❤🔥❤🔥❤🔥
Malam harinya, Mala tengah bersiap-siap mengenakan setelah dress panjang tanpa lengan berwarn putih dan high heels transparan membuat kakinya terlihat sangat jenjang, mengkuncir rambutnya dan menggunakan poni serta hiasan pita berwarna silver membuat Mala begitu sangat cantik untuk menghadiri pesta ulang tahun temannya hari ini.
Mala berjalan keluar rumah, dan menyaksikan bahwa mobil ferari milik Gio telah terparkir sempurna di halaman rumahnya.
Mala bergegas masuk ke dalam mobil milik Gio dan Gio mulai melajukan mobilnya pada kecepatan rata-rata.
"Lo cantik banget, mal hari ini. Andai gue bisa milikin lo lebih dulu daripada Rakha, mungkin lo udah jadi cewek gue" Jawab Gio sambil fokus menyetir.
"Makasih, lo bisa aja. Tapi, hati gue cuman buat satu orang. Gue harap lo bisa dapet lebih dari gue" Jawab Mala menyamping kan rambutnya di belakang telinga.
"Semoga aja" Lanjut Gio.
Tak ada percakapan setelah itu, hanya terdengar lantunan musik dari mobil Gio. Mala pun menikmati lantunan musik tersebut, hingga tak terasa mereka sampai di rumah Jenifer. Terdapat hiasan bunga dan karpet merah terpasang di halaman rumahnya. Mala keluar dari mobil Gio setelah Gio membukakan pintu mobilnya. Mala berjalan menggandeng tangan Gio, sampai ke dalam.
Mala melihat Rakha yang sudah datang lebih dulu dan mengobrol dengan Jenifer menatap kearah Gio dan Mala yang tengah bergandengan tangan. Mala menelan salivanya, berusaha untuk tetap tenang meskipun raut wajah tidak ramah milik Rakha terpampang jelas. Terlihat kedua rahang Rakha mengeras dan kedua tangannya mengepal. Gio dan Mala berpisah saat Mala ingin menemui Jenifer lebih dulu, sementara Gio mengambil makanan dan minuman untuknya.
"Sama cowok lain di depan pacarnya? Are you okay, swetty?" Tanya Rakha menatap Mala sinis.
"Selamat ya, Jen. Lo cantik banget, semoga lo makin sukses, makin bersinar. I wish you all the best. Oh iya, ini buat lo" Ucap Mala memberikan sekotak kado pada Jenifer dan dia menerimanya dengan senang hati.
"Thanks ya la, you're very beautifull too. Kalo gitu gue kesana dulu ya, lo nikmati acaranya. Have fun ya" Ucap Jenifer meninggalkan Mala dan Rakha yang berduaan.
"Kok nggak dijawab?"
"Do you think important for me? Kenapa nggak bawa cewek? Cewek yang kemarin kemana, kok nggak diajak?" Tanya Mala mengambil segelas minuman orange.
"Shut up, la! Aku nggak ada apa-apa sama dia" Ucap Rakha.
"Really?"
"Hai, rak?" Sapa cewek mengenakan dress 'dark blue' dengan memakai hells hitam datang menghampiri mereka berdua.
"Lo? Ngapain lo disini?" Tanya Rakha.
"Gue di undang sama Jenifer kan sahabat SMA gue. Lo disini juga? Ya ampun nggak nyangka gue kita bisa ketemu lagi, gimana rak waktu itu? Enak? Kapan-kapan kita ke sana lagi gimana?" Tanya Chelsea.
"Asshole! Pergi lo! Jangan deket-deket sama gue! Gue udah tunangan" Ucap Rakha.
"Really? Are you sure?"
Gio datang dengan membawakan kue pada Mala.
"Udah ketemu Jenifer, la?" Tanya Gio.
"Udah"
"Let's see, cewek lo ini? Dia sama cowok lain kok lo diem aja sih, rak. Ya ampun, murahan banget sih dia. Udah tunangan sama lo, tapi masih sama cowok lain. Duh malu sih kalo gue" Ucap Chelsea menatap sinis ke arah Mala.
"Diem ya lo!"
"Kenapa? Emang bener kan? Dasar nggak tau malu" Ucap Chelsea.
PLAK.
"Jaga ya omongan lo! Gue bukan cewek kayak gitu" Ucap Mala menampar pipi Chelsea.
"Aw, berani ya lo sama gue" Ucap Chelsea tak tinggal diam, dia menarii rambut Mala hingga terjadilah keributan diantara keduanya.
"Chelsea, udah! Mala, udah!" Teriak Rakha melerai keduanya.
"Awww... "
Chelsea jatuh di pelukan Rakha, Mala yang menyaksikan hal tersebut kesal hingga akhirnya membuatnya pergi diikuti oleh Gio. Chelsea menatap lekat-lekat mata hazel Rakha yang sangat indah, hingga Rakha melepas pelukannya.
"Lo nggak papa?"
"I'm fine, thank you" Jawab Chelsea.
"La? Mala! Argh, pergi kan. Gara-gara lo sih" Kesal Rakha.
"Sorry, but anyway. Lo sama cewek lo lagi marahan?" Tanya Chelsea.
"Ya"
"Oh actually, gimana kalo lo sama gue aja. Lo nggak ada partner kan?" Tanya Chelsea.
"Nggak! Gue nggak mau sama lo" Ucap Rakha menolak tawaran Chelsea mentah-mentah.
"Well, padahal gue mau bantu lo buat manas-manasin Mala. Lagian Mala kan udah sama cowok barunya tuh, lo masih kekeh buat dia bisa balik sama lo?" Tanya Chelsea.
Rakha sedikit mencerna perkataan Chelsea hingga akhirnya dia menyetujui nya. Acara pun memasuki bagian inti, Jenifer memotong kue ulang tahunnya dan meniup lilinnya. Juga dia memberikan potongan kue pertamanya pada orang tuanya setelah itu pada kekasihnya. Selepas acara pemotongan kue, dilanjutkan acara dansa diiringi orkestra musik yang dia datangkan dari luar negeri untuk memeriahkan acaranya.
"Dansa?" Tanya Rakha seperti tidak suka.
"Iya, dansa Rakha. Lo mau kan dansa sama gue" Ucapkanlah Chelsea.
Rakha menatap kearah Chelsea dan beralih menatap kearah Mala dan Gio yang tengah berdansa di bawa gemerlap lampu. Rakha benar-benar terbakar cemburu melihat kejadian yang tak dia disukai tepat di depan matanya. Akhirnya, dengan berat hati Rakha menyiyakan permintaan Chelsea untuk dansa bersamanya. Rakha mendekatkan tubuh nya agar bisa bersandingan dengan tubuh Mala. Mala pun melihat Rakha yang tengah berdansa dengan Chelsea, membuat dirinya terbakar api cemburu.
Rakha dan Mala saling menatap satu sama lain, dan malah tak menatap lawan dansa mereka. Tak ada percakapan diantara keduanya, tapi keduanya paham betul dengan situasi yang terjadi. Mereka sama-sama termakan api cemburu, dan saling meninggikan ego masing-masing. Mala yang egonya tinggi ditambah gengsi sementara Rakha yang terlalu cuek dan dingin padanya membuat mereka kemungkinan sulit untuk menyatu kembali. Tapi entahlah, hanya waktu yang bisa menjawab keadaan mereka saat ini. Kita tunggu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Basmalah Nigista
Fiksi Penggemar𝘙𝘢𝘬𝘩𝘢 𝘗𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘢. 𝘊𝘰𝘸𝘰𝘬 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘫𝘪 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘉𝘢𝘴𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘕𝘪𝘨𝘪𝘴𝘵𝘢 𝘎𝘳𝘢𝘭𝘪𝘯𝘥. 𝘏𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱�...
