Haii man temann ˙˚ʚ(´◡')ɞ˚˙
★ SELAMAT MEMBACA ★
Steven dengan semangatnya langsung bergegas berangkat, karena ia tak mau membuat sang pujaan hatinya itu menunggu.
"Mau kemana lagi lo? Baru aja kumpul. Tapi, keliatannya semangat bener." Tanya Rendi penasaran, melihat sikap Steven tiba-tiba begitu bersemangat.
"Dia minta gue dateng ke Cafe hari ini, jadi gue harus cepet ke sana." Jawab Steven. "Doain gue ya? Semoga dia ada jawaban," Steven sangat berekspektasi tinggi.
"Aamiin ... semangat Pak ketua! Kita kapalnya berlayar," ucap Reza memberikan semangat.
"Sampai ketemu lagi, bro ..." pamit Steven.
"Hati-hati, Ven. Inget pesan gue, gimana pun keadaannya pertahankan harga diri lo." Ucap Reza yang membuat para teman-teman Steven tertawa.
"Siap ..." jawab Steven.
Dengan cepat Steven menaiki motornya lalu tancap gas dan melaju dengan kencang, tak lupa ia juga mengenakan helm di kepalanya terlebih dahulu.
°°°°°
Tak perlu menunggu lama akhirnya Steven sampai di Cafe, tempat di mana Risti memintanya datang.
Di sana Steven langsung mendapati Risti, ia pun cepat-cepat merapihkan rambutnya serta bajunya lalu menghampiri Risti. Risti yang menyadari kehadiran Steven hanya diam tak menatap wajahnya sedikitpun.
Kini Steven duduk persis di depannya, berhadapan dengan Risti. Entah kenapa tiba-tiba suasana saat itu sangat canggung, tak ada yang membuka pembicaraan sama sekali.
"Gue di sini gak mau lama-lama," ucap Risti secara tiba-tiba. Dari sini, Steven mulai curiga bahwa akan ada hal yang tidak mengenakkan.
"Gue ... gue ... maaf, gue gak bisa terima cinta lo. Selama ini gue anggap kita cuma sebatas temen deket, gak lebih. Sekali lagi gue minta maaf kalo udah nyakitin perasaan lo." Ucapan Risti membuat Steven langsung tertunduk kecewa sangat kecewa, hatinya terasa sangat sakit.
Ternyata benar firasatnya tadi, bahwa akan ada hal yang tidak mengenakan yang akan diucapkan oleh Risti nanti.
"Gue gak pantas buat lo, lebih baik lo cari bahagia sama orang lain. Masih banyak cewek di luar sana yang lebih baik dari gue," air matanya pun tak sengaja mengalir membasahi pipi Risti, terpampang jelas dari raut wajahnya yang seperti sedang memendam sesuatu.
"Kalo bahagia gue ada di lo, gimana? Dan kalo hati gue pilih lo juga, gimana?"
"Lo ngomong begini karena lo gak cinta gue atau ada sesuatu hal yang lo sembunyiin dari gue?" Tanya Steven lagi.
"Gue gak ada perasaan sama lo, jadi lo harus lupain gue. Kita masih tetap temenan kok," jawab Risti sangat terpaksa.
"Ini kalung dari lo, gue kembaliin." Ucap Risti sambil menyodorkan kalung pemberian Steven dan meletakkannya di atas meja.
Risti pun beranjak dari duduknya lalu segera pergi dari sana. Ia bersusah payah berusaha untuk menahan tangisannya. Akan tetapi, semakin lama hatinya semakin terasa sesak. Sejujurnya ia sangat mencintai Steven, tapi ia juga lebih menyayangi Andra yang Adiknya sendiri.
Steven yang menyadari Risti akan pergi, ia pun langsung mengejarnya.
"RISTI TUNGGU! LO BOLEH NOLAK CINTA GUE, TAPI LO GAK BISA NOLAK HADIAH YANG GUE KASIH KHUSUS UNTUK LO. SEENGGAKNYA LO TERIMA KALUNG INI, HARGAI PEMBERIAN GUE!" Teriak Steven yang membuat langkah Risti langsung berhenti.
"APA SEMUANYA AKAN BERAKHIR CUKUP SAMPAI SINI?"
Risti pun tetap tidak menggubris semua perkataan Steven tadi, ia tetap melanjutkan langkahnya lagi karena tak tahan terlalu lama berada di tempat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Fiksi Remaja𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)