47. Gelang Tangan

2.1K 160 8
                                        

❤‍🔥❤‍🔥❤‍🔥

"Pagi pacar orang" Sapa Junior berjalan beringinan disamping Mala yang tengah menaiki anak tangga.

"Dih, apaan sih lo. Pagi-pagi udah gombalin orang aja. Dah mandi lu?" Ucap Mala mencubit lengan Junior.

"Udah lah. Kenapa nanyain? Mau ngajak mandi bareng? Yaudah ayok!" Ucap Junior menarik tangan Mala.

"Eh, ih! Apaan sih! Lepasin nggak! Gue aduin Rakha lo ntar" Pekik Mala menepis tangan Junior.

"Dih, mainnya ngadu. Oh iya Mal, gue ada gelang buat lo" Ucap Junior mengeluarkan gelang dari dalam sakunya dan memberikan gelang berwarna hitam tersebut pada Mala.

"Apaan nih?"

"Gelang" Jawab Junior.

"Ya gue tau. Maksud gue dalam rangka apa lo ngasih gue gelang?" Tanya Mala.

"Dalam rangka sebagai temen. Kalo sebagai pacar juga nggak mungkin banget kan lo nggak bisa terima gue. Udah pake aja, kebanyakan nanya lo ah" Jawab Junior.

"Tumben banget lo perhatian ke gue" Ucap Mala.

"Sini gue pakein. Lo nggak nyadar selama ini gue perhatian ke lo? Lo nya aja yang nggak peka" Ucap Junior.

"Hehe. Sorry, tapi gue nggak bisa bales cinta lo" Jawab Mala.

"Iya, gue tau"

Junior memakaikan gelang pada Mala, lalu Mala mengucapkan terima kasih pada Junior dan lanjut masuk ke dalam kelas. Kelas pun dimulai, jam pelajaran pertama adalah pelajaran kimia. Pelajaran paling tidak di sukai Mala karena hanya membuatnya mengantuk, ditambah lagi hari ini ada ulangan dadakan. Para siswa mulai masuk saat jam pelajaran berbunyi dan semuanya bersiap-siap menghadapi ulangan.

Selesai jam pelajaran kimia, para siswa kelas XII - IPA 5 melanjutkan pelajaran selanjutnya. Bel berbunyi tanda istirahat pertama, para siswa berhamburan keluar kelas. Mala dan Angel memilih untuk segera ke kantin untuk mengisi perutnya yang lapar sedari tadi. Pandangannya menyapu seisi kantin yang ramai mencari sosok Rakha apakah dirinya juga ke kantin hari ini? Atau lebih memilih untuk ke ruang OSIS.

"Ngel, gue ke cowok gue dulu ya. Lo pesen aja ntar gue nyusul" Ucap Mala menepuk bahu Angel dan berjalan pergi meninggalkannya.

"Oke, la"

Mala berjalan kearah Rakha yang tengah duduk bersama Afan dan Eby dengan duduk memutar mengelilingi meja.

"Anjir, lo tau nggak? MU kemaren menang cok!" Teriak Afan sambil memakan gorengan.

"Serius lo?" Tanya Eby.

"Serius anjir lawan liverpool 7-0 gila! Nggak sia-sia gue begadang, jagoan gue menang" Ucap Afan bersorak ria.

"Jagoan gue kalah lagi, aelah"

Rakha hanya diam dan melihat kedua temannya yang tengah asik mengobrol tentang bola. Mala yang datang seketika menepuk bahu Rakha dari belakang sehingga membuat Rakha sedikit terkejut.

"Hai, sayang"

"Aduh, bu bos dateng. Mau ngapain? Ikut gabung juga?" Tanya Afan yang tumben terlihat lembut.

"Iya. Boleh kan gue gabung sini?" Tanya Mala.

"Boleh. Asal lo bayar makanan kita ya" Ucap Eby.

"Dih, apaan. Emang gue mau traktir kalian? Enggak ah!"

"Duh, mal. Itung-itung, sekali-sekali lo traktir kita" Ucap Afan.

"Nggak!"

Mala duduk disamping Rakha lalu merangkul lengan kekar milik Rakha cukup erat, seperti meminta perlindungan dari sang pacar.

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang