarkan rambut dan merapikan bajunya seolah tak terjadi apa-apa, sementara Raina? Ada bercak darah yang keluar di bibir pahanya, membuat hati Saskia meringis seketika. Bahkan ia  tak mampu untuk berkata-kata. Dengan gerakan cepat memakaikan baju Raina secara asal untuk menutupi tubuhnya yang sudah tak layak lagi untuk di lihat. Mata Raina yang terpejam rapat dengan bekas air mata yang mengalir deras, membuat Saskia berdiri tegak di hadapan Dion yang hanya menatap dirinya datar.

"Lo bisa perkosa gue sekarang juga!" teriak Saskia sembari membuka cardigannya, namun dengan cepat Dion mencegahnya.

"Lo gila?!" sentak Dion marah, karena Saskia rela mempersembahkan apa pun untuk dirinya.

"Lo yang gila! Kenapa lo rusak perempuan sebaik Raina? Apa lo gak pernah mikir? Gimana perasaan kedua orang tuanya setelah tahu, kalau anak mereka jadi korban seks lo? Lo gak ada otak Dion! Lo gak punya hati! Gue benci punya kakak kaya lo!"

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang