29. You, Winner!

2.6K 199 7
                                        

❤‍🔥❤‍🔥

      Pertandingan antara Junior dan Rakha masih tetap berlanjut, meskipun sempat terjadi keributan diantara mereka. Sore ini, Rakha memutuskan untuk tetap tinggal di sekolah menunggu Junior datang ke lapangan basket. Sembari menanti kedatangan Junior, Rakha bermain ponsel.

"Rak, lo yakin mau tanding sama Junior?" Tanya Afan datang menghampirinya, yang tengah duduk sendirian di tepi lapangan.

"Iya, lo kalo mau balik. Balik duluan aja"

"Nggak, kita mau liat lo. Kasian lo nggak ada suporter" Ucap Afan memberikan ledekan pada Rakha agar dia tidak terlalu tegang sebelum memulai pertandingan.

"Rese' lo"

Afan terkekeh pelan, lalu menepuk bahu Rakha. Tak lama kemudian, Junior datang dengan kedua temannya seperti biasa mengekor dibelakangnya. Berjalan dengan gaya cool andalannya, membuat beberapa siswa perempuan menatap kearahnya dan melihat kearah Junior yang tengah berjalan ke tengah lapangan.

"Eh, liat tuh Junior!"

"Junior! Junior!"

"Mau ngapain ya dia, panas-panas gini ke lapangan?"

"Ya ampun, Junior ganteng banget sih!"

"Liat yuk"

Beberapa siswa berjalan kearah lapangan untuk menyaksikan Junior yang tengah bertanding dengan Rakha.

"Gue kira lo nggak bakal dateng" Ucap Junior melipat kedua tangannya dibawah dada.

"Lo ngeremehin gue?"

"Gue kira lo takut lawan gue"

"Gausah songong lo, mentang-mentang kapten tim basket. Terus lo pikir gue bakal takut sama lo?" Ucap Rakha dengan nada meninggi.

"Weits, ngeri bang. Yaudah dari pada banyak bacot, kita mulai sekarang"

Junior pun memantulkan bola basket itu ke lapangan dan mendribble kannya ke tengah lapangan, Rakha berjalan mengikutinya. Bola sementara dipegang oleh Junior, dan melakukan gerakan 𝘴𝘩𝘰𝘰𝘵𝘪𝘯𝘨 dan mencetak poin. Junior kembali memegang kendali, namun beberapa menit kemudian Rakha merampas bola dan melakukan dribble lalu melanjutkan gerakan 𝘣𝘦𝘵𝘸𝘦𝘦𝘯 𝘵𝘩𝘦 𝘭𝘦𝘨𝘴 𝘥𝘳𝘪𝘣𝘣𝘭𝘦. Kemudian, lanjut melakukan gerakan 𝘴𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘶𝘯𝘬 yakni teknik melayangkan bola ke ring.

Rakha dan Junior masing-masing mendapatkan poin yang sama. Hingga mereka melanjutkan permainan berikutnya. Selang beberapa menit mereka bermain, para siswa yang menonton dan meneriaki mereka mulai ramai berdesak-desakan ingin berada di deretan paling depan.

"Itu mereka ngapain sih? Kok desak-desakan gitu? Liatin apaan sih?" Tanya Violita.

"Gatau. Nggak penting, udah pulang aja yuk" Ucap Mala menarik tangan Violita.

"Eh, tunggu dulu. Kita liat yuk, siapa tau penting" Ucap Violita menarik tangan Mala menyerobot kerumunan para siswa yang tengah berdiri di tepi lapangan basket.

"Junior? Rakha? Mereka ngapain tanding basket?" Tanya Violita.

"Tuh kan, beneran nggak penting. Udah ah, cabut aja" Ucap Mala kembali menarik tangan Violita untuk pergi dari kerumunan.

"Tapi, tunggu dulu La"

Rakha dan Junior melanjutkan permainan, hingga pemenang sementara di pegang oleh Junior.

"Tinggal 2 tembakan lagi, kalo lo menang lo boleh ambil Mala lagi. Tapi kalo gue yang menang, lo jangan pernah deket-deket Mala lagi"

Rakha menatap Junior tanpa mengeluarkan sepatah katapun dirinya fokus kearah bola yang didrible oleh Junior menggunakan tangan kanannya.

Wuusss.... Dug!

"Mala! Awas!"

"Aw"

Semua pasang mata menoleh saat bola yang melayang keluar lapangan dan mendarat tepat di kepala Mala. Gadis itu pingsan tak sadarkan diri, lalu Rakha dan Junior berlari kearah Mala dan membantu menyadarkannya.

"Mal, bangun Mal"

"Mala, bangun La"

Junior dan Rakha memanggil manggil nama Mala berharap Mala segera tersadarkan dari pingsannya. Tangan Rakha menepuk-nepuk pelan pipi Mala, tak lama kemudian Mala pun tersadar dari pingsannya dan langsung memeluk Rakha dengan erat.

"Sayang, jangan tinggalin aku" Ucap Mala lirih.

"Mala? Kamu udah sadar?"

Mala mengangguk kecil dipelukan Rakha, Rakha tersenyum dan membalas pelukan Mala dengan erat.

"Sayang, kamu nggak papa?"

"Sayang, sayang. Emang gue cewek apaan?" Sewot Mala.

"Mala, lo udah nggak amnesia lagi?" Tanya Junior.

"Lo nyumpahin gue amnesia? Wah, bener-bener lo ya!" Ucap Mala menampar lengan Junior hingga membuatnya kesakitan.

"Kamu udah sembuh, sayang?" Tanya Rakha melepas pelukannya dan memegang kedua pipi Mala seraya menatapnya dengan tatapan tajam. Mala mengangguk pelan, Rakha senang bukan main. Dia kembali memeluk Mala dengan erat hingga membuat beberapa pasang mata iri dibuatnya.

"Cieee.... " Sorak para siswa.

"Udah woi! Ini sekolah!" Teriak Afan.

"Udah pulang kali, jadi nggak papa" Jawab Mala dengan senyum andalannya.

"Jadi nggak tandingnya?" Tanya Junior menepuk punggung Rakha.

"Lo nggak liat? Cewek gue udah sembuh? Lo tanding sendiri noh sama pohon. Lagian, cewek gue bukan buat bahan taruhan" Ucap Rakha melepas pelukannya dan menarik tangan Mala.

"Dasar cupu! Lo takut kan Mala jadi milik gue?" Ucap Junior tertawa.

"Anjing, ya lo!"

Rakha menarik baju olahraga Junior hingga membuat Rakha terpancing emosi, dan akhirnya dia memutuskan untuk menyelesaikan pertandingan basketnya melawan Junior. Satu poin berhasil di cetak oleh Rakha tinggal satu permainan lagi untuk menentukan siapakah yang akan menang. Dan, satu poin tersebut dicetak oleh.....
Rakha sebagai pemenang. Semua pun bersorak gembira dan memberikan tepuk tangan karena baru kali ini kapten tim basket dikalahkan oleh ketua OSIS, hal yang mencetak rekor baru untuk sekolah mereka. Dari sini lah, kemudian Rakha menjadi incaran banyak cewek-cewek sekolahnya menggeser posisi Junior.

"Aku seneng kamu menang! Hebat banget sih pacar aku" Ucap Mala mencium pipi kanan Rakha. Sontak membuat Rakha terkejut.

"La?"

Rakha memegangi pipinya, membuka mulutnya lebar tak percaya dengan yang dilakukan oleh gadisnya barusan.

"Mulai nakal ya sekarang" Ucap Rakha mencolek hidung Mala lalu gadis itu tersenyum dan menjulur kan lidahnya. Mala berlari kemudian Rakha menyusulnya dan berhasil menangkapnya. Rakha mengangkat tubuh Mala ke udara dan memutarkan tubuh Mala membuat gadis itu tertawa-tawa.

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang