34. Pagi Sekar

10.6K 695 13
                                        

"Pagi!"

Sekar memalingkan wajahnya saat melihat semua orang di meja makan. Dia duduk di samping Adam dan mengambil makanannya cepat. Dia harus pulang ke rumah! Dia tidak mau berada di rumah ini walau rumah ini lebih menenangkan dari rumahnya sendiri. Tapi rumahnya tetap yang terbaik!

"Ini makanan buatan ibunya Sekar. Ayo, dicoba-coba!" Tawar Tante Fatimah pada semua orang.

"Sekar? Siapa Sekar?" Tanya Gala mengambil makanan antuasias.

"Ini! Sepupu gue! Cantik kan?" Adam menarik tubuh Sekar untuk terlihat kepada semua orang.

Sekar menggeram marah dan tersenyum pada semua orang. Adam memang bukan sepupu yang baik!

"Sekar!" Sekar melihat semua orang termasuk Dirga yang tengah menahan senyum.

"Cantik! Manis! 08 berapa?" Tanya Gala siap mengeluarkan handphonenya.

"Jangan! Sepupu gue nggak bisa sembarangan dimintai nomer. Nomer lo berapa? Lo lebih muda dari gue kan? Kelas berapa?" Tanya Adam pada Sekar.

"Kelas 11!" Jawab Sekar.

"Ohhh... Sekolah dimana?" Tanya Gala bersemangat.

"SMA Candrawati!"

"Punya pacar?" Tanya Dirga.

Sekar melihat Dirga dengan pandangan aneh. Untuk apa bertanya pertanyaan seperti itu? Semua orang menjadi melihat ke arah Dirga. Ini pertama kalinya Dirga tersenyum setelah kepergian Ayyara. Ettan melirik Sekar sejenak dan kembali fokus pada makanannya.

"Nggak usah pacaran! Bener kan, Bi?" Tanya Adam pada ayahnya.

"Benar itu! Tapi kayaknya Sekar masih jomblo soalnya ibunya minta Sekar dijodohin."

"Om!" Sekar menggelengkan kepala pada Om nya.

"Hahaha... Malu tuh! Abi nggak usah godain mereka!" Tante Fatimah tertawa melihat Sekar yang wajahnya sangat merah padam.

Sekar memakan makanannya dalam tangis di lubuk hatinya. Kapan dia bisa pulang?

💝💝💝

"Gue antar!"

"Maaf, mas! Saya nggak butuh ojek mas lagi! Sama diantar sepupu saya!" Tolak Sekar pada Dirga yang sudah bersiap untuk pergi.

Sekar mengambil helm dari tangan Adam dan naik ke jok belakang. Sebenarnya bukan hanya Adam yang akan mengantarkannya pergi tapi Dirga, Gala, Ettan, juga Zidan. Mereka  entah kenapa ingin pergi bersama ke suatu tempat sembari mengantarkannya pulang.

"Om Gibran, Tante Fatimah, Annisa! Aku pulang dulu ya, dahhh..." Sekar melambaikan tangannya.

"Hati-hati!" Om Gibran tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Nanti main lagi kesini ya!" Teriak Annisa.

"Sama ibu kamu juga!" Pinta Tante Fatimah.

"Oke!" Sekar menunjukkan kedua jempolnya.

Sekar memegangi pundak Adam yang segera pergi membelah jalanan. Dia ingin pergi berkunjung lagi tapi pasti ada tanda-tanda keberadaan Adam dan teman-temannya. Sekar ingin menghindari mereka tapi kenapa takdir ingin mempertemukan mereka semua?

Dia tidak paham akan semua ini.

"Oiiii... Pergi dulu ke tempat biasa!" Teriak Dirga keras.

"Kenapa? Gue harus anterin Sekar dulu!" Teriak Adam.

"Udah! Nanti aja! Cepat!" Dirga berada di depan memimpin.

Sekar tidak sampai mendengarkan mereka karena telinganya memang bermasalah jika berada di atas motor. Sekar hanya diam saja tanpa tahu tujuan mereka sebenarnya. Baru saat jalanan berubah dia jadi tahu sesuatu ketidak beresan ini.

"Adam! Ini mau kemana?" Teriak Sekar.

"Mampir dulu!"

Mampir? Mampir kemana?

"Gue mau pulang!"

"Sebentar ya! Ini Dirga yang suruh!"

Dirga? Sekar menatap Dirga kesal yang berada di depan sana. Untuk apa Adam menurut? Untuk apa? Dia hanya ingin pulang ke rumah saja. Bukannya pergi ke tempat lain. Setelah sampai nanti, dia akan menendang bokong Dirga!

💝💝💝

Sekar melepaskan helmnya melihat tempat yang begitu asing ini. Tempat apa ini? Kenapa banyak anak laki-laki yang sedang bersama motor mereka? Sekar memegangi jaket Adam tanpa berniat melepaskannya. Dia takut!

Sangat takut!

"Dam! Anterin gue pulang! Kalau nggak gue laporin sama Om Gibran!" Ancam Sekar.

"Sebentar aja! Ini masalah penting soalnya!"

"Penting? Penting apa lagi? Agrhtt... Ada masalah apa sih?" Tanya Sekar ingin tahu.

"Dirga lagi cari orang yang udah buat adiknya sakit!"

Hah? Apa?

"Maksudnya?"

"Belum lama ini adiknya meninggal karena sakit. Terus Dirga mau cari tahu siapa yang buat adiknya sakit. Tersangka utama sih Kenzie! Tahu Kenzie? Itu lho anaknya Chelsea Kiel!"

"Hah?" Sekar menatap Dirga yang sedang mengambil sesuatu dari dalam rumah kecil.

Sekar berjalan cepat dan menendang pintu kencang. Ayyara itu sakit kanker darah! Bukan karena seseorang! Dia menatap tajam Dirga dan menyeret tubuhnya keluar. Dia sangat benci saat Dirga menyalahkan Kenzie. Kenzie tidak salah apapun! Itu pasti hanya alasan aneh yang dibuat Kenzie saja.

"Lo itu punya mata nggak sih?" Tanya Sekar marah.

"Lepas!"

"Nggak! Sebelum lo buka mata lo sendiri! Adik lo meninggal bukan karena orang lain! Tapi karena penyakit kanker darahnya! Lo tahu nggak? Hah? Selama ini dia sakit leukimia! Tapi dia nggak mau bilang sama lo atau keluarga lo. Kenapa? Karena dia merasa bersalah sama kalian! Lo sadar nggak sih? Sikap lo dulu yang buat Ayyara nggak bisa buka hatinya! Sikap keluarga lo yang salahin Ayyara yang buat dia terus nahan sakitnya! Itu karena kalian bukan orang lain! Pengecut lo malah lampiaskan semuanya sama orang yang nggak bersalah! Cukup, Dirga! Terima semua ini!" Teriak Sekar menggebu-gebu.

"Apa?" Dirga menatap mata Sekar yang begitu marah padanya.

"Agrhtt... Gue pulang! Mana kunci lo! Gue pulang sendiri aja! Gue balikin kapan-kapan!" Sekar mengambil kunci motor Adam.

"Lo mau kemana?" Tanya Adam.

"Pulang! Gue nggak mau disini sama kalian!" Teriak Sekar sudah berada di atas motor.

Sekar melaju cepat, hatinya sangat marah. Sangat-sangat marah. Dia kira Dirga akan menerimanya dalam lapang dada. Tapi apa sekarang? Dia menyalahkan Kenzie?

Kenapa pemikiran orang kaya lebih rumit? Kenapa?

"Arghttt..."

💝💝💝

Salam ThunderCalp!🤗

Emang kadang yang mudah justru milih yang sulit 😂

Jangan lupa like, komen, dan share!

See you...

Masuk Ke Dalam Novel ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang