"Wahhh... Ini sih bukan sekolah lagi tapi istana. Kamu yakin sekolah disini? Ini sekolah orang-orang kaya. Uang jajan kamu cukup?"
Ibu Sekar menjadi khawatir pada anak perempuan yang anak biasa saja. Harusnya dia tidak langsung setuju saat Sekar akan dipindahkan. Tapi melihat berbagai macam barang baru dari seseorang yang memberi beasiswa membuat dirinya senang tanpa tahu bahwa sekolah Sekar lebih besar dari sekolah biasa. Pantas saja di dalam ada lift!
"Jauh kan?" Tanya Sekar.
"Jauh! Kamu yakin nggak mau pakai sepeda?" Tanya Ibu Sekar.
"Nggak deh! Nanti kaki aku berotot!"
"Ini buat jajan!" Ibu Sekar memberi anaknya lebih banyak uang.
Dia jadi khawatir tentang Sekar berada di dalam sana. Apakah anaknya tidak di bully? Sekar hanya anak dari penjual ikan di pasar berbeda dari mereka yang berada. Ibu Sekar mengusap lembut rambut anaknya.
"Maafin ibu ya! Ibu belum bisa bahagiain kamu!"
"Ibu nggak usah galau! Anakmu ini bakal jadi orang sukses! Ibu simpan aja uangnya! Aku punya uang kok dari begal! Hehehe..." Sekar mengembalikan uang ibunya.
"Begal? Siapa yang kamu begal?"
"Anak orang kaya! Hehe... Sekar masuk dulu ya, Bu! Doain Sekar bisa lulus dari sini. Katanya bisa dapat universitas bagus kalau bisa lulus! Sekar jadi semangat! Ibu hati-hati di jalan! Dahhh..." Sekar mencium tangan ibunya dan berjalan masuk ke dalam sekolahnya.
Dia harus mendapatkan nilai bagus dan beasiswa masuk universitas. Kalau bisa negeri saja.
"Semangat! Sekar! Lo harus banggain ibu dulu!"
💝💝💝
"Buat lo dari Abi! Katanya ucapan selamat buat lo yang keterima di SHS!" Adam memberikan bingkisan besar pada Sekar.
"Hah! Apa nih? Skincare Overlay? Om Gibran mau gue glow up atau gimana ya? Makasih ya! Tolong bilangin makasih sama Om Gibran! Ini pasti Tante Fatimah sama Annisa yang pilih! Tahu aja merek mahal! Gue nggak sabar jadi cantik!" Sekar tersenyum senang.
Dia memeluk bingkisan dari Adam dengan begitu bahagia. Akhirnya dia akan merasakan skincare mahal! Uang di celengannya bisa dia gunakan untuk kebutuhan lain! Sekar masih memeluk pemberian Adam membuat seseorang diantara mereka tersenyum lebar. Jadi itu yang Sekar sukai!
"Lo kan udah cantik, Kar!" Puji Gala.
"Nggak usah modus! Nggak mempan! Gue sadar diri, sadar posisi, sadar tempat!"
"Emang cantik kok!" Ettan tersenyum melihat Sekar.
"Nggak mempan!" Sekar menggelengkan kepalanya.
Mereka hanya ingin membuat dirinya percaya diri saja. Sekar sangat tahu akan hal itu!
"Cantik!" Bisik suara membuat Sekar merinding.
"Kenzie! Lihat ini! Om Gibran kasih gue skincare Overlay! Banyak banget! Nanti gue mau pakai deh! Gue mau jadi bidadari!" Sekar merentangkan satu tangannya dan bergerak seperti sayap.
"Overlay? Om kamu pasti baik!" Kenzie melirik Dirga yang sedang menatapnya.
"Iya! Om Gibran tuh om gue paling baik! Nanti gue telpon terus bilang makasih sama dia!"
"Nggak usah!" Teriak Adam kencang.
Semua orang melihat Adam yang begitu panik. Adam menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Sekar tidak boleh menelepon Abinya. Karena bukan Abinya yang memberi hadiah itu untuk Sekar. Jika Sekar tahu hadiah itu dari Dirga. Sudah dipastikan Sekar akan menolaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masuk Ke Dalam Novel ( END )
Teen FictionBagaimana jika harapanmu menjadi kenyataan? Itulah yang dirasakan Sekar, dia harus menelan pil pahit saat terbangun dari tidurnya. Bukan lagi kamar sempitnya tapi sebuah tempat yang begitu luas serta orang-orang asing baginya. Tapi dimana dia sekara...
