"Abang balik dulu ya, la. Kamu jaga diri baik-baik, jangan ngebantah papa. Abang do'ain kamu bisa ke Universitas impian kamu" Ucap Bryan sebelum berpisah di bandara sambil memeluk erat Mala.
"Abang disana jaga diri baik-baik ya. Mala pasti bakal kangen sama abang, bang Bryan juga kalo udah nyampe kabarin ya" Ucap Mala melepas pelukannya.
Bryan mengangguk lalu mengelus pucuk kepala Mala dan menciumnya, Bryan berjalan melewati ekskalator meninggalkan Mala yang masih berdiri disana. Lalu melambaikan tangan kearahnya, Mala hari ini mengantarkan Bryan ke bandara untuk penerbangannya kembali ke Swiss. Setelah selesai mengantarnya, Mala memutuskan untuk pergi dari bandara dan mengendarai mobilnya. Kali ini, Mal tidak ingin langsung pulang. Dirinya memilih untuk pergi ke supermarket untuk membeli beberapa snack sebagai cemilannya.
Saat berjalan memilih-milih snack, Mala lalu melangkah menuju kasir untuk membayar barang belanjaannya.
"Totalnya jadi tiga puluh delapan ribu kak" Ucap pegawai toko supermarket tersebut.
"Baik, kak. Sebentar ya" Ucap Mala mengeluarkan uang dari dompetnya. Namun, karena dengan gugup tiba-tiba dompet Mala terjatuh hingga membuat uangnya berjatuhan ke lantai.
"Yah, pake segala jatuh segala lagi" Ucap Mala memunguti uangnya.
"Ini mbak" Ucap Mala menyodorkan satu lembar uang berwarna biru. Selesai itu, Mala kembali ke mobil dan mengendarai mobilnya untuk menuju ke rumah. Tak lama kemudian, dirinya sampai di rumah. Mala masuk dan mengucapkan salam, disana sudah ada Adrian yang tengah duduk di kursi sofa.
"Papa, udah pulang?" Tanya Mala menjabat tangan papanya.
"Udah sayang, oh iya. Papa boleh ngobrol penting sama kamu?" Tanya Adrian.
"Em, boleh pah. Ngobrolin apa ya?" Tanya Mala.
"Kamu mau nggak kalau papa nikah lagi dan kamu punya mama baru?" Tanya Adrian, terlihat Mala takut untuk menjawab pertanyaan dari dirinya.
"Aku sih nggak begitu keberatan sih pah, tapi aku juga nggak bisa minta papa sama mama rujuk lagi kan? Tapi kalau menurut papa itu bikin papa bahagia, Mala nggak papa kok. Mala dukung" Jawab Mala menggenggam tangan Adrian.
"Terima kasih ya, sayang. Nanti kapan-kapan papa kenalin ke kamu, orangnya baik banget. Cantik kayak kamu" Ucap Adrian memeluk Mala dari samping.
"Emang kapan pah, mau dikenalin ke Mala?" Tanya Mala.
"Secepatnya" Ucap Adrian.
"Yaudah, kalo gitu Mala ke kamar dulu ya pa" Ucap Mala berjalan menaiki anak tangga. Mala merebahkan tubuhnya keatas kasur dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah akibat aktivitas nya yang padat hari ini.
❤🔥
Pagi ini Mala berangkat ke sekolah lebih awal dari biasanya. Menggunakan mobil audi pink miliknya untuk pergi kesekolah karena hari ini hujan, menyebabkan bukan? Setelah sampai di sekolah Mala membuka pintu mobilnya menepuk keningnya, bagaimana bisa dia lupa membawa payung?
"Eh, gimana nih?" Ucapnya menutupi rambutnya dengan menggunakan tangan.
"Butuh bantuan?" Tanya Junior memayungi Mala.
"Eh, boleh deh" Jawabnya.
Mala lalu berjalan menggunakan satu payung bersama Junior menembus derasnya hujan.
"Betah ya lo kayaknya" Ucap Junior.
"Apaan?"
"Tuh, buktinya udah nyampe nggak di lepas-lepas" Ucap Junior melirik tangan Mala yang masih memegang gagang payung diatas tangan Junior.
"Ih, apaan nggak! Rese' lo ah"
"Gapapa kali, gue suka lo lama-lama sama gue" Ucap Junior tersenyum.
"Idih, yaudah gue mau ke kelas dulu. Bye" Ucap Mala berjalan meninggalkan Junior.
"Iya, terima kasih. Sama-sama" Ucap Junior.
Mala berjalan menuju kelasnya dengan hentakan agak keras melewati koridor sekolah, langkahnya terhenti di kelas XII-IPA 1 karena kelas Mala melewati kelas Rakha. Pandangannya buyar saat menatap Rakha yang tengah asik mengobrol dengan seorang cewek.
"Hai, sayang" Sapa Mala.
"Kamu kenapa basah kuyup gini?" Tanya Rakha.
"Kamu nggak liat? Ini hujan? Emang kamu nggak kebasahan?" Tanya Mala heran dengan baju seragam Rakha yang kering.
"Enggak, kan aku pake jas hujan terus pake payung kesini" Ucap Rakha.
"Oh, iya sih. Aku tadi nebeng sama Junior, hehe" Ucap Mala cengengesan.
"Oh" Jawabnya singkat.
"Oh, iya mana gelang yang mau kamu kasih ke aku?" Tanya Mala menengadahkan tangannya.
"Lupa, la"
"Ih, kamu gimana sih? Aku udah excited banget padahal" Kesal Mala.
"Bercyanda.. Bercyanda... Ini nih aku kasih buat kamu" Jawab Rakha.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Inisialnya aku kasih 'R' biar orang-orang tau kalo kamu punya aku, karena R artinya Rakha" Ucap Rakha menaruh gelang itu di atas tangan Mala.
"Ih, bagus banget sayang. Aku suka!"
"Sini, aku pakein" Ucapnya memakaikan gelang pemberiannya pada pergelangan tangan Mala.
"Makasih banget, sayangnya Mala. Aku bakal pake terus gelang ini, nggak boleh di lepas-lepas" Ucapnya lalu memeluk Rakha dari samping.
"Iya, sama-sama" Balas Rakha.
"Yaudah, aku ke kelas dulu ya pangeran tampanku" Ucap Mala memberikan ciuman di pipi kanan Rakha. Rakha hanya bisa tersenyum tipis menyaksikan tingkah lucu Mala.