❤🔥❤🔥
Suara dentingan sendok terdengar di meja kantin, tak ada perbincangan di antara ketiga cowok yang tengah melakukan aktifitas makan tersebut.
"Jadi, gimana keadaan cewek lo, Rak?"
Afan memulai perbincangan diantara mereka, Rakha mendongak dan meletakkan sendoknya di mangkok bakso. Tatapannya sedu, dia berfikir sejenak.
"Udah mendingan. Tapi, dia nggak inget gue" Ucap Rakha kembali melanjutkan makannya.
"Serius, lo?"
Rakha mengangguk, membuat mereka berdua tidak percaya bahwa Mala amnesia.
"Berarti Mala nggak inget kita dong? Mala amnesia?"
"Iya dodol, udah dibilangin juga" Ucap Afan menyentil kening Eby. Eby mengelus keningnya. Mereka pun melanjutkan aktifitas makan, tak lama kemudian datanglah cewek berambut panjang terurai dengan aksesoris pita di rambutnya.
"Hai, sayang" Sapa Violita lembut.
"Sayang?"
"Lo selingkuhin Mala, Rak?" Tanya Eby.
"Lo ngapain sih kesini?" Ucap Rakha menepis tangan Violita yang mencoba merangkul bahunya.
"Rakha, kamu lupa kalau?"
"Udah diem. Nggak, gue nggak lupa. Mau apa lo kesini?" Tanya Rakha sedikit emosi.
"Rak, lo bisa jelasin ke kita kan?" Ucap Eby.
"Panjang, nanti gue ceritain"
"Aku mau makan, boleh gabung sini kan?" Ucap Violita dengan nada manja. Violita berdiri dan memesan makanan, lalu kembali bergabung dengan mereka bertiga. Tak ada perbincangan serius diantara mereka, hanya ada suara dentingan sendok hingga bel masuk berbunyi.
"Pulang nanti, kita jenguk Mala yuk" Ajak Afan.
"Gue nggak ikut deh, lo berdua aja" Ucap Rakha
"Kenapa lo? Mau pacaran sama Vio?" Tanya Eby.
"Nggak. Bokapnya Mala nggak bolehin gue buat jenguk dia" Ucap Rakha, Afan pun merangkul bahu Rakha.
"Udahlah, man. Lo juga nggak sepenuhnya salah, kata gue sih lo harus jelasin ke bokapnya kalo ini semua bukan salah lo. Udah lo ikut aja, biar selamet dari nenek lampir itu" Ucap Afan menepuk bahu kanan Rakha.
"Thanks guys. Kalian selalu ada buat gue" Ucap Rakha terlihat ingin meneteskan air mata. Rakha dan teman-temannya masuk ke dalam kelas saat mereka telah selesai makan.
🤍
"Rakha, aku ikut"
"Dih cabe-cabean, lo kenapa ikut sih?" Protes Afan. Violita pun terlihat kesal mendengar perkataan Afan barusan.
"Kenapa sih, pacar-pacar gue" Ucap Violita berbangga diri.
"Idih, pede gylak" Sergap Afan.
"Sinting lo" Balas Eby.
Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit Amanda, tempat dimana Mala dirawat. Dengan membawa buah, dan beberapa makanan untuk Mala supaya dia cepat sembuh dari sakitnya. Violita di bonceng Rakha sementara Eby dengan Afan mengendarai motor sport mereka menuju rumah sakit.
Rakha dan teman-temannya masuk kedalam ruangan rawat inap, karena Mala sudah dipindahkan dari ruang UGD ke ruang rawat inap. Saat, masuk Mala terkejut karena beberapa teman sekolahnya menjenguknya.
"Hai, La?"
"Kalian siapa?" Tanya Mala kebingungan. Kali ini Mala ditemani suster yang setia menemani Mala saat Adrian pergi bekerja, Teman-teman Mala sudah mendapatkan izin untuk menjenguknya dari Adrian.
"Kita temen sekolah lo. Gimana keadaan lo?" Tanya Afan sembari menaruh buah diatas meja.
"Angel?"
"Bukan, la. Ini Violita" Ucap Rakha mengoreksi ucapan Mala.
"Iya la, gue Violita. Kita sahabatan udah lama banget. Gue juga pacarnya Rakha" Ucap Violita merangkul erat tangan Rakha.
"Lo apa-apaan sih? Bilang gitu di depan Mala" Ucap Rakha melepas tangan Violita dari lengannya.
"Kita kan emang pacaran" Ucap Violita melotot kearah Rakha, lalu Rakha hanya bisa pasrah dengan perbuatan Violita terhadapnya.
"Kalian pacaran?" Tanya Mala.
"Iya"
"Enggak" Jawab Rakha.
"Aduh, kepalaku pusing" Ucap Mala memegangi kepalanya.
"La, kamu nggak papa?" Tanya Rakha melepas tangan Violita dan bergerak mengusap rambut Mala.
"Sebaiknya pasien jangan disuruh mengingat banyak hal dulu, ya. Ingatannya belum bisa kembali normal" Ucap suster yang berdiri disamping ranjang Mala.
Rakha menghela nafas panjang, Rakha melihat gadisnya mulai tertidur nyenyak.
"Cepet sembuh ya, sayang" Ucap Rakha mengelus rambut Mala. Seketika, tangan Rakha ditarik oleh Violita dan menatap tajam kearah Rakha.
"Yaudah deh, Rak. Kita balik duluan ya, keburu sore. Lo mau ikut balik?" Tanya Eby.
"Kalian duluan aja, kasian Mala nggak ada yang jagain. Gue masih mau disini, papanya juga belum pulang kerja" Ucap Rakha.
"Yaudah gue cabut ya, lo kalo ada apa-apa telfon kita aja. Kita selalu ada buat lo" Ucap Afan menepuk bahu Rakha.
"Iya siap"
Afan dan Eby berjalan meninggalkan ruangan Mala, meninggalkan Rakha dan Violita yang masih tertinggal disana. Rakha memilih duduk disebelah ranjang Mala, dan menggengga tangan Mala cukup erat seraya menatapnya.
"Bisa nggak sih lo nggak usah mesra-mesraan didepan gue?" Tanya Violita melipat kedua tangannya di bawah dada.
"Lo bisa diem nggak? Lo kalo risih balik duluan aja!" Bentak Rakha, Violita mendengus kesal.
𝘎𝘶𝘦 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘪𝘯𝘨𝘬𝘪𝘳𝘪𝘯 𝘭𝘰, 𝘓𝘢. 𝘎𝘶𝘦 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘭𝘪𝘢𝘵 𝘭𝘰 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘱𝘦𝘵𝘪𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘰 𝘮𝘢𝘶 - Violita.
"Kali ini lo bisa bahagia, tapi nggak buat hari berikutnya" Ucap Violita memutuskan untuk pergi dari ruangan Mala.
𝙿𝚒𝚌𝚝 𝚍𝚒𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚏𝚘𝚝𝚘 𝚅𝚒𝚘𝚕𝚒𝚝𝚊 𝚢𝚊✨
KAMU SEDANG MEMBACA
Basmalah Nigista
Fanfic𝘙𝘢𝘬𝘩𝘢 𝘗𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘢. 𝘊𝘰𝘸𝘰𝘬 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘫𝘪 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘉𝘢𝘴𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘕𝘪𝘨𝘪𝘴𝘵𝘢 𝘎𝘳𝘢𝘭𝘪𝘯𝘥. 𝘏𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱�...
