|RHTD 55| Dari Hati Ke Hati

6.2K 344 246
                                        

Yang mampu memahami dirimu dengan baik adalah dirimu sendiri. Orang lain hanya bisa berbicara tanpa tahu sebuah fakta, tapi orang terdekat kamu akan memahami ketika kamu dan dia benar-benar dekat dan saling mengerti.
🌼🌼🌼

Happy Reading
Jangan lupa untuk berikan komen dan vote. HALO MAAF BARU BISA UPDATE GUYS. AKU GAK TAHU KALAU UDAH TEMBUS KARENA KETIDURAN. GIVE ME 200 KOMENTAR UNTUK PART INI. KALAU TEMBUS AKU UP PART 1 LAGI.

BULAN PUASA MAU UP KAPAN GUYS? JAM BERAPA BIAR GAK MERUSAK IBADAH KALIAN. KOMEN DI BAWAH YA 👇🥰

🌼🌼🌼

Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 19.00 malam. Mereka yang dikirimkan makanan tak langsung memakannya, Saskia yang sibuk dengan tugas makalahnya tentu memilih tugasnya terlebih dahulu untuk dikerjakan. Yap, saat ini ia sebagai sahabat yang baik berusaha untuk memahami, mengerti dan melihat bagaimana seriusnya Saskia mengerjakan tugas yang ada di laptopnya saat ini. Mungkin ketika ia masih sekolah, ia akan mengerjakannya bersama-sama, tapi karena ia tak bisa melanjutkan pendidikan di kelas 3 otomatis ia tertinggal satu tahun dan Saskia adalah kakak kelasnya nanti. Ibaratnya, Saskia kuliah, ia masih menempuh pendidikan di kelas 3 karena berhenti satu tahun.

"Coba aja lo masih sekolah, pasti gue gak pusing-pusing banget nih, sekarang," tutur Saskia sembari memegang kepalanya yang sangat pusing.

"Emang susah apa?" tanya Raina sembari mendekati Saskia yang duduk di bawah.

"Gak terlalu, tapi hal yang paling menyebalkan di dunia adalah ketika lo di kasih tugas bikin makalah," balas Saskia membuat Raina hanya bisa tertawa saja.

"Ya, udah kerjain aja. Namanya juga sekolah. Harus ada perjuangannya dong," sahut Raina memberikan semangat pada sahabatnya.

"Gue udah berjuang banget, biar gak gagal. Gue takut gagal dan mengecewakan mama nantinya," ucap Saskia yang kali ini ingin menempuh pendidikan akhirnya secara nyata dan penuh semangat agar mamanya bangga.

Raina yang mendengar itu hanya bisa tersenyum.

"Kamu takut gagal, lah aku udah gagal duluan," jawab Raina membuat Saskia seketika menolehkan kepalanya.

Melihat bagaimana ekspresi sedih itu mulai timbul dari wajah sahabatnya membuat Saskia segera berdiri. Jujur ia tak suka melihat ekspresi itu timbul saat ini. "Dah, lah! Gue lapar. Ayo makan!"

"Lah, tapi tugas kamu?"

"Nanti malam gue lembur. Yang penting perut gue ke isi dulu," balas Saskia sembari melangkahkan kakinya untuk keluar kamar meninggalkan Raina yang terdiam sendirian.

Tak beberapa lama, Saskia kembali hadir dengan sebuah nampan berisi piring dan minuman bersoda. Menaruh nampan itu tepat di meja kamar milik Raina. Secara cepat juga Saskia membuka ayam geprek yang sudah dibelikan oleh Leo mantan kakak kelasnya dulu. Entah kenapa, pria itu begitu perhatian pada sahabatnya. Padahal Raina juga tidak memintanya untuk berada dekat di sampingnya, apa lagi memberikan perhatian seperti ini.

"Leo tahu loh, kalau lo gak boleh makan pedes," ucap Saskia melihat bagaimana pria itu peka terhadap makanan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh Raina dengan kondisinya.

"Iya, entah kenapa kak Leo sekarang jadi baik banget sama aku," balas Raina sembari melahap ayam geprek itu.

"Gue rasa dia suka sama lo," sahut Saskia asal membuat Raina tertawa nyerah.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang