"Arghttt..." Gala berteriak histeris saat tubuhnya dilempar Adam dan Ettan ke dalam air.
"Ini karma dari orang yang suka jahil!" Adam tersenyum puas melihat Gala yang basah kuyup.
"Uhukkk... Uhukkk... Awas lo pada! Sini lo!" Gala berlari dan mencoba mengejar Adam.
Dia tidak terima diperlakukan seperti ini oleh Adam. Memangnya siapa Adam? Ettan tersenyum dan mengendap-endap untuk menarik Dirga yang sedang bermain pasir dengan Ayyara.
"Kak! Ini bukan istana pasir! Ini rumah keong! Masa bentuknya kayak gini?" Ayyara menatap kesal Dirga yang mengacaukan mainnya bersama Rangga.
"Kita buat lagi aja!" Rangga memasukkan pasir ke dalam kotak dan membuat istana pasir dari awal lagi.
"Istana nggak perlu besar! Kecil-kecil gini juga istana!" Dirga tersenyum puas setelah membuat Ayyara marah padanya.
Melihat wajah Ayyara marah adalah kesenangannya. Ettan menarik tubuh Dirga pergi. Dirga sama sekali belum menyentuh air disana.
"Lo ngapain?" Tanya Dirga.
"Buang lo!" Dengan cepat Ettan membuang tubuh Dirga masuk ke dalam air.
Sudah cukup bermain dengan Ayyara, ini waktu dirinya yang melakukannya.
"Ayyara! Gue bawa ini!" Kenzie muncul dan memamerkan kerang-kerangan yang dia pungut.
"Wahhhh... Lo ngapain bawa banyak?" Tanya Ayyara mengambil beberapa kerang untuk menghias istana pasirnya.
"Siapa tahu lo butuh!"
"Ini kebanyakan Kenzie! Tapi nggak apa-apa deh. Rangga, lo mau buat istana atau menara?" Ayyara menatap Rangga yang sibuk membuat benda sampai begitu tinggi.
Sepertinya Rangga sangat menikmati aktivitasnya. Atau Rangga ingin bercita-cita menjadi seorang arsitek?
Cakra diam di tepian dan hanya melihat anak-anak di bawahnya yang tengah bermain. Sejujurnya Cakra tidak berniat untuk ikut. Dia lebih suka memfoto Ayyara dengan kamera handphonenya. Lumayan juga untuk mengisi waktu luangnya.
"Hahahah..." Gala tertawa renyah melihat Adam yang gelagapan masuk ke dalam air.
"Uhukkk... Siapa yang dorong gue?" Tanya Dirga marah.
"Mampus!" Gala berlari ke arah Ettan meminta pertolongan.
"Aduhhh... Kenzie! Lo apain istana gue?" Teriak Ayyara.
"Nggak sengaja, Ay!"
"Persisi nggak sih?" Rangga melihat istana pasirnya sendiri.
"Rumah udah beres belum ya?" Bibi Lisa menerawang ke atas langit.
Semoga tuan dan nyonya belum pulang ke rumah.
💝💝💝
Kenzie tersenyum dan memainkan pipi Ayyara yang mengembang layaknya roti. Ini akan menjadi tempat yang dia sukai.
"Ughh..." Ayyara berbalik dan menutup matanya kelelahan. Lelah bermain dan lelah pada tubuhnya yang tidak bisa diajak bekerja sama.
Seharian ini dia sudah bermain pasir, berlarian dari kejaran orang-orang yang akan menceburkannya dan pergi makan tanpa bisa memakan seafood kesukaannya. Ayyara membuka matanya dan mengambil sendal untuk memukul tubuh Kenzie. Dia ingin tidur!
"Jangan ganggu Ayyara!" Rangga datang membawa minuman untuk Ayyara.
"Makasih!" Ayyara tersenyum pada Rangga.
Hanya Rangga yang baik!
"Ganggu aja!" Kenzie tetap memainkan pipi Ayyara tanpa berniat untuk melepaskan diri.
"Mereka kemana sih? Kok lama? Kak Cakra juga nggak ada! Gue mau pulang!" Ayyara sudah lelah menunggu kedatangan mereka tak kunjung terlihat.
"Kayaknya mereka lagi main kelereng!" Tebak Kenzie.
"Ngawur! Rangga, lo nggak lihat mereka?" Tanya Ayyara melihat Rangga.
"Cuma Adam sama Gala! Mereka lagi godain bule!"
Ayyara menatap Rangga dalam-dalam, menggoda bule? Bukankah Adam paling waras kenapa malah dia ikut-ikutan menjadi gila? Apa karena dia bersama Gala setiap waktu sampai otaknya juga bergeser entah kemana?
Dimana tiga lainnya? Cakra, Dirga, dan Ettan. Apakah mereka juga ikut menggoda bule?
💝💝💝
"Lo yakin?" Tanya Ettan pada Dirga.
"Yakin! Besok, dia bakalan tamat! Ayyara nggak mungkin suka sama orang yang punya masa lalu buruk! Hahaha... Dia terlalu jauh! Lo juga suka kan?" Dirga menatap seseorang yang sedang merokok disana.
Rencana mereka pasti akan berhasil besok! Bukan besok! Tapi malam ini. Cakra menatap nyalang Dirga dan tersenyum senang.
"Hmm! Lakukan!"
💝💝💝
"Hah!" Ayyara menjatuhkan dirinya di sofa.
Akhirnya dia kembali juga ke rumahnya. Setelah bersenang-senang ke panti selama dua hari. Dia akan menikmati waktu ini untuk beristirahat sebelum besok dia kembali menjalani rutinitasnya menjadi seorang siswa teladan. Ayyara menaikkan semua kakinya dan bermain handphone. Dia sudah mendapatkan banyak foto bagus dari Rangga. Dia akan segera meng-upload nya ke insta.
"Lelah banget! Mau kakak pijat?" Tanya Cakra.
"Nggak usah! Kak, mana yang bagus ini atau ini!" Ayyara menunjukkan dua foto dirinya. Pertama yang sedang tersenyum di kamera dan kedua sedang menatap datar kamera.
Wajah Ayyara memang cantik dalam bentuk apapun. Bahkan selalu cantik meski wajahnya datar sedatar tembok.
"Yang ini!" Tunjuk Cakra pada wajah Ayyara.
"Ih, gombal! Yang mana, aku mau kasih tahu dunia, kalau adik tercintamu ini cantiknya kelewatan. Nanti biar bisa banyak fans! Yang mana! Kak Dirga, coba pilih. Foto ini atau ini?" Tanya Ayyara pada Dirga yang masuk membawa berbagai tas.
"Hmm... Yang mana aja! Lo tetap cantik!" Dirga berlalu tanpa memberi jawaban pasti.
Apakah dua kakaknya sedang bersekongkol untuk belajar cara menggoda seorang perempuan? Ayyara tersenyum dan mengirimkannya pada Kenzie. Mungkin pendapat Kenzie lebih memuaskannya. Terlebih Kenzie tahu mana yang bagus atau tidak.
Cukup lama Kenzie menjawab pertanyaan Ayyara. Sangat lama.
Kenzie
Dua-duanya aja! Kenapa harus milih?
Gue simpan ya, Ay!
Lo cantik!
Kayak bidadari!
Bukan!
Tapi kayak calon istri gue!
Ayyara
Nggak usah gombal!
Gue udah kenyang!
Ya udah gue upload semuanya aja!
Kenzie
Nggak jadi!
Semuanya jelek!
Ayyara
Katanya gue cantik! Lo kok plin-plan sih?
Kenzie
Takut banyak yang suka sama lo!
Nanti gue banyak saingan lagi!
Nggak usah deh!
Upload aja!
Gue yakin gue bakalan menang, lagian gue kan udah setengah jalan!
Ayyara tersenyum melihat balasan Kenzie yang kelewatan pede. Apanya yang setengah jalan?
Cakra mengamati Ayyara dengan tangannya yang terkepal kuat. Siapa yang sedang berbicara dengan adiknya? Apakah orang itu lagi?
Malam ini Dirga harus benar-benar melakukannya!
💝💝💝
Salam ThunderCalp!🤗
Apa yang mau dilakuin Dirga?
Jangan lupa like, komen, dan share!
See you...
KAMU SEDANG MEMBACA
Masuk Ke Dalam Novel ( END )
Novela JuvenilBagaimana jika harapanmu menjadi kenyataan? Itulah yang dirasakan Sekar, dia harus menelan pil pahit saat terbangun dari tidurnya. Bukan lagi kamar sempitnya tapi sebuah tempat yang begitu luas serta orang-orang asing baginya. Tapi dimana dia sekara...
