48. Lihat

8.2K 641 13
                                        

"Kita mau kemana?" Tanya Sekar.

"Butik!"

"Butik? Ngapain?"

"Cari baju buat lo!" Kenzie tersenyum pada Sekar.

Butik? Apakah Sekar butuh baju dari butik? Tapi bukankah baju di butik itu mahal? Sekar turun dan melihat butik yang akan mereka datangi. Aroma-aroma baju mahal sudah sangat tercium dari tempat ini.

"Ken! Kita cari butik yang lain deh! Ini pasti mahal!"

"Nggak! Ayo!" Kenzie menggenggam tangan Sekar masuk ke dalam butik.

Sekar terkagum-kagum dengan banyaknya baju di tempat ini. Dari gaun, baju, dan lainnya. Semuanya sangat mewah! Sekar meneguk ludahnya lagi. Jiwa miskinnya bergetar lagi.

"Madam! Madam!" Panggil Kenzie.

"Iya! Ehhh... Si ganteng! Akhirnya kamu kesini juga! Mau ambil baju mama kamu?" Tanya seorang laki-laki yang mirip dengan perempuan.

Sekar melihatnya dari atas ke bawah. Apakah dia harus dipanggil mbak atau mas? Atau madam saja?

"Nggak! Aku kesini mau cari baju buat pacar aku!" Kenzie membawa tubuh Sekar berdiri didepannya.

"Pacar?"

"Kamu udah punya pacar? Wahhh... Cantik! Kamu model ya! Tinggi! Hmm... Kulitnya sehat juga! Bagus! Suka deh! Cocok buat model skincare sama baju! Mau jadi model baju aku? Kulit kamu cocok sama kesukaan bule! Ihhh... Cucok!"

"Hehehe..." Sekar tertawa kecil.

Terus dia harus apa disini?

"Tolong cariin yang cocok sama dia madam! Malam ini kita mau Gala Dinner!"

"Oh... Acara itu ya? Kemarin juga ada yang datang! Nama kamu siapa? Nanti aku cariin baju yang pas buat kamu! Sekalian aku foto buat di insta. Ihhh... Jadi model aku aja ya!"

"Nama saya Sekar! Saya bukan model! Nggak bisa foto mas, eh mbak. Maksudnya kak!"

"Panggil madam aja! Tapi kamu cocok lho jadi model! Coba deh kalau tertarik hubungin aku! Lumayan nanti bisa dapat uang!" Madam memberi Sekar sebuah kartu nama.

Model dan dia bisa dapat uang? Sekar mengambilnya dengan senang hati. Dia harus bertanya pada ibunya lebih dulu. Jika boleh, Sekar juga ingin punya penghasilan sendiri.

"Gue bisa jadi model nih, Ken?" Tanya Sekar pada Kenzie.

"Lo mau?"

"Mau sih kalau dapat uang tapi gue tanya sama ibu dulu! Lumayan sih! Bisa tambah-tambah biaya kuliah nanti! Madam! Saya bisa kerja setelah sekolah? Saya sih tertarik!"

"Bisa dong! Kerjanya fleksibel kok! Aku emang lagi cari model dengan tone kulit kayak kamu! Eksotis! Pantas aja Kenzie suka! Sukanya modelan kayak kamu!"

"Masa?"

"Iya! Dia itu sukanya sama orang-orang jawa gitu. Hitam manis! Soalnya Chelsea juga gitu! Papanya Kenzie kan sama seleranya sama Kenzie." Madam melihat Kenzie yang diam memandangi Sekar.

"Ohhh... Gitu! Hmm..."

"Ya udah sini! Kita cari baju kamu dulu! Kalau kamu berminat nanti hubungi aku aja! Okey! Kita cari baju yang pas buat pacarnya Kenzie!"

Sekar ditarik paksa menuju tempat lain. Ada banyak baju yang Madam pilihkan untuk Sekar. Dari ini itu, panjang pendek, cerah gelap, semuanya Sekar terima dengan bingung. Baju mana yang pas untuknya?

"Nanti jangan kasih tahu Kenzie dulu! Bilang aja gaunnya panjang!"

"Kenapa?" Tanya Sekar.

"Nggak apa-apa!" Madam tersenyum penuh arti.

Masuk Ke Dalam Novel ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang