Bagaimana jadinya jika seorang pemuda ceria, baik hati, ramah dan sedikit sengklek berpindah tubuh ke dalam tubuh seseorang yang bisa disebut antagonis?
Ciel, pemuda itu mengalaminya. Awal nya ia tidak percaya jika transmigrasi itu ada. Namun naas...
Huwaa gak nyangka banget dalam waktu dua bulanan bisa sebanyak ini😭padahal awalnya juga cuma iseng bikin cerita kaya gini karena saya tuh punya cita cita pengen transmigrasi jadi antagonis atau jadi figuran tapi gak mungkin terjadi kan alias mustahil makanya bikin cerita kaya giniಠ ͜ʖ ಠmana kepikirannya pas lagi ngelamun di kamar mandi lagi(╥﹏╥) Untuk kalian yang sudah mengsupport book ini dari awal lope u❤️❤️untuk kalian yang sudah stay❤️❤️❤️ makasih juga untuk semua Komentar kalian yang membuat saya terhiburಡ ͜ ʖ ಡ jadi makin semangat buat bikin kalian emosi lagi:> doain juga semoga one day book ini bisa terbit(◠‿・)-☆ mimpi aja dulu terwujud atau engga nya
Oh iya minta doanya juga saya besok pembagian rapot mana harus sama ortu lagi udah kaya bocah TK(╥﹏╥)deg degan takut nilainya bikin shock berat
love to you all(◍•ᴗ•◍)❤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Typo bertebaran ⚠️
"Untukmu yang berpura pura paling tersakiti, bersiaplah untuk merasakan rasa sakit yang sesungguhnya"
Sekolah kembali dihebohkan dengan Rachel yang kembali dibully oleh Aryuga. Bahkan keadaan Rachel tampak lebih parah dari sebelum-sebelumnya.
"Ryu lo dipanggil pak Yoga di suruh ke ruang BK" Seru salah satu teman sekelasnya.
Ryu mengangguk, meski berita ini menyebar ke seluruh penjuru sekolah. Tapi sebagian siswa tidak membicarakannya, lebih tepatnya tidak mengata-ngatai Ryu lagi termasuk teman sekelasnya.
Entahlah, tapi Ryu rasa mereka tidak percaya dengan berita yang sekarang lagi buming-buming nya disini
"Gue ikut" Ujar Nathan dan langsung menyamakan langkahnya dengan Aryuga
Sementara itu, Shion sedang sibuk berkutat dengan handphonenya. Pemuda itu menekan salah satu nomor di sana.
"Hallo" Sapa orang yang di telepon oleh Shion
"Ada apa? tumben kamu menghubungi o-"
"Tidak usah banyak basa basi. Aku hanya ingin kau memberitahu pak Yoga untuk nggak terlalu menghukum Aryuga dengan berlebihan" Sela Shion cepat
"Ck, kamu ini nggak ada sopan-sopannya sekali pada om mu. Ganteng doang jadi pahlawan harus minta bantuan orang" Sindir paman Shion membuat Shion ingin sekali menjahit mulut pamannya itu.
"Aku sedang serius" Sahutnya dingin.
"Hah, kau ini nggak bisa diajak bercanda. Baiklah, akan om kat-"