68. Perang

7.2K 491 19
                                        

"Hihihihi... Hihihi..."

"Bulu kuduk gue merinding nih!"

"Cuma suara aja kok!"

Brukkk...

Rangga melemparkan kerikil ke salah satu arah. Metode ini ternyata lumayan berhasil juga untuk mereka berhasil masuk ke dalam. Mereka memang orang-orang penakut!

"Hihihihi... Hihihihi..."

"Apa itu?"

"Cuma nakutin doang!"

"Tapi!"

"Kalau nggak ganggu diam aja! Sebentar lagi kita harus jemput dokter kemari! Non Sekar sakit!"

Sekar sakit? Rangga dan Jihan saling pandang. Apa yang terjadi di dalam sana? Kenapa Sekar bisa sakit? Rangga menarik tubuh Sekar saat beberapa orang pergi entah kemana. Jihan menahan debaran jantungnya saya dia menatap dada Rangga. Ini sangat dekat. Semoga saja Rangga tidak mendengar suara detak jantungnya.

"Lo kenapa?" Bisik Rangga.

"Hah?"

"Lo punya penyakit jantung?" Tanya Rangga.

"Enggak!" Jihan memalingkankan wajahnya yang merah padam.

Kenapa Rangga harus bertanya pertanyaan yang seperti itu? Untuk apa? Jihan sangat malu saat ini. Bahkan hanya suara detak jantungnya yang terdengar.

Jihan sangat malu!

💝💝💝

"Cepat pak! Ini sepupu saya dalam keadaan nggak baik-baik aja! Dia lagi sama setan bentuk manusia! Cepat pak!" Teriak Adam.

"Iya! Ini pasti lagi diapa-apain sama Kak Cakra! Udah tua mainnya sama anak kecil! Pedofil pak! Bapak harus tangkap! Ini anaknya anak semua orang! Kalau mereka maju! Lawannya banyak pak! Nanti ada keluarga saya, keluarga Adam, Rangga, Ettan, Kenzie, Jihan, sama Zidan. Kalau Sekar kenapa-kenapa pak! Semua orang bakalan marah-marah pak!" Teriak Gala.

"Iya pak! Astagfirullah, gue belum sholat isya! Ini udah subuh atau belum? Gue belum sholat tahajjud. Ya Allah ampuni dosa hamba! Hamba lagi bantuin sepupu hamba."

"Aamiin! Pak! Cepat pak! Kayak kerja maling! Masa mobil polisi cuma kayak gini! Cepetan motor saya!"

Motor Gala jauh lebih cepat dari ini saat balapan. Dia bisa lebih cepat lagi dari mobil polisi ini yang lambatnya bukan main.

"Lo kenapa buka kartu?" Tanya Adam.

"Gue lupa! Bapak nggak usah dengar kata saya tadi. Soalnya saya punyanya motor kecil! Tahu kan? Itu lho hadiah di minimarket!" Bela Gala.

"Benar! Pak! Masa anak baik-baik kayak kita balapan kan nggak mungkin!"

"Tapi seru juga! Ini biaya perbaikan mobil sebulan berapa pak? Bisa saya beli di dealer nggak pak? Mau saya satu kayak gini! Kursinya lumayan!" Gala menikmati di dalam mobil polisi.

"Mahal kali! Kan ini mobil negara!"

"Masa sih? Berapa pak? Sampai 500 juta? Mobil papa saya dari Amerika sampai 1 M sih, lebih mahal lagi apa? Gue suka nih suaranya! Bisa buat touring malam-malam!" Gala tersenyum senang.

"Mobil papa lo baru? Yang mana? Abi punyanya moge! Dia malah ikut touring. Mau ikut?"

"Iya! Kemarin! Boleh kapan? Kalau lo ikut gue ikut!"

"Tapi touring buat ceramah!"

"Nggak jadi deh! Gue aja non!"

"Gue lupa! Muka lo bisa tuh masuk!"

Masuk Ke Dalam Novel ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang