2. Si Kutub Utara

6.3K 264 10
                                        


Hi?
Sebelum baca ada baiknya follow author dulu ya, untuk mengetahui kelanjutan ceritanya😗

"Emang bener ya? Rakha secuek itu?"

❤‍🔥❤‍🔥

     Tak banyak yang menyukai Rakha karena sikap dinginnya melebihi kutub utara. Begitu pikir Mala dulu. Namun, sikap cueknya ini mampu membuat Mala jatuh cinta. Sikap dinginnya tak memengaruhi keterangannya di kalangan cewek-cewek sedikitpun. Tetap saja banyak cewek yang naksir, meskipun Rakha selalu mengabaikan mereka. Mala bersiasat untuk selalu nempel pada Rakha. Menegaskan bahwa laki-laki itu miliknya.

Tak banyak perubahan yang terjadi dari status berteman menjadi pacar. Bedanya hanya terkadang Rakha mengantar jemputnya. Selebihnya tak ada. Rakha hanyalah cowok dingin yang irit bicara padanya.

❤‍🔥❤‍🔥

Kening Mala berkerut, kedua alisnya bertaut. Pulpen berwarna biru digerakkan oleh jari jemari tangan gadis yang duduk di meja paling depan tepat di depan meja guru, Yap siapa lagi kalau bukan Mala. Kedua bola mata Mala sesekali menatap kearah papan tulis putih yang sudah berlumuran tinta hitam tulisan.

Jam pelajaran Kimia pun berakhir, waktunya pergi ke kantin karena sedari tadi perut Mala sudah berbunyi seolah-olah berteriak "ayo isi aku"

"Mal!"

Mala menengok kearah sumber suara. Rupanya Junior, cowok berparas tampan berketurunan Jerman yang sudah lama menaksir Mala. Penyuka Nasi goreng.

"Kenapa? Mau bayar kas?" Tebak Mala saat Junior mulai menghampirinya. Bagaimana tidak? Junior sudah menunggak lebih dari 3 bulan. Menyebalkan bukan?

Mala menjadi bendahara di kelasnya menggantikan bendahara sebelumnya yang sempat korupsi uang kelas.

"Enggak. Gue cuman mau ngajak lu pulang bareng entar" Ucap Junior dengan entengnya.

Junior ini buta atau bagaimana?
Jelas-jelas Mala dan Rakha sudah pacaran hampir genap satu tahun dan seluruh siswa di sekolah ini tahu.

"Cie, dianterin Junior balik. Di iyain dong, La" Celetuk Violita membalas pertanyaan Junior yang di lontarkan pada Mala.

"Vio? Kok lu malah dukung dia sih. Kan gue udah punya Rakha!" Ucap Mala dengan menggenggam lengan Violita sebelah kanan.

"Ya gapapa dong? Lagian Rakha tuh manusia kulkas, La. Kok lu betah sih pacaran sama dia? Sampe setaun lagi. Mending Junior ke mana-mana. Udah ganteng kapten tim basket. Idola cewek-cewek lagi. Kalo lo sama Junior pasti jadi best couple" Ucap Violita mendukung hubungan Mala dan Junior agar lebih dari sekedar teman.

"Gak. Gue pacar Rakha, gue cintanya cuma sama Rakha"

"Emang dasar ya cinta itu buta"

"Kalau lo mau, pacaran aja sama Junior" Ucap Mala berjalan meninggalkan Violita dan Junior.

"Idih ogah. Mala, tunggu! Kok gue ditinggalin sih. Mala! Gara-gara lo tau gak! Hih" Violita menginjak kaki Junior hingga membuat nya mengaduh kesakitan.

"Aduh, kok jadi gue sih?"

Violita pun berlari mengejar Mala yang udah berjalan lebih dulu.

❤‍🔥❤‍🔥

Kini, mereka berada di kantin. Banyak siswa siswi yang duduk duduk di bangku kantin dengan makanan dan minuman yang mereka pesan. Mala pun menatap ke sekeliling mencari-cari tempat duduk yang kosong.

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang