18. Hukuman Kamar Mandi

3.7K 156 2
                                        

❤‍🔥❤‍🔥

  Perang dingin antara Violita dan Mala masih tetap berlangsung hingga sampai detik ini, terhitung sudah hampir seminggu mereka tidak berbicara satu sama lain. Sehingga menyebabkan Angel pun kebingungan dengan kedua sahabatnya ini. Terlebih lagi, Violita dan Mala sudah bersahabat sejak lama, dan hanya gara-gara satu cowok mereka menjadi asing seperti ini.

"Kalian nggak ada niatan mau ngobrol gitu?" Tanya Angel mencolek lengan Mala.

"Hm"

"Capek tau nggak, gini terus tuh. Udahlah, baikan yuk" Ucap Angel menatap kearah Mala dan punggung Violita.

"Gue nggak mau lagi temenan sama penghianat yang tega nikung pacar sahabatnya sendiri" Ucap Mala dengan nada emosi. Violita menoleh kebelakang dan menatap Mala sekilas.

"Apa? Kesindir, bu?"

"Gue nggak nyari gara-gara duluan ya sama lo, anjing!" Pekik Violita menggebrak meja Mala membuat semua sorot mata tertuju padanya.

"Kenapa tuh mereka?"

"Gatau"

"Berantem lagi, kah? Panggil BP aja BP!"

"Ya nggak usah ngegas juga! Lagian kenyataan kan kalo lo itu nikung pacar sahabat sendiri?" Ucap Mala penuh penekanan di setiap katanya. Violita pun tersulut emosi, dia berdiri dan menatap Mala penuh amarah. Mala pun tak tinggal diam, dirinya berdiri menghadap Violita dengan kepalan tangan disamping jahitan roknya.

"Aduh, aduh. Udah dong guys, kok jadi gini sih. Gue nyuruh kalian buat akur loh, bukan malah buat berantem" Ucap Angel mencoba melerai keduanya yang tengah bertengkar.

"Jaga ya mulut, lo" Ucap Violita menunjuk wajah Mala.

"Apa? Bener kan apa yang gue bilang? Kenapa? Nggak terima?" Tanya Mala dengan senyuman miring menatap Violita.

"Lo!"

"Mala! Violita! Apa-apaan kalian ini?"

Guru wali kelas XI-IPA 5, tiba-tiba masuk kedalam kelas mereka. Semua siswa sontak menoleh kearah Vita selaku wali kelas XI-IPA 5 yang berjalan mendekat kearah Mala dan Violita mencoba melerai keduanya yang tengah bertengkar.

"Ini sekolah, bukan tempat buat berantem!"

"Vio duluan bu yang mulai"

"Hah? Kok lo nuduh gue sih? Lo yang ngatain gue duluan ya, anjir!"

"Lo duluan"

"Udah! Stop! Mala, Violita! Ikut ibu ke ruang BK sekarang" Ucap Bu Vita hingga membuat seluruh siswa dikelas tersebut diam tak berkutik. Mala dan Violita pun berjalan dibelakang Bu Vita menuju ke ruang BK untuk menjelaskan apa yang menyebabkan mereka berdua bisa bertengkar. Sesampainya di ruang BK, mereka masuk kedalam.

"Bu Siska, tolong kasih sanksi untuk mereka berdua karena telah bertengkar di dalam kelas dan membuat keributan" Ucap Bu Vita pada Bu Siska selalu guru BK.

"Sebentar-sebentar, ini ada apa sebelumnya? Coba jelaskan pada ibu" Tanya bu Siska pada Violita dan Mala yang tengah duduk dihadapannya.

Violita dan Mala hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, mereka hanya saling bertatapan satu sama lain dengan tatapan sinis.

"Baik, tidak ada yang mau menjelaskan salah satu diantara kalian? Kalau begitu, ibu beri kalian hukuman karena telah membuat keributan di dalam kelas"

Tak ada jawaban dari mereka berdua, dan akhirnya Bu Siska memilih untuk memberikan sanksi atau hukuman pada mereka berdua.

"Baiklah, hukuman yang pantas untuk kalian berdua adalah membersihkan seluruh kamar mandi perempuan yang ada di sekolah ini"

"Tapi.. Bu"

"Tidak ada tapi-tapian, kalian dari tadi ibu ajak bicara hanya diam saja. Setelah ibu kasih kalian hukuman, kalian baru jawab. Sudah laksanakan saja perintah ibu" Ucap Bu Siska dengan lantang, akhirnya Mala dan Violita keluar meninggalkan ruang BK.

Violita dan Mala berjalan menuju kamar mandi, Violita mengambil semprotan kaca dan kain sementara Mala mengambil kain pel, dan sikat kamar mandi.

"Ini semua gara-gara lo tau nggak!" Ucap Violita mengelap kaca kamar mandi.

"Kok gue sih? Lagian fakta kali kalo lo nikung pacar sahabat sendiri" Ucap Mala yang sedang mengepel lantai.

"Gue nggak nikung lo ya. Gue nggak pernah tuh deket-deket sama Rakha. Jadi bagian mananya yang dibilang nikung? Hm?" Ucap Violita, emosi Mala yang belum mereda seketika naik kembali mendengar perkataan Violita.

"Oh, nggak deket-deket Rakha tapi lo nyuruh gue buat deket sama Junior? Itu namanya apa ya? Bukannya sama aja?" Ucap Mala

"Anjing, lo" Ucap Violita menampar wajah Mala cukup keras.

"Aw, sialan!" Tangan Mala menarik rambut Violita hingga membuatnya tersungkur ke belakang.

"Lo nggak usah mancing emosi lagi, bisa nggak sih? Gue udah sabar ya, ini njir!"

"Lo bener-bener bikin gue emosi ya!  Bisa-bisanya gue dulu sahabatan sama uler kayak lo" Ucap Mala mengepalkan kedua tangannya yang ingin ia layangkan kearah wajah Violita namun dia masih menahannya.

"Gue juga nyesel udah sahabatan sama lo" Ucap Violita kembali melanjutkan aktifitasnya mengelap kaca.

"Vio! Mala! Udah dong udah kalian berantemnya. Mau hukuman kalian ditambah lagi? Udah selesaiin, yang lain udah pada pulang kalian mau tidur sini?" Ucap Angel yang tiba-tiba masuk kedalam kamar mandi perempuan dengan menenteng tas sekolahnya.

"Diem lo!"

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang