𝘞𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵, 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯.
𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪, 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘢𝘯𝘶𝘨𝘦𝘳𝘢𝘩? 𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘴𝘢𝘵. 𝘉𝘪𝘭𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩.
❤🔥❤🔥
"Permisi kak, atas nama kak Mala ya?" Tanya seorang pelayan cafe ini membawa sebuah kotak kardus. Kening Mala berkerut, bukannya harusnya yang mengantarkan kotak Mala itu ojek online ya? Kok bisa ditangan pelayan?
𝙰𝚑 𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗𝚐 𝚘𝚓𝚎𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚞𝚕𝚒𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚖𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚘𝚜𝚒𝚜𝚒 𝙼𝚊𝚕𝚊, 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚍𝚒𝚊 𝚝𝚒𝚝𝚒𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗.
"Iya, mbak. Tadi yang nyuruh mbak buat anterin ke saya siapa ya?" Tanya Mala.
"Tukang ojek mbak" Ucap pelayan perempuan itu lalu pergi setelah memberikan kotak kardus yang berisi entah apalah hanya Mala yang tau. Mala tersenyum senang, saat mengetahui pesanannya sudah datang.
"Kita buka ya, kamu tutup mata dulu tapi"
"Iya deh iya"
Rakha menutup kedua matanya sesuai perintah Mala, gadis itu perlahan membuka kotak kardus yang ternyata berisikan kue tart yang sengaja dia pesan bertuliskan '𝙃𝙖𝙥𝙥𝙮 𝘼𝙣𝙣𝙞𝙫𝙚𝙧𝙨𝙖𝙧𝙮' namun kue tersebut telah hancur tak berbentuk.
"Loh, kok jadi gini?"
"Kenapa, La?"
"Kuenya rusak" Lirih Mala.
Rakha melihat isi kardus itu dan benar saja kuenya sudah teracak-acak tidak berbentuk sama sekali. Mala pun menangis, air matanya tak bisa di bendung saat melihat kue yang dia pesan dari lama hancur tidak sesuai keinginannya. Rakha mencoba menenangkan gadisnya yang menangis akibat kuenya yang rusak.
"Kita coba tanya ke pelayan yang tadi ya, La"
Mala dan Rakha berjalan kearah pelayan yang tadi.
"Mbak, mbak yang tadi dititipin tukang ojeknya buat kasih ke pacar saya kan?"
"Bukan, mas. Bukan saya, salah orang mungkin" Ucap pelayan cafe tersebut.
"Nggak mungkin mbak,tadi saya ingat betul loh wajah mbak, tadi mbak nya loh yang ngasih pesananan saya" Ucap Mala ingat betul dengan wajah dan postur tubuh pelayan cafe yang memberikan kotak kardus berisikan kue itu pada dirinya.
"Bukan, mbak mas. Mungkin kalian salah orang. Waiters disini bukan cuman saya, coba mbak sama mas tanya ke yang lain" Ucap pelayan wanita berkuncir kuda itu.
"Atau mbak sama mas bisa kan check di aplikasinya? Pesanannya sudah di terima apa belum? Lagian kalo mbak sama masnya nuduh saya, saya bisa lapor ke manager saya ya" Ucap pelayan cafe itu memberikan ancaman.
"Yaudah mbak bentar. Coba kamu check, yang"
Mala mulai membuka ponselnya dan menggeser menu ternyata pesanan sudah diterima dan di konfirmasi oleh Mala yang di terima oleh atas nama Mala sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Basmalah Nigista
Fanfiction𝘙𝘢𝘬𝘩𝘢 𝘗𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘢. 𝘊𝘰𝘸𝘰𝘬 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘫𝘪 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘉𝘢𝘴𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘕𝘪𝘨𝘪𝘴𝘵𝘢 𝘎𝘳𝘢𝘭𝘪𝘯𝘥. 𝘏𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱�...
