50. Malam!

8.1K 676 15
                                        

"Hallo, Tante! Saya temannya Rangga! Nama saya Sekar Kusuma Dewi bisa dipanggil Sekar nama samaran saya bunga."

"Cantik! Kamu kok bisa temanan sama Rangga! Dia anaknya nggak punya teman lho!" Bunda Rangga melirik Rangga yang melihat ke arah lain.

"Hahaha... Emang gitu! Tapi Rangga baik kok sama saya! Tante, Tante ini dokter ya?"

"Iya! Kok kamu tahu?"

"Tadi saya tanya sih! Hehehe... Dokter apa tadi? Spesialis?"

"Tante dokter gigi!"

"Wahhh... Saya mau Tante! Ada diskon nggak? Saya mau rapiin gigi saya! Soalnya saya mau jadi model tapi kayaknya butuh permak dulu supaya tambah cantik!"

"Gigi kamu bagus kok!"

"Tapi kurang putih! Kalau di foto nanti kelihatan!" Seru Sekar.

Dia tidak percaya diri dengan giginya sendiri. Bagaimana jika saat dia difoto giginya terlihat buruk? Belum apa-apa pasti Madam tidak mau lagi menggunakan jasanya! Sekar kan baru merintis karir!

"Datang aja ke tempat tante sama Rangga! Nanti Tante kasih diskon!"

"Tante suka abon ikan nggak? Ibu saya jualan abon ikan! Nanti kalau Tante mau saya bawain! Atau makanan seafood suka? Ibu saya pintar kalau buat makanan! Gimana Tante?" Tawar Sekar tidak enak jika mendapatkan diskon.

Bunda Rangga tersenyum dan mengusap pucuk kepala Sekar. Ternyata Sekar anak yang baik rupanya. Sekar tidak malu sama sekali tentang keluarganya.

"Boleh deh! Tapi malah Tante yang repotin kamu!"

"Nggak apa-apa! Saya yang terima kasih kalau dapat diskon! Saya soalnya nggak pernah cek-cek gigi saya. Terakhir waktu SMP!"

"Kamu datang waktu kamu bisanya. Tante tunggu!"

"Siap tante!"

"Sekar!" Panggil Kenzie.

Sekar melihat Kenzie yang melambaikan tangannya. Apa urusan Kenzie sudah selesai? Sekar tersenyum dan melihat Bunda Rangga.

"Tante saya kesana dulu ya! Teman saya nyariin! Permisi ya, Tante! Rangga, gue ke tempat Kenzie! Dahhh..." Sekar melambaikan tangannya dan berjalan menuju Kenzie.

"Dia lucu!" Bunda Rangga melihat Sekar.

"Hmm... Emang lucu!"

💝💝💝

"Silahkan!"

Kenzie dan Sekar di antar ke meja mereka. Mereka duduk di salah satu meja bundar besar. Setiap meja berisi setidaknya 8 orang. Itu artinya ada empat pasangan di meja ini. Sekar terdiam melihat meja yang begitu rapi. Dia tidak bisa tabel manner. Jadi siapa tiga pasang lainnya?

"Kenzie? Gue nggak bisa pakai garpu atau apa ini! Gimana dong?" Tanya Sekar.

"Ada gue!"

Dua pasang lainnya datang, mereka pasangan suami istri yang telah berumur. Sekar tersenyum ramah pada mereka walau mereka nampak biasa-biasa saja. Semoga saja di samping kursi miliknya kosong! Dia tidak mau tegur sapa dengan orang kaya.

Tapi sepertinya harapan Sekar tidak akan terkabul lagi.

"Malam!" Seseorang duduk di samping Sekar.

"Ma... Mas Cakra?" Sekar melihat Cakra dan Dirga.

Untuk apa mereka berdua datang? Cakra menaikkan sebelah alisnya melihat Sekar. Siapa dia? Dia tidak kenal dengan wanita disampingnya.

"Apa ini? Habis dari Sekar, lo bawa cewek lain? Apa gue harus telepon Sekar agar dia tahu?" Dirga menatap ke arah Sekar dan Kenzie bergantian.

Masuk Ke Dalam Novel ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang