❤🔥❤🔥
"Ngel, lo masih marah sama gue?"
Tanya Mala melihat Angel yang baru datang dengan raut wajah datar. Mala kembali menatap lurus kedepan, lalu Angel duduk disampingnya.
"Gue nggak marah sama lo" Jawab Angel. Mala pun bernafas lega, ternyata Angel tidak marah kepadanya sejak kejadian di ruang musik waktu itu. Mala tersenyum senang.
"Lagian, buat apa sih la kita marahan? Nggak ada untungnya juga buat gue" Ucap Angel.
"Makasih ya, ngel. Lo udah nggak marah lagi sama gue, tapi soal band kita gimana? Violita masih mau balik lagi kan ke band?" Tanya Mala, Angel yang hendak membuka tasnya akhirnya tidak jadi karena mendapat pertanyaan dari Mala.
"Violita nggak balik ke band, dia nggak mau. Katanya mau pindah ekskul" Jelas Angel.
"Pindah ekskul? Kita cari pengganti Violita dong?"
"Iya, entar aja kita bagi-bagi brosurnya"
Mala mengangguk sebagai jawaban, tak lama kemudian bel pun berbunyi dan para siswa mulai mengikuti pelajaran pertama. Selang beberapa menit, guru pun masuk ke dalam kelas XI-IPA 5 untuk memberikan pelajaran hari ini. Setelah selesai pelajaran pertama, memasuki jam pelajaran kedua yakni pelajaran matematika. Karena guru mata pelajaran berhalangan hadir, akhirnya siswa di berikan tugas untuk dikerjakan hari ini dan di kumpulkan.
"Mumpung guru matematika nya nggak hadir, gimana kalo kasih brosur buat nyari pengganti Violita?" Ujar Mala mengeluarkan brosur ekstrakurikuler musik pada Angel.
"Oke"
Mala dan Angel pun melangkah ke belakang dan membagikan brosur ke satu per satu siswa yang ada di dalam kelas mereka. Saat melangkah melewati bangku Violita, kaki Mala tiba-tiba tersandung. Hingga membuat Mala jatuh ke lantai.
"Ups, sorry. Abisnya gue nggak liat lo jalan, lagi pula. Nggak akan ada yang bisa gantiin posisi gue" Ucap Violita dengan nada sombongnya.
"Oh, ya? Kita liat aja" Ucap Mala memberikan brosur itu didada Violita. Mulut Violita menganga tak percaya dengan yang Mala lakukan barusan. Setelah selesai membagikan brosur, Mala dan Angel kembali ke tempat duduk mereka. Lalu mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru matematikanya di grup whatsapp.
Jam istirahat berbunyi, para siswa berhamburan keluar kelas untuk menuju kantin. Mala dengan langkah kecilnya berjalan menuju kelas Rakha untuk mengajaknya ke kantin bersama.
"Hai, sayang?" Sapa Mala lembut saat melihat Rakha keluar dari kelasnya diikuti Afan dan Eby yang mengekor di belakangnya.
"Hai juga sayang. Tumben lo ke kelas kita" Jawab Afan dengan gaya tengil khasnya.
"Apasi sih lo, sok asik deh. Gue nyapa pacar gue, bukan lo. Yaudah sih, gue mau ngajak Rakha ke kantin bareng. Kenapa? Masalah?" Ucap Mala dengan nada sewot.
"Iya masalah, kenapa?"
"Ih, ngeselin! Udah ah, yuk sayang kita ke kantin" Ucap Mala menggandeng tangan Rakha tak lupa sebelum melangkah dirinya menginjak kaki Afan hingga membuat Afan kesakitan.
"Bocah nggak ada akhlak!"
Mala tertawa saat berjalan beriringan dengan Rakha lalu Rakha mengelus kepalanya pelan, sesampainya di kantin Mala memesan semangkuk mie ayam dan jus melon sementara Rakha memesan soto ayam dan orange jus.
"Tadi, aku pas pelajaran matematika jam kos tau. Niatnya mau apelin ke kelas kamu, pas mau ke kamar mandi. Eh ternyata, kelas kamu ada jam pelajaran olahraga. Aku gatau" Ucap Mala bercerita pada Rakha yang tengah menyantap soto ayamnya.
"Iya, tadi kelas aku jam olahraga soalnya. Emang nggak di kasih tugas sama gurunya?" Tanya Rakha.
"Dikasih"
"Terus? Nggak di kerjain? Kok malah bolos pelajaran?" Ucap Rakha mencolek hidung Mala saat Mala hendak memakan mie ayamnya.
"Udah selesai, Rakha Permana" Jawab Mala.
Dari arah kejauhan terlihat ada yang mengawasi mereka berdua yang tengah asik makan, yaitu Junior. Junior tak henti-hentinya menatap Mala yang tengah makan bersama Rakha, saat dirinya hendak berdiri tiba-tiba saja.
"Aduh, gimana sih? Kalo jalan pake mata dong, nggak liat apa ada orang lewat?" Ketus seorang cewek yang minumannya tumpah akibat disenggol oleh Junior.
"Eh, sorry-sorry. Jangan marah-marah gitu dong, iya gue ganti minuman lo" Ucap Junior meminta maaf pada cewek tersebut.
"Ini bukan masalah gantinya ya, mentang-mentang lo kaya aja belagu tau nggak. Gue nggak butuh duit lo. Makan tuh" Ucap cewek itu lalu menyiram sisa minuman yang ada di gelas plastik kearah wajah Junior.
"Kok lo di tolongin malah nyolot sih?" Ucap Junior dengan nada tinggi lalu menggebrak meja kantin. Mala dan Rakha yang tengah asik makan, tiba-tiba saja perhatiannya beralih ke arah keributan yang terjadi di kantin.
"Siapa sih? Kok ribut-ribut? Ganggu orang makan aja" Tanya Mala mengintip siapa yang tengah berbuat ulah di kantin.
"Udahlah, nggak usah di pikirin. Nggak penting juga, udah kamu makan aja punya kamu keburu dingin. Nanti nggak enak" Ucap Rakha.
"Iya-iya bawel" Jawab Mala.
"Mau aku suapin?" Tanya Rakha tiba-tiba.
Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba saja Rakha menawarinya untuk disuapin. Sontak saja mata Mala bersinar, lalu tersenyum dan mengangguk. Rakha meraih sendok Mala, dan mulai menyuapi nya. Lalu mengelus pucuk kepala Mala, benar-benar romantis Rakha ini. Ternyata janjinya dia tepati, kulkas sedingin sepuluh pintu itu bisa cair juga.
Setelah selesai makan, bel masuk pun berbunyi. Mala dan Rakha berpisah, untuk masuk ke kelasnya masing-masing melanjutkan jam pelajaran berikutnya. Pulang sekolah kali ini, Mala dan Angel ada ekstrakurikuler musik. Keduanya bergegas untuk menuju ruang musik, dan ada beberapa siswa yang mencalonkan diri menggantikan posisi Violita. Mala menyeleksi satu persatu terhitung ada lima belasan siswa yang mencalonkan diri sebagai drummer.
"Oke, pengumumannya siapa yang kepilih. Aku umumin besok ya"
"Iya" Jawab semua siswa yang ada di ruang musik.
Sekitar setengah jam berlalu, Mala memutuskan untuk pulang duluan. Mala berjalan ke ruang OSIS tempat ekstrakurikuler Rakha. Semua siswa yang berada di dalam, berhamburan satu per satu. Rakha terlihat berjalan beriringan dengan seorang gadis yang Mala mengetahui siapa gadis itu. Kedua alisnya bertaut, melihat Rakha berbincang-bincang dengan gadis tersebut. Otak Mala tiba-tiba mendidih.
"Violita? Ngapain dia di ruang OSIS?" Ucap Mala bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Lalu berjalan menghampiri mereka.
"Violita?"
"Sayang? Kamu udah selesai ekstrakurikuler nya?" Tanya Rakha saat mengetahui Mala sudah berada di depannya.
"Iya, udah. Vio, lo ngapain di ruang OSIS sama-"
"Oh, Violita. Dia ikut ekskul" Jawab Rakha.
"Hah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Basmalah Nigista
Fiksi Penggemar𝘙𝘢𝘬𝘩𝘢 𝘗𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘢. 𝘊𝘰𝘸𝘰𝘬 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘫𝘪 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘉𝘢𝘴𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘕𝘪𝘨𝘪𝘴𝘵𝘢 𝘎𝘳𝘢𝘭𝘪𝘯𝘥. 𝘏𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱�...
