❤🔥❤🔥
Suara petikan gitar dari seorang cowok yang tengah duduk melingkar bersama kedua temannya, mampu membuat suasana kantin menjadi lebih hidup. Para siswa yang tengah makan, sepertinya menikmati setiap petikan gitar yang dimainkan oleh Afan menyanyikan lagu dari RAN Pandangan Pertama.
🎼🎼
Ku rasa ku tlah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya...
Oh Tuhan tolonglah diriku,
Tuk membuat dia menjadi milikku
Sayangku
Kasihku,
Oh cintaku
"Ganti-ganti ah, lagu kahitna aja yang cantik" Ucap Eby menghentikan nyanyian Afan. Afan terlihat kesal dengan Eby yang secara tiba-tiba memotong lagu yang tengah dia nyanyikan.
"Rese' lo ah, lagi enak-enak juga. Yaudah iya"
🎼🎼
Cantik
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu...
"Minggir lo! Suara lo jelek, ngerusak telinga orang" Ucap Junior yang tiba-tiba mengambil gitar Afan.
"Apasih lo, anjing? Lo mau nyari gara-gara sama kita?" Ucap Afan berdiri mengambil gitarnya.
"Gue nggak nyari gara-gara sama lo, tapi gue ada urusan sama dia!" Ucap Junior menunjuk kearah Rakha, sontak membuat beberapa pasang mata tertuju pada mereka.
"Maksud lo apaan?" Ucap Rakha tak terima dirinya di perlakukan semena-mena oleh Junior. Dua orang teman Junior yang memakai baju olahraga berdiri di belakangnya.
"Lo lupa sama taruhan kita?"
"Oh, soal tanding basket? Inget kok gue" Jawab Rakha.
"Nanti sore gue tunggu lo dilapangan! Gue nunggu kekalahan lo"
"Idih, pede banget lo!" Ucap Afan meledek.
"Gue udah tau siapa yang bakalan menang, Siap-siap diri lo, siapin tisu. Hahahaha... " Ledek Junior diiringi tawa dari kedua temannya.
"Gue bakal buktiin kalo gue bisa menang lawan cowok songong kayak lo"
"Just do it. Kita buktiin siapa yang bakal bisa dapetin Mala"
"Dapetin aku?" Ucap Mala yang tiba-tiba berdiri di samping Junior.
"En-enggak sayang, kamu salah denger" Ucap Junior gelagapan.
"Jadi, selama aku dijadiin bahan taruhan?"
"Eng-"
PLAAAKK!!
"Tega ya kamu! Aku pikir kamu sayang sama aku, ternyata aku cuman dijadiin taruhan? Kita putus!" Ucap Mala menampar wajah Junior dengan cukup keras hingga membuat pipinya membekas merah.
"Yah, hahaha.. Belum juga main udah kalah" Ucap Afan meledek Junior yang terlihat frustasi.
"Jadi, gimana? Gue aja belum main, lo udah kalah" Ucap Rakha tersenyum miring, lalu mengejar Mala yang berlari meninggalkan mereka.
"La! Tunggu!"
"Lo kenapa kejar gue? Pergi! Gue pengen sendiri!"
"La... "
Rakha menarik pergelangann tangan Mala lalu membawanya kedalam pelukan nya, Mala menangis terisak hatinya terasa sakit. Namun, disisi lain dia merasakan ada getaran cinta mengalir di denyut nadinya.
𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘙𝘢𝘬𝘩𝘢, 𝘨𝘶𝘦 𝘯𝘨𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘯?
𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘨𝘶𝘦 𝘯𝘨𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪𝘢?
𝘈𝘱𝘢 𝘨𝘶𝘦 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘙𝘢𝘬𝘩𝘢?
"Udah la, gausah di pikirin. Kamu nggak dijadiin bahan taruhan siapapun, kamu pacar aku la. Aku akan coba buat ingatan kamu pulih, aku janji nggak bakal biarin kamu deket sama cowok lain selain aku. Aku nggak mau kamu nangisin cowok lain, Junior itu bukan pacar kamu la. Pacar kamu itu aku, kamu salah tangkep kalo Junior itu pacar kamu. Kamu kecelakaan, karena waktu itu kamu lagi emosi dan cemburu. Terus aku buntutin kamu dari belakang, tapi kamu nggak ke kejar. Tiba-tiba dari depan ada mobil yang nabrak kamu"
"Jadi? Aw, sakit"
"La? Maafin aku, la. Aku nggak sengaja bikin kamu sakit, maafin aku la. Aku cuman pengen kamu tau yang sebenarnya"
Rakha masih memeluk Mala sepertinya gadis itu nyaman di pelukan nya.
"Tapi, soal lo sama Violita? Kalian pacaran kan?" Ucap Mala melepas pelukan nya.
"Ceritanya panjang, la. Intinya Violita yang donorin darahnya buat kamu, tapi... "
"Tapi, kenapa? Jawab Rak, tapi kenapa?" Tanya Mala menarik tangan Rakha dan menatapnya dengan tatapan yang dalam.
"Tapi, dia nyuruh aku buat jadi pacarnya. Sebagai ganti rugi" Jawab Rakha seketika Mala melepas tangannya.
"Hah? Kamu sama dia sama-sama gila tau nggak!" Ucap Mala menampar Rakha hingga membuat Rakha terkejut dibuatnya.
"La, aku ngelakuin ini semua demi kamu"
"Tapi, kenapa Violita bilang kalau kalian sedeket itu? Kenapa?" Tanya Mala.
"Semua yang di bilang Violita bohong, la. Kamu harus percaya sama aku"
"Aku gatau harus percaya sama siapa. Tapi, Violita sahabat aku"
"Aku pacar kamu, la. Kamu harus percaya sama aku" Ucap Rakha seraya memohon kepada Mala agar percaya pada dirinya.
"Rakha? Mala?"
Rakha dan Mala pun menoleh kearah sumber suara dan ternyata Violita yang memanggilnya, mereka saling menatap satu sama lain. Tangan Rakha masih memegang tangan Mala namun dengan seketika Mala melepasnya agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara keduanya.
"Vi, gue bisa jelasin"
"Gue nggak nyangka ya, La. Lo tega sama gue" Ucap Violita.
"Vi, ini nggak seperti yang lo kira"
"Lo bisa nggak, gausah pura-pura lagi buat jadi cewek gue? Kalo lo nggak ikhlas nolongin Mala waktu itu bilang aja, gue nggak suka sama lo. Dan, lo jangan sok merasa tersakiti. Busuk, tau nggak! Mala udah baik sama lo, kok lo tega sih sama Mala?"
"Rakha? Kok kamu tega sih bentak aku? Aku pacar kamu, Rak. Kok kamu malah belain Mala? Aku kurang apa?" Ucap Violita seraya menangis.
"Damn, bitch! Jangan sok paling tersakiti! Gue bukan pacar lo"
"Kamu tega, Rak"
"Rak, kok lo bentak Violita sih? Violita pacar lo, dengerin dia. Lo ngga usah kasihan sama gue" Ucap Mala mencoba menengahi pertengkaran mereka berdua.
"Trust me, la. I'm your boyfriend, don't trust her!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Basmalah Nigista
Fiksi Penggemar𝘙𝘢𝘬𝘩𝘢 𝘗𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘢. 𝘊𝘰𝘸𝘰𝘬 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘫𝘪 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘉𝘢𝘴𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘕𝘪𝘨𝘪𝘴𝘵𝘢 𝘎𝘳𝘢𝘭𝘪𝘯𝘥. 𝘏𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱�...
