12. Ada Apa?

15.9K 1K 8
                                        

"Aya? Lo nggak apa-apa?" Tanya Kenzie melihat Ayyara yang tengah berbaring.

"Nggak! Paling gue tadi kecapekan terus mimisan! Maaf ya, Ken. Baju lo jadi banyak darah gue! Lo kasih ke gue aja ya, biar gue cuci!" Pinta Ayyara tidak enak hati.

"Gue bisa bersihin sendiri. Lo benar-benar nggak apa-apa?" Tanya Kenzie khawatir.

Ayyara menganggukkan kepalanya, dia baik-baik saja!

Sangat baik-baik saja! Mungkin dia terlalu banyak membuat tubuh Ayyara bekerja keras. Jadi lebih baik dia beristirahat dan tidak melakukan tindakan menguras tenaga lagi!

Dia juga lelah terus mimisan!

Bukan hanya di sekolah tapi beberapa kali dia juga mimisan di rumah. Bibi Lisa yang akan membantunya untuk membersihkan kekacauan yang ada sebelum orang lain tahu keadaan sebenarnya.

Ayyara jadi ingin tahu keadaan tubuh Ayyara sebenarnya. Tidak mungkin dia merasa baik jika selama ini dia terus mimisan. Bahkan ini belum seminggu dia berada dalam tubuh Ayyara!

"Ayyara!" Rangga masuk dan memeriksa keadaan Ayyara.

"Rangga? Ice tea gue mana?"

"Lo masih mau minum ice tea saat lo sakit lagi? Hah... Ini salah gue! Harusnya gue nggak ajak lo main basket! Maafin gue, Ay!" Rangga menjadi merasa bersalah lagi.

"Gue baik! Nggak usah minta maaf, gue udah biasa kayak gini! Emang gue mudah kecapekan aja! Tenang aja, Rangga! Gue nggak apa-apa!" Ayyara tersenyum dan menyentuh tangan Rangga menenangkannya.

Walau dalam hati Ayyara mempertanyakan keadaan sendiri. Apakah dia mengalami sebuah penyakit serius?

💝💝💝

"Bi! Aku boleh tanya?" Tanya Ayyara melihat Bibi Lisa menyiapkan makanan.

Ayyara harus tahu sesuatu!

"Tanya apa non?"

"Kok aku gampang mimisan ya bi?"

Bibi Lisa menghentikan tangannya yang sedang memasak. Dia tersenyum dan melihat Ayyara yang sedang menunggu jawabannya.

"Mungkin non Aya kecapekan aja! Akhir-akhir ini Non Aya ngapain aja?" Tanya Bibi Lisa ingin tahu.

"Hmm... Main basket terus karaokean! Apa itu ya?"

"Non jangan main basket lagi! Pasti Non Ayyara kecapekan itu! Non Aya harus banyak istirahat apalagi Non Aya baru jatuh dari tangga!"

Ayyara menganggukkan kepalanya. Jadi dia harus berhenti bermain basket untuk kesehatan tubuhnya sendiri! Dia juga harus meminta banyak sayuran dari Bibi Lisa. Dia harus memakan banyak sayuran dan buah-buahan! Ayyara tersenyum dan kembali ke kamarnya.

Lebih baik dia menonton video di handphonenya!

Bibi Lisa menghembuskan napasnya dan menutup matanya rapat-rapat.

"Maaf Non Ayyara!"

💝💝💝

"Baby, I Love You, Love you so much!"

"Baby! I Love You, Love you so much!"

Ayyara menari-nari dan melompat-lompat menuju dapur untuk mengambil makanan sehat! Dia harus banyak makan sayuran dan buah. Berolahraga ringan agar tubuh Ayyara kembali sehat dan bugar! Ayyara harus merubah tubuh Ayyara asli menjadi sehat!

"Bibi Lisa Blackcard! Aku mau makan banyak buah!" Teriak Ayyara keras.

"Bi, buahnya ma... Zidan?" Ayyara melihat Zidan yang sedang mengambil makanan.

"Ayyara?"

"Oh, Bibi Lisa Blackcard mana?" Tanya Ayyara ingin tahu.

"Bi Lisa pergi! Lo mau apa?" Tanya Zidan.

"Makan buah! Pergi kemana? Lo kesini sama teman-teman lo ya? Tapi di depan nggak ada tuh! Apa kalian di kamarnya Kak Dirga? Lagi ngapain? Main game? Lo ngapain kesini?" Tanya Ayyara bertubi-tubi.

Dia melihat Zidan yang mengambil buah dan mengupasnya. Ayyara mendekat dan memperhatikan bagaimana Zidan melakukannya dengan hati-hati.

"Zidan! Lo sama Jihan udah kenal lama?" Tanya Ayyara ingin tahu.

"Kenapa?"

"Tanya aja! Gue pengen tahu soalnya kayaknya gimana pun gue kejar lo, lo nggak suka sama gue! Jadi gue mau tahu alasannya! Kenapa lo nggak suka sama gue? Kalau gue tahu, gue nggak penasaran lagi!"

"Sejak kecil gue kenal sama Jihan! Lo tahu itu juga! Untuk alasan kenapa gue nolak lo, lo juga tahu soal itu!"

"Karena gue jahat sama Jihan ya?" Tebak Ayyara menganggukkan kepalanya.

Mungkin karena itu dirinya dibenci Zidan. Tapi sekarang tidak lagi! Dia tidak memiliki urusan apapun dengan Zidan!

"Iya!" Zidan berbalik dan mengambil buah lainnya.

"Maaf ya! Gue nggak tahu kalau gue nyakitin Jihan! Kayaknya dulu gue cemburu tapi tenang aja! Gue nggak suka lagi kok sama lo. Gue sukanya sama orang lain! Dia baik, perhatian,  pokoknya gue udah ketemu calon pacar gue! Baik-baik sama Jihan, terus yang tadi. Gue nggak sengaja nabrak Jihan soalnya gue buru-buru pergi. Hehehe..." Ayyara menggaruk kepalanya.

Zidan menunduk dan mengepalkan tangannya kesal. Entah kenapa dia sangat kesal!

"Oh... Iya! Jangan bilang-bilang sama Kak Dirga ya kalau gue mimisan. Soalnya mama papa pasti tanya ini itu. Gue nggak mau. Apalagi kalau Kak Cakra tahu! Bisa habis nyawa gue buat masalah di sekolah. Nanti gue kasih permen kalau lo tutup mulut!"

"Non Aya! Ada paket!" Teriak Bibi Lisa dari luar.

Paket?

Ayyara berlari cepat membuka pintu. Ini yang dia tunggu-tunggu! Album KPop! Ayyara tersenyum dan membukanya cepat. Dia harus berterima kasih kepada Kenzie yang memesankan semua ini!

"Bi, ayo bawa ke kamar! Aku mau taruh barang-barang ini. Ada posternya calon pacar aku!" Ayyara mengambil satu poster besar milik idol kesukaannya.

Heesung Oppa!

"Arghttt... Oppa!" Ayyara memeluk poster dan berputar-putar kegirangan.

Dia tidak butuh laki-laki lain! Jika ada Heesung Oppa semuanya akan aman terkendali!

"Kenapa berisik banget sih?" Teriak Dirga menghampiri Ayyara yang masih memeluk poster.

"Kak, lihat calon pacar gue! Ganteng kan. Lebih ganteng dari lo! Arghttt..." Ayyara menunjukan poster pada Dirga dan teman-temannya yang baru datang.

"Apaan tuh?" Tanya Gala.

"Heesung Oppa! Kakak semua, bantuin gue ya! Tolong bawain barang-barang ini ke kamar gue! Ya!" Ayyara melihat mereka berlima yang memandanginya heran.

Sejak kapan Ayyara penyuka KPop?

"Kita panggil ustadz aja, yuk!" Ajak Adam.

"Iya! Panggil aja!" Gala menganggukkan kepalanya.

Mereka yakin Ayyara benar-benar kesurupan!

"Cepat! Gue mau pasang Heesung Oppa di kamar! Kakak!" Teriak Ayyara kencang.

"Iya-iya!" Dirga menjambak rambutnya dan membawa banyak barang milik Ayyara.

"Hah... Masa kalah sama orang Korea?" Gala mengambil barang dan mengikuti mereka pergi.

Zidan dan Adam juga membantu.

Ettan menahan senyuman dan melihat apa yang dibeli Ayyara. Apakah dia juga harus membelinya untuk anak itu? Yah, dia harus membelinya!

💝💝💝

Salam ThunderCalp!🤗

Jangan lupa like, komen, dan share!

See you...

Masuk Ke Dalam Novel ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang