"Ini acara apa sih?" Tanya Sekar melihat banyaknya orang yang datang.
Kenzie memeluk pinggang Sekar untuk berjalan bersamanya. Dia tidak akan membiarkan Sekar sendirian malam ini. Ada banyak orang yang datang dan mungkin beberapa orang yang dia kenal akan muncul. Mereka pasti juga akan mengincar Sekar. Sekar terkagum-kagum dengan banyaknya manusia yang punya aura kekayaan dari dalam diri mereka. Ini yang namanya kaya raya! Sekar melihat banyaknya makanan disana. Kapan mereka akan makan? Kapan dimulainya acara ini?
"Ken! Kita ngapain sih? Katanya Gala Dinner! Tapi nggak ada meja! Kita berdiri aja maksudnya?"
"Ini baru di luar!"
Lalu di dalam bagaimana? Sekar menahan untuk tidak mengeluh. Acara orang kaya itu melelahkan!
"Kenzie! Lo datang juga!" Sapa seseorang.
"Hmm!" Kenzie kian mengeratkan pelukannya pada pinggang Sekar.
"Lo datang sama cewek?" Orang itu melihat Sekar dari atas ke bawah.
"Jaga mata lo!" Ucap Kenzie begitu dingin.
"Hahaha... Apa ini pacar baru lo? Cantik juga! Siapa nama lo! Gue Daniel!" Daniel mengulurkan tangannya pada Sekar.
"Sekar!" Sekar menjabat tangan Daniel.
Tapi ada yang aneh, Daniel melakukan sesuatu pada tangannya sampai Sekar ingin cepat-cepat lepas. Sayangnya Daniel menahan tangannya begitu lama.
"Mas Daniel anak mana sih? Anak SHS juga bukan?" Tanya Sekar menarik tangannya.
Sepertinya dia pernah melihat wajah Daniel di SHS. Tidak salah lagi!
"Pfttt... Oh... Lo Sekar yang itu? Anak penjual ikan? Kenapa kesini? Tipe lo jadi turun drastis! Tapi gue tahu kenapa lo bawa cewek ini!" Daniel menelisik penampilan Sekar dan tersenyum.
"Lo masih sama aja!" Kenzie tersenyum dan menatap tajam Daniel.
"Hahaha... Dibayar berapa sama Kenzie? Udah ngapain aja sampai lo mau di bawa ke acara ini? Hmm?"
"Banyak mas! Mas mau tahu! Kemarin tuh saya di beri album KPop! Mas tahu Blackcard atau WhatHappened? Itu kesukaan saya mas! Saya dapat PC dari mbak mawar dari Kenzie! Mahal! Pokoknya mah, mobil lewat! PC mahal banget! Mas tahu nggak lagu mereka? Yang ini, hemm... Stupid! You like me, but no! You are stupid! Yehhhh... Savage! Gitu! Mas tahu nggak? Lagunya bagus banget lho! Kenzie mah baik banget sama saya! Kita udah pernah nonton, karaoke, makan, apalagi ya? Banyak banget deh! Ihhh... Harusnya Mas Daniel itu deh cari pasangan sana! Soalnya saya sama Kenzie habis ini mau makan malam sama-sama! Berdua aja! Iyakan, sayang? Jomblo mana paham!" Sekar memeluk lengan Kenzie.
Daniel menggeram marah, dia merasa tidak diejek tapi rasanya dia sangat marah!
Kenzie menutup mulutnya menahan tawa. Justru Sekar sedang mengompori Daniel!
"Jalan-jalan! Habisin waktu sama-sama! Kayak di film-film romantis! Yuk, sayang! Kita cari tempat kita! Saya emang dibayarin sama Kenzie jadi saya sadar diri aja! Beda sama orang yang suka nggak sadar diri! Permisi ya, mas!" Sekar menarik Kenzie pergi.
"Hahaha..." Kenzie tertawa terbahak-bahak sampai orang-orang melihat mereka.
"Anak siapa sih? Belagu amat! Baru juga anak orang kaya bukan orang kaya! Apa tadi? Nyebelin! Gue harus apa sih supaya pantes di samping lo? Gue nggak mau kayak gitu lagi! Dia itu sama aja rendahin lo! Gue nggak terima!"
"Sekar!" Kenzie tersenyum melihat Sekar.
"Apa? Gue lagi marah nih! Kayaknya gue harus jadi model deh! Biar nggak di pandang rendah! Iya! Gue harus bilang sama ibu! Kenzie, lo harus dukung gue! Setelah gue jadi model, nggak ada yang berani rendahin lo lagi pas jalan sama gue!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Masuk Ke Dalam Novel ( END )
Teen FictionBagaimana jika harapanmu menjadi kenyataan? Itulah yang dirasakan Sekar, dia harus menelan pil pahit saat terbangun dari tidurnya. Bukan lagi kamar sempitnya tapi sebuah tempat yang begitu luas serta orang-orang asing baginya. Tapi dimana dia sekara...
