Mala memilih untuk tidak masuk sekolah sejak kejadian kemarin dirinya bertengkar dengan Rakha dan saat ini dirinya kurang enak badan. Tak ada yang mengkhawatirkan keadaannya kali ini, kecuali papanya. Mala hanya bisa menghela nafas, mengambil segelas air dan meneguk obat dari dokter. Mala memilih beristirahat total hari ini, berbaring diatas kasurnya dan mulai membuka ponsel pipih miliknya. Tak ada notifikasi chat dari siapapun termasuk Rakha, entah lah dirinya enggan untuk memulai percakapan dengan pacarnya itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kening Mala berkerut bagaimana Junior bisa tahu bahwa Mala tidak masuk sekolah saat ini karena sakit, siapa yang memberi tahunya? Mala pun kemudian mengetik balasan pada Junior.
Mala tak mengerti kenapa Junior begitu perhatian pada Mala, sedangkan pacarnya sendiri malah mengabaikannya. Mala tak mau berpikir macam-macam dulu, dirinya tahu hatinya berlabuh untuk siapa bukan untuk lelaki lain.
Junior : 𝘏𝘦𝘭𝘭𝘰, 𝘮𝘢𝘭? 𝘓𝘰 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘭𝘦𝘴 𝘤𝘩𝘢𝘵 𝘨𝘶𝘦?
Mala tak membalas chat dari Junior, dia memilih untuk menonton film di ponselnya mengabaikan pesan dari Junior. Tak lama selang itu, ada chat masuk lagi.
"Banyak banget sih, giliran gue nggak masuk aja pada banyak yang chat" Gerutu Mala. 𝘛𝘪𝘯𝘨𝘨𝘨...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mala terkejut saat mendapati bahwa yang mengiriminya pesan dengan kontak nama Bryan Alexander, sontak kedua mata Mala berbinar karena tumben abangnya ini mengirim nya pesan. Mala tersenyum.