38. Pulang

9.9K 661 14
                                        

"Pak! Tahu nggak! Kenapa undur-undur jalannya mundur?" Tanya Sekar pada Pak Satpam.

"Kalau maju namanya maju-maju!"

"Salah yang bener itu aju-aju! Hehehe... " Sekar tertawa terbahak-bahak walau tidak ada yang tertawa selain dirinya.

"Garing!" Bisik seseorang di telinga Sekar.

Sekar berbalik dan menemukan Dirga yang ada di belakangnya. Dia menaikkan alisnya melihat Dirga. Apakah Dirga diajak untuk tertawa? Tidak! Sekar memalingkan wajahnya dan melihat lagi Pak Satpam yang sedang menonton sepak bola. Dia dikancangin lagi!

"Belum pulang? Gue antar!"

"Gue ada yang jemput!"

"Siapa?" Tanya Dirga.

"Kepo! Ngapain tanya-tanya?"

"Siapa?" Dirga mencengkram erat tangan Sekar.

"Dirga Malik Ruslam! Gue mau tanya, emang perlu lo tahu siapa yang jemput gue? Kalau lo tahu terus lo mau apa? Kita ini bukan teman, saudara, atau keluarga. Jadi nggak usah kepo-kepo amat. Lo itu cuma teman sepupu gue! Udah itu aja! Jadi, jangan ikut campur segala kecuali..." Sekar menggantung kalimatnya.

"Kecuali?"

"Lo suka sama gue ya? Hahaha... Emang sih walaupun gue dekil kaya gini banyak yang suka! Kenzie juga suka sama gue! Iyakan! Lo suka sama gue kan? Tapi sorry aja! Gue mau jadi kaya raya dulu baru mikirin pacaran. Kata Adam gue juga nggak boleh pacaran tuh. Dah... Dirga! Jangan suka sama gue ya!" Sekar mengedipkan sebelah matanya dan pergi meninggalkan Dirga.

Dirga terperangah mendengar apa yang Sekar katakan. Dia menyukai Sekar? Tidak mungkin! Tapi untuk apa dia sampai membuat Sekar pindah ke tempat ini? Untuk apa dia melakukannya sampai selalu ingin berada di samping Sekar? Sekar juga bukan perempuan yang cantik. Dirga menjambak rambutnya frustasi. Sebenarnya apa yang terjadi padanya?

💝💝💝

"Hiskkk..."

Sekar berhenti di dekat halte, kenapa dia selalu berada di dalam kondisi tidak memungkinkan untuk mencari ketenangan. Tadi Dirga sekarang Jihan! Sekar duduk di kursi paling pojok. Dia tidak mau berbicara dengan Jihan.

"Hiskkk... Huahhhh..."

"Ck... Mbak kenapa ya?" Tanya Sekar sudah tidak tahan dengan suara tangis Jihan yang kian besar.

"Hiskkk... Gue diputusin pacar gue! Hiskkk... Gue juga salah sama Ayyara! Gue belum sempat minta maaf tapi dia keburu mati! Hiskkk... Harusnya gue nggak nuduh-nuduh Ayyara terus. Hiskkk... Kak Zidan malah putusin gue! Katanya gue beban! Hiskkk... Padahal kita mau tunangan!"

Sekar tersenyum simpul, untuk apa tadi dia bertanya. Jihan malah melakukan sesi curhat padanya. Terus apa tadi? Mereka akan bertunangan lalu kenapa putus? Bukankah Zidan menyukai Jihan?

"Saya nggak kenal sama mbaknya. Tapi kalau mbak salah kenapa nggak minta maaf aja terus doain yang namanya Ayyara itu supaya tenang di atas, jangan malah nangis!"

"Hiskkk... Gue banyak dosa sama dia! Gue yang paksa Zidan jangan terima Ayyara padahal Zidan suka sama Ayyara. Hiskkk... Gue paksa dia sampai papa juga paksa Zidan! Hiskkk... Harusnya gue nggak halangin kisah cinta mereka! Harusnya gue nggak gitu! Hiskkk... Gue salah!"

"Ohh... Hemm... Minta maaf aja sih! Apa susahnya? Kalau Zidan emang cinta sama Ayyara harusnya dia lawan dong! Masa kalah gitu aja! Itu artinya dia nggak benar-benar cinta! Dia cuma suka doang tapi nggak ada effort untuk perjuangin Ayyara. Sama aja kalau gitu! Nih ya, kalau benar-benar cinta harusnya dia bilang ke Ayyara kalau gue cinta sama lo bukan Jihan! Mbaknya nggak usah nangis lagi! Zidan juga nggak baik-baik amat! Kenapa harus ditangisin sih?" Tanya Sekar ingin tahu.

Kalau soal baik ada yang lebih baik dari Zidan. Kalau soal ganteng, banyak yang lebih ganteng. Teman sekelas barunya juga ada yang wajahnya di atas rata-rata sampai Sekar hampir tergoda untuk meminta nomernya. Apa lebih nya Zidan? Ayyara juga kenapa suka Zidan? Apa tidak ada cowok lain saja? Kenzie dan Rangga contohnya.

"Hiskkk... Lo nggak tahu! Zidan itu cinta pertama gue! Hiskkk..."

"Oh gitu! Ya udah deh! Semangat aja ya mbak! Cari cowok lain aja atau nggak cari cowok Korea kek! Saya punya Heesung Oppa! Beh! Idaman!"

"Heesung dari WhatHappened?"

"Iya, mbaknya tahu?"

"Gue suka Ray!"

"Oalah! Bagus dong! Pernah ke konsernya?" Tanya Sekar antuasias.

"Pernah! Tiga bulan yang lalu!"

"Wihhh... Gimana muka aslinya ganteng nggak?"

"Ganteng! Apalagi pas hujan-hujanan! Gue ada fotonya!" Jihan menunjukkan foto yang dia ambil saat menonton konser.

Sekar membukanya mulutnya saat foto-foto itu sangat realistis dari foto yang biasa dia lihat. Sangat dekat! Dia bisa melihat Heesung Oppa nya yang sedang menatap ke kamera. Sekar sangat ingin foto itu!

"Minta dong! Saya suka nih! Nama kamu siapa?" Tanya Sekar basa-basi.

"Jihan!"

"Saya Sekar! Saya anak baru! Saya kelas 11 IPS 1. Kamu?"

"11 IPS 3!"

IPS 3? Bukankah itu disini oleh anak-anak pintar. Sekar mengembangkan senyumnya. Jika Jihan pintar kenapa tidak dimanfaatkan saja? Toh dia butuh teman untuk belajar!

"Hemm... Tukeran nomer ya? Kalau mbak mau cerita-cerita sama saya aja! Saya siap nih!" Sekar tersenyum bisnis.

"Boleh! Lo anak baru itu ya? Bukannya lo kenal sama kelompok Dirga?" Tanya Jihan menghapus air matanya.

"Iya!"

"Lo pasti tahu Ayyara kan?"

"Tahu!"

"Zidan?"

"Tahu! Saya temannya Ayyara!"

Jihan membuka mulutnya lebar-lebar setelah tahu dia justru curhat pada teman Ayyara. Lalu apa tadi? Kenapa Sekar baik kepadanya?

"Terus lo ngapain nenangin gue kalau tahu!"

"Yahh... Emang kenapa?"

"Gue kan musuhnya Ayyara! Lo nggak tahu atau pura-pura nggak tahu sih? Hah?" Jihan menaikkan nada suaranya.

"Itu kan mbaknya! Kalau saya emang punya salah sama mbak? Nggak kan? Ya jadi kenapa? Kalau nggak mau tukeran nomer ya udah sih! Ya udah kalau mbak nggak mau! Saya pergi dulu mbak! Permisi! Oh jangan lupa! Nyekar ke tempatnya Ayyara biar mbaknya tenang! Daripada nangis-nangis kayak gini dilihatin orang! Dahh..." Sekar melambaikan tangannya dan segera menghubungi seseorang.

Dia harus cepat mencari keberadaan Kenzie!

💝💝💝

Salam ThunderCalp!🤗

Jangan lupa like, komen, dan share!

See you...

Masuk Ke Dalam Novel ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang