3. Rakha dan Es Krim Matcha

5.1K 242 6
                                        

❤‍🔥❤‍🔥

         Matahari pagi ini bersinar begitu cerah. Secerah suasana hati Mala yang tengah mengendarai motor pink sport nya. Jarak rumah Mala menuju sekolah memang tidak terlalu jauh. Menikmati berkendara bersama orang-orang yang beraktifitas pada pagi hari ini.

Sekitar dua puluh menit Mala sampai di sekolah bertembok bata bercat krem itu. Saat pintu gerbang terlihat, Mala terasa lega. Motor Rakha menyalip nya di pintu gerbang. Mala bergegas menaikan laju motornya menyusul motor Rakha. Motor pink itu terparkir sempurna disamping motor blackdoff milik Rakha.

"Pagi, Rakha Permana" Sapa Mala lembut dengan senyum andalannya.

"Pagi, la"

"Kemarin ketiduran ya? Sampai chat ku gak kamu bales. Padahal aku nungguin loh"

"Iya. Maaf"

Mala mengangguk senang. Lalu, tangan Rakha meraih pergelangan tangan Mala dan menuntun nya berjalan menuju ke kelas. Kedua mata Mala terbelalak kaget melihat act of services nya Rakha yang bukan main. Pipinya kini bersemu merah. Orang lain memang tak perlu tau hubungan mereka, tapi menurut Mala ini harus.

Mereka menaiki tangga untuk menuju ke kelas. Ya, kelas mereka berada di lantai 3. Itu sangat melelahkan bukan? Jika harus menaiki anak buah tangga ini, dengan langkah kaki kita yang kecil? Begitu pikir Mala.

Tepat di depan kelas Mala, langkah Rakha pun terhenti.

"Yaudah aku ke kelas dulu ya"

"Makasih. Nanti ketemu di kantin. Kamu gak ada jadwal rapat kan hari ini?" Tanya Mala memastikan. Mala memang tau segalanya tentang Rakha, bukankah Mala se sempurna itu?

"Enggak"

"Yaudah kalau gitu, gimana kalau kita pulang sekolah nanti ke cafetaria? Aku lagi pengen es krim panas-panas gini"

Rakha mengangguk pelan sambil memenjamkan matanya sekilas melihat tingkah laku Mala yang kian hari begitu menggemaskan.

"Sipo" Tangan Mala membentuk simbol 'oke'.

Rakha lalu pergi meninggalkan Mala. Mala pun masih berdiri di depan kelasnya sambil menetralkan pipinya yang blushing. Tak lama kemudian, cowok berjaket erigo berwarna hitam itu berjalan ke arah Mala dengan senyuman tengil.

"Kenapa lo?"

"Buset sewot amat. Gimana kalau nanti pulang gue anterin?"

"Apasi lo? Jamet alay ga jelas!"

Junior meninju kearah tembok dengan keras. Lagi, lagi dan lagi Mala menolak mentah-mentah ajakan dari Junior.

❤‍🔥❤‍🔥

"Pelan-pelan dong la, makannya. Lo laper apa kesurupan sih?" Tanya Angel.

"Kesurupan gue. Abisnya Junior sama fisika bikin gue emosi pagi-pagi" Mala batuk setela berbicara.

"Tuh kan, minum-minum" Angel menyodorkan sedotan kearah Mala, Mala pun menyeruput es jeruk didepan nya.

Basmalah NigistaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang