23. Rencana Liburan

12.2K 763 0
                                        

"Mau kan?" Ayyara menggenggam tangan Rangga penuh harap.

"Kenapa harus banyak orang?"

"Soalnya! Itu... Buat seru-seruan aja! Tenang Rangga! Ada gue!" Ayyara menepuk dirinya sendiri.

Entah kenapa dia sangat ingin pergi ke pantai bersama semua orang. Mungkin karena dia ingin menghabiskan waktu bersama mereka. Atau karena dia ingin membuat kenangan bersama orang-orang disekitarnya. Mama dan papanya tidak pernah pulang. Jadi lebih baik yang ada saja! Yang paling utama adalah Bibi Lisa Blackcard yang selalu ada untuknya.

"Hah... Okey!"

"Sayang Rangga! Besok ke rumah gue! Jangan telat!" Ayyara memeluk Rangga.

"I-ya!" Rangga menggaruk dagunya.

"Besok! Bisa nggak bawa kamera? Lo punya? Kayaknya punya sih ya. Soalnya foto-foto di insta lo estetik parah!"

"Lo stalking gue!"

"Iya dong! Gue follow lo, tapi lo belum follback. Ayyara Ruslam! Itu nama insta gue!"

"Gue follback nanti!"

"Harus dong! Rangga!"

"Apa?"

"Boleh follow temen gue nggak?"

"Siapa? Kenzie?"

Ayyara menggelengkan kepalanya, dia tersenyum pada Rangga dan menulis sesuatu di tangan laki-laki didepannya. Mungkin Rangga harus tahu tentang dirinya yang asli. Ayyara menulis nama Sekar. Hanya itu.

"Lo nulis apa?"

"Tebak! Itu nama temen gue!"

"Se...  Bar?"

"Hah... Payah! Rangga payah! Huuuuuu..." Ejek Ayyara.

"Emang lo punya teman?"

"Punya! Dia cantik! Baik! Sayang sama ibunya! Suka basket! Suka Seafood! Suka main layangan di depan rumah. Suka belanja sama teman-temannya walau dia orang nggak punya. Tapi sekarang dia bakalan jadi orang pelit sedunia. Rangga! Suatu saat nanti. Boleh nggak, dia jadi temen lo?" Ayyara menatap mata Rangga penuh harap.

Dia sangat ingin menjadi teman Rangga. Sangat ingin! Tapi apakah mereka akan bertemu? Apakah dirinya akan kembali ke tubuh asalnya? Ayyara tidak tahu.

"Kalau dia temen lo. Itu artinya dia juga temen gue! Gue bakalan temenan sama dia!" Rangga menepuk kepala Ayyara pelan.

"Janji?"

"Hmm!" Rangga menautkan jarinya pada jari kelingking Ayyara.

"Awas ya kalau lo nggak temenan sama dia! Gue bakalan hantuin lo!"

💝💝💝

Kenzie mengangguk singkat.

"Lo bawa gitar ya!" Pinta Ayyara.

"Kenapa? Lo mau gue nyanyi buat lo lagi? Atau jangan-jangan lo udah jatuh cinta lagi sama gue, Ay!"

Kenzie tersenyum penuh arti, tidak mungkin Ayyara meminta datang membawa gitar jika tidak ingin mendengarnya bernyanyi lagi. Ayyara tersenyum kecil, jatuh cinta pada Kenzie? Dia akui dia sempat jatuh cinta pada suara Kenzie tapi hanya suaranya tidak lebih.

"Hmm... Lo satu langkah lebih maju!"

"Kurang berapa langkah lagi?"

"Mungkin seribu! Hahaha... Apa sih yang lo suka dari gue? Nggak usah ngejar gue, Ken. Gue nggak yakin lo bakal jatuh cinta sama gue kalau wajah gue jelek nggak kayak gini. Iyakan?" Ayyara tersenyum kecil.

Masuk Ke Dalam Novel ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang