Sudah di hancurkan, asa tak bisa di gapai, dibenci oleh semua orang, di anggap hina, adalah awal kehidupan ku yang sekarang.
***
GUYS DI PART KALI INI MOHON BANTUANNYA UNTUK SPAM KOMEN SAMPE 100 😭
Halo, guys? Gimana kabar kalian? Semoga selalu sehat, ya. Maaf banget aku baru bisa up🤗
***
EH, KAMU UDAH FOLLOW AKUN INI?
BELUM?
WAH PARAH BANGET. YUK GAS FOLLOW
HAPPY READING 🌼💜
Hari ini semua asa telah berhenti dititik terakhir dari sebuah anala yang menyapa. Hanya bisa menerima, walau sulit untuk dilakukan. Hanya bisa terdiam sembari mengumbar senyuman. Dipaksa untuk terlihat baik-baik saja adalah hal terpahit dalam kehidupan seseorang. Terluka tapi tidak boleh menunjukkannya, kehilangan motivasi hidup tapi tidak bisa bercerita, dan mengalami hal sulit yang hanya bisa di rasakan oleh diri sendiri adalah hal yang paling menyakitkan di dunia. Kali ini tak akan ada lagi kesibukan ia untuk belajar, tak akan ada lagi tugas dan canda tawa yang ia dengar. Tepat hari ini, kehidupan Raina yang baru akan dimulai. Kehidupan di mana ia akan hidup mandiri dan membesarkan calon anaknya nanti. Merelakan semua asa, cita-cita, bahkan mimpinya karena telah hamil di luar pernikahan yang sah.
Suara tepukan tangan menyeruak di penjuru ruangan kelasnya, suara tepukan dari teman-temannya yang memberikan penghargaan atas pencapaiannya. Padahal yang ia rasa saat ini hanyalah kesedihan, kepedihan yang bahkan tak akan pernah bisa ia lupakan. Raina terlihat mengambil rapotnya. Ia bahkan mendapatkan ranking 1 sebagai murid paling berprestasi di sekolahnya.
"Selamat Raina! Love you!" teriak Anita yang merasa senang atas pencapaian sahabat tercinta.
Saskia yang melihat perubahan wajah Raina merasa kasihan. Anita yang tak tahu terus menyemangati, sementara Raina yang terluka hanya bisa menatap teman-temannya dengan tatapan sendu dan tak mau berpisah.
"Selamat Raina. Mungkin kamu bisa sampaikan kepada teman-teman kamu di sini," ucap Renita yang tak lain adalah wali kelas Raina.
Raina pun mengangguk. Ia dengan senyuman indahnya mencoba untuk pasrah, menerima, dan ikhlas menjalankan semuanya. Namun di satu sisi ada hal yang tak bisa ia ungkapkan dalam rasanya. Rasa yang terlalu dalam dan cinta untuk teman-temannya membuat Raina yang belum berbicara meneteskan air matanya. Teman-teman Raina pun menatapnya dengan penuh tanda tanya, ruang kelas yang awalnya di selimuti rasa bahagia berubah menjadi sendu karena Raina yang meneteskan air mata.
"Kok jadi sedih, sih? Kenapa beb?" tanya Anita yang merasakan bahwa ada pesan yang mau Raina sampaikan pada mereka semua.
"Iya, Raina jangan nangis dong."
"Iya, kalau nangis yang ada pada ikut sedih, nih. Harus happy dong!"
"Betul, nanti kalau sedih, cantiknya hilang, loh!"
Begitulah kira-kira tanggapan teman-teman Raina yang seolah tak suka melihat wanita sebaik Raina harus meneteskan air matanya. Selama ini Raina di kenal sebagai teman yang selalu ada. Membantu saat teman-temannya susah, baik, tidak suka berbicara yang aneh-aneh dan apa adanya. Sikap rendah hatinya dan tolong menolong itu membuat teman-teman sekelasnya tak akan pernah bisa membenci Raina.
"Ayo sampaikan, nak," ucap Renita yang tak mau lagi melihat kesedihan itu terpancar dari sana.
"Iya, Bu." Raina kemudian menarik napasnya, kemudian menghembuskan nya secara perlahan-lahan di sana. "Teman-teman, makasih, ya. Makasih selama ini udah dukung Raina. Makasih karena selalu ada buat Raina dan baik sama Raina. Maaf, kalau selama ini Raina punya salah sama kalian. Hari ini adalah hari terakhir Raina sekolah. Raina akan berhenti sekolah dengan alasan kesehatan Raina. Makasih, ya, berkat teman-teman Raina pernah merasakan bahagia walau pada akhirnya tetap merasakan luka."
KAMU SEDANG MEMBACA
Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)
FanficDipatahkan oleh keadaan Dianggap sampah oleh lingkungan sekitar Dijauhkan dari masa depan dan kebahagiaan Kata orang hal yang paling bahagia adalah bisa meraih segala asa. Satu persatu tujuan hidup tercapai, adanya kebahagiaan dan terus berjalan u...
