60. Bandara ke Kampus.

1.8K 119 11
                                        

❤‍🔥❤‍🔥❤‍🔥

"Kamu hati-hati ya sayang" Ucap Mala saat mulai mengantar Rakha sampai ke bandara. Rakha membawa koper yang sudah dia siapkan dari rumah, memakai hoodie hitam dan celana jeans membuat Rakha terlihat sangat keren dengan outfit yang dia kenakan kali ini.

"Iya, kamu jaga diri baik-baik" Jawab Rakha sembari mengusap lembut rambut Mala.

"Inget, kalo udah sampai kabarin aku. Terus kalo mau ke kampus jangan ganteng-ganteng nanti aku pusing" Ucap Mala mencubit pipi Rakha gemas.

"Kenapa pusing?"

"Ya, kamunya nanti banyak yang naksir" Ucap Mala.

"Iya, deh. Iya" Jawab Rakha.

Rakha menarik tubuh Mala kedalam pelukannya dengan sangat eram dan sesekali menciumi pucuk kepala Mala sambil mengusap lembut rambut miliknya. Mala terlihat menikmati pelukan tersebut hingga membuatnya enggan untuk melepaskannya.

"Bentar dulu, aku masih kangen tau nggak!" Ucap Mala menarik tubuh Rakha saat Rakha menjauhkan tubuhnya dari Mala.

"La, bentar lagi pesawatnya mau landing" Ucap Rakha lembut.

"Yaudah, bye sweet heart" Ucap Mala tersenyum manis menatap Rakha yang mulai melangkah meninggal kan Mala.

"Bye, sweety" Ucap Rakha memberikan 'kiss bye' sebelum dirinya benar-benar meninggalkan Mala.

Rakha melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan diantara keduanya. Mala lalu memutuskan untuk pergi dari bandara, memilih menyiapkan segala keperluannya sebelum masuk ke kuliah besok. Mala membeli buku tulis dan alat tulis yang akan dia perlukan di kampus. Mala berbelanja barang ke perlukan kampus di salah satu mall. Selesai, berbelanja Mala memutuskan untuk melewati kampus yang akan dia masuki nanti yakni Universitas Indonesia. Salah satu universitas terkenal di Indonesia.

"Bagus banget kampusnya, jadi nggak sabar buat masuk besok. Kira-kira gue ketemu siapa lagi ya dari SMA PH, yang masuk sini juga?" Tanya Mala berbicara pada dirinya sendiri di dalam mobil.

❤‍🔥

Keesokan paginya, Mala sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Dengan setelan kaos over size berwarna coklat dengan padu padan celananya baggy serta sepatu air jordan memberikan kesan tomboy pada gadis setinggi 165 cm itu. Mala berjalan menuruni satu per satu anak tangga untuk mencapai bawah. Terlihat disana tidak ada orang kecuali bibinya yang sedari tadi mondar-mandir membersihkan rumah Mala. Kali ini, Adrian sudah pergi ke kantor lebih dulu.

"Papa, udah pergi ke kantor duluan ya bi?" Tanya Mala duduk di meja makannya.

"Sudah, non. Tadi, kata tuan beliau buru-buru ada meeting pagi" Jawab bibi Mala, mbak Sri yang tengah menyapu.

"Yaudah, kalo gitu Mala berangkat ke kampus dulu ya bi. Jaga rumah baik-baik" Ucap Mala.

"Siap, non"

Mala lalu berjalan keluar rumah, menuju garasi mobil untuk mengeluarkan mobil Audi berwarna pink miliknya. Mala sudah tidak sabar untuk menginjakkan kakinya di halaman Universitas Indonesia saat dirinya mengetahui bahwa dirinya di terima disana. Tentu saja, hal itu membuatnya senang bukan main. Terlebih UI merupakan universitas yang dia idam-idamkan dari dulu. Impiannya bisa masuk ke Universitas ini dengan Rakha walaupun beda jurusan, Mala tidak masalah. Namun, takdir berkata lain. Dirinya harus berpisah dengan sang pujaan hati yang memilih untuk kuliah di luar negeri untuk melanjutkan studinya.

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang