5. Kotak Bekal Cinta

4.4K 206 2
                                        

Tanpa kata,tanpa Nada
Dalam sunyi tanpa suara
Rintik hujan mengisyaratkan cinta.

❤‍🔥❤‍🔥

Pagi ini, cuaca kurang bersahabat, gerimis mengguyur Jakarta. Mala kali ini tidak membawa motor kesayangannya untuk menuju ke sekolah, dia meminta Rakha untuk menjemputnya.

Mobil merah sport lamborghini itu mulai terlihat di depan pagar rumah Mala.

"Pah, Mala berangkat dulu ya. Udah di jemput sama Rakha"

"Iya sayang, hati-hati ya" Balas Adrian dari dalam rumah.

Mala pun berjalan di bawah payung dan melangkah menuju mobil Rakha. Mala lalu duduk manis disebelah Rakha yang fokus mengemudi. Sesekali melirik cowok berbahu lebar disampingnya, melirik lengan yang terlihat kokoh memegang kemudi. Rakha selalu terlihat keren dengan seragam sekolah, apalagi hari ini Rabu. Atasan polos berwarna krem kontras dengan celana yang berwarna hitam.

"Tumben naik mobil"

"Hujan, La"

"Gak pake jaket?"

"Ada di belakang"

"Kamu malas ya, jemput aku?" Tanya Mala pada Rakha.

"Enggak"

"Tuh jawab nya gitu gak ada romantisnya"

"Biasanya juga begini" Balas Rakha, lalu tangan kirinya mulai mengusap kepala Mala. Hal-hal kecil seperti ini yang mampu membuat Mala semakin cinta. Rakha tidak seperti yang dikatakan orang-orang si manusia dingin ini berhasil mencair di tangan Mala. Jadi tidak benar bukan apa yang di katakan Violita dan teman-temannya yang lain bahwa Rakha ini cowok cuek?

Andai saja Violita di posisi Mala pasti merasakan hal yang sama.

𝘌𝘩, 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘥𝘶𝘭𝘶. 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬-𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘤𝘰𝘸𝘰𝘬 𝘬𝘶 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘨𝘪. 𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢, 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘩 𝘭𝘰 𝘔𝘢𝘭𝘢?

Mala pun menggeleng cepat membuyarkan lamunannya yang sangat tidak masuk akal.

Sampai sekolah, mereka masih saling diam. Mala berharap Rakha mengajaknya bicara, tapi ternyata Rakha tetap 𝘴𝘵𝘢𝘺 𝘤𝘰𝘰𝘭. Sesekali Mala ingin di bujuk dan bermanja ria bersama Rakha, tapi sepertinya itu mustahil.

"Jangan diem aja, dong" Seru Mala mulai menaiki anak tangga sembari menggandeng perggelangan tangan yang dia pikir tangan Rakha, tapi ternyata salah orang.

"Eh sorry" Ucap Mala mendapati tangan Junior yang dia pegang.

"Kenapa, Mal? Mau ke kelas bareng? Yaudah ayok!"

"Enggak! Najis. Gue salah orang gue kira tadi tangan Rakha" Ucap Mala membela diri. Rakha hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata apapun.

"Tangan gue mirip kali sama Rakha. Jadi nya lo pegang-pegang tangan gue. Santai aja kali, La"

Bulu kuduk Mala tiba-tiba berdiri, tangannya meraih jari jerami Rakha dengan sigap dan membawa laki-laki itu pergi dari hadapan Junior.

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang