"Turun!"
"Udah sampai?" Sekar membuka matanya dan melepaskan pelukannya pada Dirga.
Akhirnya dia sampai! Sekar turun dan melihat tempat tinggalnya lagi. Hari yang sial ini memang pantas untuk toko-toko tutup. Hari ini dia malah bertemu dua orang sekaligus.
"Makasih, ya mas! Dahh..."
"Bayaran gue?" Pinta Dirga mencekal lengan Sekar.
"Bayaran? Cendol? Katanya nggak mau! Saya punyanya ikan! Mau? Saya ambilin ke dalam!"
"Ikan?"
"Iya! Tahu nggak ikan itu mengandung banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Bisa buat anak pintar! Mau?" Tawar Sekar.
"Nggak!"
"Ya udah! Terus apa? Saya miskin mas! Saya punyanya cuma ikan! Ikan aja nggak lebih!"
"Nama lo siapa?" Tanya Dirga memalingkan wajahnya.
Nama? Sekar memicing dan mundur pelan tapi pasti. Dirga bertanya siapa namanya? Untuk apa? Sekar tersenyum dan berlari cepat menuju rumahnya. Tidak untuk memberitahu namanya pada Dirga! Tidak!
💝💝💝
Sekar membuka mulutnya saat di depannya adalah seseorang yang ingin dia hindari juga. Untuk apa Cakra berada di rumah susunnya?
"Abon! Abon! Abon!" Sekar berjalan melewati Cakra dengan menawarkan abon dari rumah ke rumah.
Hari ini memang hari sial!
"Ibu! Bapak! Abonnya! Satu cuma 15.000 aja! Bisa buat makan sekeluarga. Beli dua cuma 30.000. Ayo! Beli! Beli!" Teriak Sekar setelah berhasil melewati Cakra.
Bukankah Cakra bekerja di tempat mamanya? Kantor Overlay? Kenapa dia ada di rusun? Apakah dia ingin menawarkan produk di rusunnya? Tapi siapa yang mau beli? Harganya saja lebih mahal dari apapun. Sekar hanya bisa membeli skincare murah meriah di warung-warung.
Pantas saja wajahnya dekil.
"Sekar! Beli dua dong tapi 20.000 ya?" Seorang ibu-ibu muncul dari jendela rumahnya.
"25.000 deh!"
"Ini!"
"Makasih!" Sekar menerima uang 25.000 dengan senang hati. Bukan apa-apa, harga aslinya hanyalah 10.000 per bungkus. Dia menaikkan karena dia yang berjualan bukan ibunya.
Sekar memasukan uang ke dalam bajunya dan berjalan lagi menjajakan dagangannya. Hari libur memang pantas digunakan untuk mencari uang tambahan. Itu motto hidupnya sekarang!
"Lo disini rupanya?"
"Ab... Arghttt..." Sekar berteriak melihat Dirga yang tengah tersenyum.
Dirga disini juga? Untuk apa?
"Mas! Ini buat mas aja! Saya nggak punya utang lagi kan! Diterima ya! Dahh..." Sekar memberikan satu bungkus abon ikan pada Dirga dan pergi sebelum Dirga sadar.
Untuk apa mereka ditempat ini? Sekar melihat ke belakang dan menemukan Dirga yang mengejarnya. Kenapa dia mengejarnya?
"Arghttt... Tolong! Ada begal! Tolong!" Teriak Sekar keras.
"Arghttt!!!" Tubuh Sekar ditarik dan dibawa pergi ke tempat yang sepi.
Dirga menutup mulut Sekar dengan tangannya dan tersenyum senang setelah berhasil menangkap gadis ini. Dia masih kesal karena dianggap sebagai ojek dadakan dan apa tadi? Begal?
"Phmffts..."
"Diem!"
Sekar mencoba memberontak tapi Dirga justru memojokkannya sampai wajah mereka begitu dekat. Sekar menahan nafasnya sendiri. Dia takut!
KAMU SEDANG MEMBACA
Masuk Ke Dalam Novel ( END )
Teen FictionBagaimana jika harapanmu menjadi kenyataan? Itulah yang dirasakan Sekar, dia harus menelan pil pahit saat terbangun dari tidurnya. Bukan lagi kamar sempitnya tapi sebuah tempat yang begitu luas serta orang-orang asing baginya. Tapi dimana dia sekara...
