69. Sorry, Rakha.

2.3K 133 9
                                        

❤‍🔥❤‍🔥❤‍🔥

𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚢𝚊!
𝙼𝚊𝚊𝚏 𝚊𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛 𝚕𝚊𝚖𝚊:)

Rakha kali ini tengah berenang pada siang hari yang terik, melepaskan penat serta emosinya yang waktu itu cukup tinggi saat dinner bersama Mala. Semenjak kejadian itu, Rakha sama sekali tidak menghubungi Mala. Namun, Mala masih sering menghubunginya untuk menjelaskan mengenai kelanjutan hubungan mereka. Rakha naik keatas, dan mengambil jus jeruk yang sudah di siapkan sang bibi.

"Apasi nih cewek" Ucap Rakha melihat notifikasi nama Mala di kontaknya.

Rakha mengibaskan rambutnya yang basah terkena air, menggunakan handuk putih melilit pinggangnya memperlihatkan dada bidang dan perut sixpack nya ditambah tetesan air yang turun mengenai tubuhnya. Benar-benar sempurna.

"Maaf, den"

"Kenapa bi?" Tanya Rakha memegang segelas jus jeruknya.

"Itu, ada non Mala di depan. Katanya mau ketemu den Rakha" Ucap bibi Rakha.

"Bilang aja bi, Rakha nggak ada di rumah" Ucap Rakha.

"Tapi, den"

"Aku bilang! Aku nggak ada di rumah! Gitu aja kenapa sih?" Teriak Rakha memaki sang bibi. Bibinya terlihat ketakutan mendengar bentakan Rakha karena terlihat otot di leher Rakha yang menegang dan rahangnya yang mengeras, tak kuasa menahan amarahnya.

"Rak? Ada apasih kok teriak-teriak" Tanya mama Rakha.

"Kok diem aja? Mama tanya loh" Lanjutnya.

Rakha menatap tajam ke arah bibinya dan memberikan isyarat supaya bibinya memberikan jawaban.

"Ini nyonya, di depan ada pacarnya den Rakha non Mala. Tapi den Rakha nggak mau menemui, bibi di suruh bilang den Rakha nggak ada di rumah" Ucao bibi Rakha ketakutan.

"Bener itu Rakha?" Tanya sang mama mendekati putranya.

Rakha memalingkan wajahnya menatap kearah kolam renang yang tenang dengan nafasnya yang menggebu-gebu.

"Ya sudah, kamu ke dapur saja bi bereskan sisa makanan tadi. Biar saya yang ngomong sama Rakha"

"Baik, nyonya" Ucap bibir Rakha berjalan ke arah dapur.

"Sayang... " Sapa mama Rakha lembut membelai bahu Rakha.

"Kenapa biarin Mala diluar sendiri? Kenapa nggak di suruh masuk? Kasian loh, Mala nunggu kamu di luar" Lanjutnya.

"Mama kalo mau nemuin dia, temuin aja. Rakha nggak mau liat muka dia lagi!" Ucap Rakha dengan nada tinggi.

Ting!

"Tuh, Mala dari tadi mencet in bel rumah kita loh Rak. Mala jauh-jauh kesini cuman mau ketemu sama kamu. Kamu juga balik ke Indonesia cuman mau ketemu sama Mala kan? Waktunya ketemu kok di pakai buat berantem sih?"

"Mama tuh nggak ngerti! Kenapa masih belain dia sih! Dia itu udah selingkuhin Rakha, itu yang mama harepin buat jadi mantu? Rakha capek! Rakha mau ke kamar" Ucap Rakha berjalan menaiki tangga.

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang