27. Kembali ke Sekolah

2.2K 140 7
                                        

❤‍🔥❤‍🔥

Gadis berambut panjang yang di kuncir dua, dengan hiasan pita berwarna biru itu tengah berdiri di depan cermin rias kamarnya dengan riang. Kali ini, Mala bersiap-siap untuk kembali ke sekolah. Kali ini, Adrian yang mengantarkan nya untuk pergi ke sekolah, karena dia tidak mau putri kesayangan nya sampai terluka untuk kedua kalinya.

"Siap, tuan putri?"

"Siap, kapten!"

Mala masuk kedalam mobil BMW i4 berwarna putih, milik papanya. Mobil putih itu melaju cepat di jalanan, meliak-liuk menyalip beberapa kendaraan. Sekitar lima belas menit perjalanan, mereka pun sampai di sekolahnya. Mala keluar dari mobil dan menjabat tangan Adrian lalu berjalan menuju kelasnya.

Mala menebar senyum cerianya di sepanjang koridor, beberapa siswa menyapanya dan Mala pun membalas sapaan mereka.

"Pagi, cantik"

Sebuah tangan tiba-tiba merangkul bahu Mala dari samping, Mala pun menoleh mendapati bahwa yang merangkulnya adalah Junior.

"Junior?"

"Kaget, ya? Aduh, cantik banget sih pacar aku pagi ini" Ucap Junior mencolek dagu Mala. Mala pun terlihat risih dengan sikap Junior barusan. Disisi lain, ketiga cowok berlawanan arah dengan Mala dan Junior menatap kearah keduanya.

"Rak, kok lo diem aja sih pacar lo di pegang-pegang cowok lain?" Ucap Afan menyenggol lengan Rakha hingga membuatnya hampir kehilangan arah.

"Tau nih. Liat tuh, Mala di rangkul-rangkul gitu. Lo nggak cemburu?" Imbuh Eby.

"Samperin ege" Ucap Afan mendorong tubuh Rakha, tetapi Rakha menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Rakha memutuskan untuk menghampiri Mala dan Junior yang tengah bermesraan. Menahan emosi, Rakha berjalan kearah mereka.

"Bisa nggak lo gausah ganggu cewek gue?" Ucap Rakha melepas rangkulan tangan Junior pada bahu Mala.

"Cewek lo? Baru lu akuin? Dulu kemana aja?" Ucap Junior

"Maksudnya?" Ucap Mala menatap kearah Junior.

"Jadi, dulu tuh kalian pac-"

"MALA!"

Rakha langsung mengangkat tubuh Mala saat tubuhnya mendadak pingsan. Junior terlihat panik namun tidak melakukan apa-apa.

"Cukup ya, lo berhenti gangguin cewek gua! Minggir!" Ucap Rakha membohongi tubuh Mala ke UKS. Rakha berjalan setengah berlari membawa tubuh Mala ke UKS, Afan dan Eby yang melihatnya pun mengekor dibelakang Rakha. Sesampainya di UKS, Rakha meletakkan tubuh Mala di atas ranjang.

"Nih, pake ini" Ucap Afan menyodorkan minyak kayu putih pada Rakha. Rakha pun mengoleskan minyak kayu putih ke hidung Mala, agar Mala lekas siuman. Tak sampai lima menit, Mala tersadar dari pingsannya.

"Sayang, kamu udah sadar?" Tanya Rakha memegang kedua lengan Mala saat gadis itu mengubah posisinya menjadi duduk.

"I-iya, makasih ya Rak. Kok gue bisa pingsan sih?"

"Lah lo nanya kita, kita nanya siapa maemunah" Ucap Afan.

"Ish, dia masih amnesia dodol"

"Oh iya, gue lupa" Jawab Afan menepuk sendiri jidatnya.

"Mungkin kamu kecapean, la. Kamu mau istirahat dulu disini?" Tanya Rakha.

"Nggak, usah. Aku ke kelas aja, makasih ya kalian udah nolongin gue" Ucap Mala berdiri dari posisi duduknya.

"Iya sama-sama"

Mala pun pergi meninggalkan mereka bertiga dan mereka bertiga melangkah menuju kelas XI-IPA 1.

"Hobi banget tuh orang masuk UKS" Ucap Afan berjalan di samping Rakha.

"Tau, udah langganan" Jawab Eby.

"Lucu" Ucap Rakha.

"Siapa? Eby? Modelan kek dia lucu? Idih amit-amit" Jawab Afan, langsung dibalas jitakan di kepalanya.

"Bukan dia, cewek gue" Ucap Rakha sambil tersenyum.

"Berobat lo! Mala mulu yang lo inget" Ucap Afan menepuk bahu Rakha, lalu mereka bertiga saling merangkul satu sama lain.

"Iye deh, si paling bucin. Aku mah apa atuh, bukan temennya kali" Ucap Eby.

"Lo berdua sahabat gue, tapi cewek gue tetep nomor satu" Ucap Rakha merangkul kedua temannya tersebut.

"Oh iya, Rak. Kok lo bisa deket sih sama Violita tiba-tiba? Kata lo kemaren mau ceritain" Tanya Afan tiba-tiba bertanya tentang hubungannya dan Violita tak terlihat dekat.

"Oh soal itu, gue ada utang nyawa sama dia. Soalnya, dia yang kasih donor darah buat Mala"

"Terus hubungannya sama lo, apa?" Tanya Eby.

"Dia nyuruh gue buat jadi pacarnya. Kalo nggak, dia bisa macem-macem sama Mala. Gue nggak bisa biarin dia ngapa-ngapain cewek gue" Jawab Rakha.

"Aduh rumit banget sih hubungan kalian, udah kayak rumus pitagoras" Ucap Eby.

"Dah lah, hubungan mereka juga. Bukan hubungan kita" Ucap Afan.

"Rese' lo semua. Tau gitu gue nggak cerita"

"Ye, jangan ngambek gitu dong baby shark" Ledek Afan.

"Anying"

Eby dan Afan tertawa saat puas meledek Rakha, sementara Rakha hanya bisa pasrah menyaksikan mereka berdua membullynya. Rakha, tidak ambil hati oleh perbuatan mereka karena menurut Rakha lelucon seperti ini sering mereka lontarkan padanya.

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang