"Semaunya akan saya urus! Terima kasih atas bantuan Ibu Azahari! Kami berhasil menangkap Tuan Cakra dan semua orang yang terlibat! Terima kasih banyak!" Seorang polisi menjabat tangan Ibu Sekar.
"Senang bisa membantu!" Ibu Sekar tersenyum cerah.
Setidaknya dia bisa berguna dan menolong semua anak-anak di dalam sana. Dia sangat takut melihat masa depan anaknya nanti akan jadi seperti apa. Tapi setelah Sekar mengenal teman-teman barunya dan menjadi seorang yang bisa membanggakannya. Dia begitu bahagia dan tidak ingin merusak kebahagiaan putrinya. Semua ini demi yang dimiliknya. Hasil cinta antara dia dan seseorang yang sangat dia cintai.
"Bibi Lisa Blackcard! Bibi harus kuat! Oke!" Sekar mengantarkan Bibi Lisa ke ambulans.
"Makasih ya non!"
"Iya!" Sekar mengangguk dan tersenyum sesaat pintu ambulans tertutup.
Sekar berbalik dan melihat Kenzie di belakang tubuhnya. Sekarang dia bisa bernapas lega karena ada Kenzie di depannya. Sekar sangat bahagia!
"Ken!"
"Iya?"
"Jangan luka lagi ya! Aku nggak suka lihat kamu luka kayak kemarin. Aku benar-benar nggak bisa lihat kamu masuk ke rumah sakit lagi. Aku nggak bisa kehilangan kamu! Kamu berharga buat aku!"
"Kamu juga berharga buat aku! Aku akan berjuang untuk bisa lindungin kamu dari apapun! Bisa sekuat ibu kamu yang lindungin kita semua di tempat ini. Aku sayang sama kamu!" Kenzie memeluk tubuh Sekar erat.
Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan mereka semua hari ini. Malam yang panjang ini ditutup tanpa ada seseorang yang terluka. Itu lebih dari cukup!
"Bukan muhrim!" Adam menjauhkan tubuh mereka berdua.
"Ganggu!" Sindir Kenzie.
"Belum halal! Nggak usah pegang-pegang sepupu gue!" Adam menatap tajam Kenzie.
"Lo itu pasti iri!" Sekar mendengus kesal.
Adam memang pengganggu!
"Jadi semuanya udah selesai kan?" Tanya Jihan pada mereka semua.
"Belum!" Rangga masih memikirkan sesuatu.
"Apa? Apa yang belum selesai? Kak Cakra udah ditangkap! Dirga juga! Masalah Ayyara juga udah dikembaliin ke keluarga kandungnya. Jadi apa yang belum selesai?" Tanya Gala.
"Orangtua Dirga!"
Sekar membuka mulutnya dan menutup mulutnya rapat-rapat. Benar juga! Bukankah katanya orangtua mereka sedang pergi mencari orang pintar? Apakah itu akan berhasil? Sekar memeluk Kenzie lagi. Dia sangat takut!
"Tenang! Mereka nggak lakuin itu! Gue udah bawa Tante sama om gue pergi dari tempat dukun itu! Dukun itu juga udah ditangkap!" Ettan muncul tiba-tiba.
"Dari mana aja lo?" Tanya Gala.
"Selesain masalah lain! Dukunnya di tangkap polisi, dia cuma dukun gadungan. Tante sama om gue lagi di rumah Oma. Mereka lagi dipanggilin ustadz sama di ceramahin habis-habisan satu keluarga besar. Jadi kalian tenang aja! Gue yang akan urus masalah itu! Juga Dirga dan Kak Cakra! Gue nggak masalah sama mereka. Mereka memang pantas buat di hukum sesuai hukum negara." Ucap Ettan.
"Mereka nggak akan balas dendam sama gue kan?" Tanya Sekar takut-takut.
"Nggak! Gue yang jamin itu!"
"Makasih! Lo emang hebat! Akhirnya semuanya selesai juga! Udah kan semuanya udah selesai!" Sekar tersenyum senang.
Apakah mereka bisa pulang sekarang?
KAMU SEDANG MEMBACA
Masuk Ke Dalam Novel ( END )
Fiksi RemajaBagaimana jika harapanmu menjadi kenyataan? Itulah yang dirasakan Sekar, dia harus menelan pil pahit saat terbangun dari tidurnya. Bukan lagi kamar sempitnya tapi sebuah tempat yang begitu luas serta orang-orang asing baginya. Tapi dimana dia sekara...
