73. Tanda Tanya?

1.7K 105 8
                                        

❤‍🔥❤‍🔥❤‍🔥

Setelah mendengar berita di televisi, Mala bergegas menuju ke rumah Rakha untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keadaan Rakha saat ini. Saat tiba, air mata mama Rakha tidak bisa di bendung. Mala memeluk mama Rakha yang menangis akibat mendengar berita di televisi, terlebih semua korban dinyatakan hilang belum di temukan.

"Mala.... "

"Tante, tante tenang dulu ya tan. Pasti Rakha sebentar lagi di temukan" Ucap Mala memeluk mama Rakha yang menangis terisak.

"Gimana keadaan Rakha la, tante takut Rakha nggak bisa di temuin" Ucap mama Rakha.

"Enggak, tan. Tante tenang aja"

"Ayo, sekarang kita kesana susul Rakha" Ucap mama Rakha menarik tangan Mala menuju ke lokasi jatuhnya pesawat yang tak jauh dari Jakarta.

"Iya tante" Ucap Mala.

Mala dan mama Rakha masuk ke dalam mobil, lalu kemudian langsung menuju ke lokasi kejadian. Sesampainya disana semua keluarga korban menangis dan berteriak histeris menanyakan bagaimana kondisi semua penumpang.

"Tenang, ya bu. Tim SAR masih berusaha mencari korban. Ibu di mohon bersa𝘣𝘢𝘳 terlebih dulu" Ucap polisi pada seorang ibu-ibu yang tengah menangis histeris.

"Pak, tapi anak saya nggak apa-apa kan pak? Ya Allah, Dion. Semoga kamu selamat nak" Ucap ibu-ibu itu memanggil nama anaknya.

Mama Rakha mendekat pada polisi yang berdiri tak jauh dari dirinya.

"Pak, anak saya bagaimana ya pak?"

"Baik ibu, siapa nama anak ibu? Dan bagaimana ciri-cirinya? Bisa ibu jelaskan?"

"Nama anak saya Rakha pak, dia kalo nggak salah berangkat tadi pake hoodie warna hitam, celana jeans robek bagian lutut berwarna hitam juga sepatu air jordan warna silver. Tolong dicarikan ya pak, saya takut anak saya kenapa-napa" Ucap mama Rakha.

"Baik, bu. Tim SAR masih berusaha, kemungkinan korban bisa di temukan besok lusa karena masih banyak sekali jumlah penumpang yang jatuh dari pesawat. Saat ini tim SAR masih berusaha mencari, ibu di mohon sabar. Boleh saya minta nomor ibu buat di hubungi bila korban sudah di temukan?"

"Baik, pak"

Mala dan mama Rakha mundur beberapa langkah dari lokasi saat mendapati tim SAR membawa korban yang dibawa menggunakan cargo jenazah. Dan korban mulai di lakukan sidik jari untuk mengecheck nama korban dan juga menghubungi keluarga korban.

"Rakha?"

Mama Rakha membuka resleting yang membungkus korban dan dilihat bukan Rakha.

"Sabar, tan. Rakha pasti bisa di temuin"

"Tante takut Rakha nggak bisa di temuin, la"

"Tante, yang sabar. Aku yakin Rakha nggak kenapa-napa, meskipun aku juga khawatir" Ucap Mala mengelus punggung mama Rakha.

Akhirnya, Mala membawa mama Rakha untuk kembali ke rumah karena kepalanya mulai pusing melihat mayat-mayat yang berserakan. Mala mengendarai mobil mama Rakha dan mama Rakha tertidur di samping kemudi Mala.

Sesampainya di rumah, Mala langsung bergegas pulang dan mengistirahatkan tubuhnya yang kecapekan akibat kesibukannya hari ini. Mala terlelap di tidurnya.

Keesokan hari nya, Mala mulai beraktifitas seperti biasa belum ada konfirmasi dari polisi mengenai keberadaan Rakha saat ini. Mala mengecheck ponselnya tidak ada notifikasi sama sekali dari Rakha. Kedua matanya sembab akibat semalaman menangis.

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang