33. Belajar Bareng

2.5K 167 9
                                        

❤‍🔥❤‍🔥

      Ulangan kenaikan kelas, membuat Mala harus ekstra belajar dengan giat untuk mendapatkan nilai yang dia inginkan. Membuka lembaran buku paket dan membacanya lalu menghafalnya membuat kepala Mala sedikit pusing. Otaknya perlu meresap kata-kata yang dia hafalkan untuk ulangan nanti. Dirinya menyerah.

"Aduh, banyak banget sih yang perlu dihafalin. Mending makan es krim dulu kali ya, biar otak gue dingin" Ucap Mala berjalan menuruni anak tangga dan melangkah menuju lemari es.

"Hayo... Kak Mala mau ngapain?" Ucap Giselle yang tiba-tiba berada di depannya.

"Minggir ah kamu, ganggu aja. Kakak lagi mau ngambil es krim" Ucap Mala menyingkirkan tubuh Giselle yang mungil itu dari hadapannya.

"Aku bilangin papah loh, kakak flu mau makan es krim" Ucap Giselle menunjuj wajah Mala.

"Udah deh bocil, diem. Awas aja kamu bilangin papah" Ucap Mala membuka lemari esnya dan mengambil se kotak es krim.

"Papah....!"

"Giselle, diem"

"Bodoamat, wlek. Papaah...! Kak Mala makan es krim!" Teriak Giselle dengan sigap Mala menyikap mulutnya menggunakan tangannya.

"Diem! Bisa nggak sih! Ih ngeselin!" Ucap Mala sembari tangannya masih menyikap di mulut Giselle.

"Ada apa, Giselle? Kenapa kamu teriak-teriak?" Tanya Adrian berjalan kearah mereka berdua, seketika Mala menyingkirkan tangannya dari mulut Giselle.

"Nggak, nggak ada apa-apa kok pah. Ya kan, Sel?" Ucap Mala mencubit tangan Giselle dengan gemas.

"Ih, apaan. Kak Mala tadi mau ngambil es krim pah, kan padahal lagi flu mana bentar lagi ulangan" Ucap Giselle membuat Adrian menggelengkan kepalanya pelan melihat kedua putrinya berdebat.

"Enggak, pah. Bohong, orang aku cuman numpang ngadem" Jawab Mala mengeles.

"Mala, bentar lagi kamu ulangan. Jaga kesehatan kamu, gimana nanti kalau kamu demam nggak bisa ikut ulangan?" Tanya Adrian membuat Mala memanyunkan bibirnya ke depan.

"Tapi, pah. Otak Mala tuh kayak mau mendidih ngafalin buku paket, nah biar otak Mala jadi dingin lagi Mala perlu minum yang adem-adem. Makanya Mala minum es krim" Jelas Mala.

"Kamu ini ada-ada saja, yasudah tapi hanya satu kotak es krim. Jangan banyak-banyak, nanti kamu demam" Ucap Adrian memberikan peringatan.

"Baik, pah. Yeay, dibolehin sama papah. Wleekk... " Ucap Mala mengambil sekotak es krim dari dalam freezer lalu berlari menaiki anak tangga sembari meledek Giselle yang terlihat kesal.

"Papah, kok di bolehin sih?" Kesal Giselle.

"Sudah-sudah, kamu papah ajak beli mainan aja gimana?"

"Yang bener, pah? Yaudah ayuk, Giselle lama banget nggak beli mainan. Kita beli boneka frozen ya pah?" Ucap Giselle melompat-lompat di tempat.

"Iya, boleh"

"Yeay!"

Adrian lalu mengajak putri kecilnya itu untuk pergi ke toko mainan, meninggalkan Mala yang masih bergelut dengan buku-buku paketnya. Mala yang berada di dalam kamarnya tengah asik memakan se kotak es krim lalu dia mendadak bosan dengan aktifitasnya. Seketika, dia membuka ponsel miliknya dan mengetik kontak nama My Baby✨, lalu dirinya mengirimkan pesan pada Rakha.

 Seketika, dia membuka ponsel miliknya dan mengetik kontak nama My Baby✨, lalu dirinya mengirimkan pesan pada Rakha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mala pun tak membalas pesan dari Rakha, dan memilih ber siap-siap untuk pergi ke rumah Rakha dan membawa beberapa buku paket didalam tasnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Mala pun tak membalas pesan dari Rakha, dan memilih ber siap-siap untuk pergi ke rumah Rakha dan membawa beberapa buku paket didalam tasnya. Menggerakkan rambut panjangnya, menggunakan poni dan dihiasi pita pink di rambutnya membuat Mala benar-benar terlihat begitu cantik dibalut dress berwarna cream. Mala berjalan kebawah menuruni anak tangga.

"Papah kemana bi?" Tanya Mala menyapu seisi ruangan tengah yang tidak ditemukannya Adrian yang biasanya duduk disofa.

"Oh, tuan. Tuan tadi pergi sama Non Giselle, Non. Katanya mau beli mainan" Ucap bibi Mala yang tengah menyapu ruang tengah.

"Oh, yaudah. Nanti kalo pulang, bilangin ke papah ya bi. Mala pergi ke rumah Rakha, mau belajar bareng. Dah, bi. Assalamu'alaikum" Ucap Mala memberikan salam pada bibinya.

"Iya, Non. Waalaikumsalam" Jawab bibinya melanjutkan aktifitas menyapu nya.

Mala berjalan ke arah garasi, mengambil motornya yang terparkir dengan sempurna. Mala terlihat kesulitan menggunakan motor sport nya karena dress nya yang menyiksa. Namun, karena dia ingin bertemu dengan sang pujaan hati. Mala harus terlihat feminim dan cantik tentunya. Sekitar, lima belas menit perjalanan dari rumahnya menuju rumah Rakha akhirnya Mala sampai. Mala memarkirkan motornya dihalaman rumah Rakha yang cukup luas. Tak lama kemudian, Rakha menghampirinya.

"Sayang, udah nyampe? Yuk masuk!" Ajak Rakha menggandeng tangan Mala untuk masuk kedalam rumahnya.

"Mamah kamu di rumah? Kok tumben mobilnya ada?" Tanya Mala melihat mobil BMW berwarna putih terparkir dihalaman rumah Rakha.

"Iya, mamah nggak kerja hari ini" Jawab Rakha.

"Kenapa kamu nggak bilang sih, tadi? Tau gitu kan aku dandannya lebih lama buat ketemu calon mertua harus cantik" Ucap Mala nyisir rambutnya menggunakan tangan.

"Udah, jangan digituin rambutnya. Kamu udah cantik kok, nggak perlu make up tebel-tebel. Nanti malah kayak ondel-ondel" Ledek Rakha dibalas cubitan gemas pada lengannya.

"Ih, kok ngatain aku kayak ondel-ondel sih? Dasar!" Ucap Mala mencubit pipi Rakha gemas.

Rakha menatap Mala yang terlihat begitu cantik dengan dress cream miliknya berpadu sempurna dengan flatshoes berwarna hitam yang senada dengan tas slempang nya. Mala terlihat begitu anggun. Rakha tak henti-hentinya menatap kagum dengan penampilan Mala.

"Kok bengong sih? Ngeliatin apa? Baju aku kotor ya? Atau make up aku ketebelan? Duh ini tadi tuh buru-buru makanya nggak li-"

"Suttttt.... Diem. Cantik"

Pipi Mala bersemu merah, Mala mengulum senyum dibibirnya. Gadis itu tersipu malu dengan pujian pacarnya itu. Belajar gombal dari mana dia? Setahu Mala sejak berpacaran dengan dirinya, Rakha sama sekali tidak bisa gombal namun sekarang dirinya benar-benar mahir. Apa jangan-jangan ulah Afan atau Eby? Memang dasar dua cowok itu.

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang