25

805 39 0
                                        

***

   Na Jaemin kembali ke rumahnya dengan lancar sepanjang perjalanan, dan makan masakan rumahan yang hangat yang dibuat orang tuanya untuknya.

Tidak ada Lee Jeno di meja makan yang tanpa lelah menyajikan sayur untuknya. Melainkan disambut oleh perhatian orang tuanya, yang membuat Na Jaemin sedikit linglung untuk beberapa saat.

Pada hari pertama jauh dari Lee Jeno dia sedikit tidak nyaman, tetapi itu juga membuatnya menghela nafas lega.

Sebagian besar hubungan akan memudar seiring waktu. Mungkin di bulan ini, karena dia tidak dapat melihat Lee Jeno dia dapat mengubah hubungan ini kembali menjadi persahabatan lagi?

Berpikir tentang mencium seorang pria, ingin memiliki kontak dan komunikasi yang lebih mendalam... sangat mesum! Benar, akan lebih baik untuk berubah kembali.

Na Jaemin merencanakan dengan sangat baik di dalam hatinya. Dia sudah cukup makan dan minum. Jadi Dia kembali ke kamar untuk mandi dan beristirahat di bawah desakan ibunya.

Membuka pintu kamar, Na Jaemin melihat kamar tidurnya yang bersih dan rapi. menarik napas... dia benar-benar lupa bahwa ada semua jenis barang pribadi milik Lee Jeno di kamar tidurnya.

Ketika Lee Jeno datang ke sini untuk belajar saat SMA, mereka akan tinggal bersama di kamarnya untuk meninjau pelajaran  dan pada akhir pekan, Lee Jeno juga akan kembali ke rumahnya untuk menginap bersamanya.

Tidak ada kamar tamu tambahan di rumah mereka, jadi saat Lee Jeno datang dia otomatis akan tidur dikamar dengannya. Sepanjang waktu berlalu dan semakin banyak barang pribadi milik remaja itu memenuhi ruangan kecil ini.

Seperti Model robot dan buku ekstrakurikuler yang dibeli oleh Lee Jeno di atas meja, foto grup mereka berdua yang dipaksa Lee Jeno untuk diletakkan di meja samping tempat tidur, bantal milik Lee Jeno di atas tempat tidur...

Jika dia ingat dengan benar, ada handuk milik Lee Jeno di kamar mandi kamar tidur tidurnya, dan berbagai pakaian yang tidak diambil lelaki itu di lemari pakaian nya.

Pada hari pertama jauh dari Lee Jeno, tepat setelah menghirup udara beberapa kali tanpa seorang Lee Jeno, dan saat ini Na Jaemin kembali dikelilingi oleh barang-barang milik Lee Jeno lagi.

Dia menutup pintu kamar dengan sakit kepala dan menarik napas dalam-dalam.

---

   Lee Jeno juga pulang dengan lancar. Karena keterampilan memasak orang tuanya sangat buruk, mereka tidak memasak masakan rumahan. Mereka membiarkan koki di rumah bertanggung jawab untuk memasak beberapa masakan kesukaan putra bungsu mereka.

Tuan Lee memakai kacamata dan berpura-pura melihat berita pekerjaan di ponselnya Setelah melihat putranya yang memberontak memasuki pintu, dia berdeham dengan keras.

"Lama tidak bertemu." Lee Jeno menyapa dengan malas, dan meletakkan barang-barang di tangannya di atas meja, "Ini, aku membawakan mu beberapa oleh-oleh dari sana."

Tuan Lee mendengus lalu berdiri dengan sudut mulutnya tegak ia memeriksa buah tangan yang dibawa oleh putra berbaktinya, dan akhirnya menghela nafas dengan sudut mulutnya, "Ini benar-benar asap dari kuburan leluhur, anakmu telah belajar menjadi berbakti."

Tuan Lee yang selalu berbicara dengan cara yang aneh ditampar oleh Nyonya Lee yang turun ke bawah. Nyonya Lee tersenyum senang, "Oke, ibumu suka ini, kenapa kamu tiba-tiba ingat untuk membeli ini saat pulang?"

"Aku belajar dari Nana." Kata Lee Jeno.

"Na kecil benar-benar anak yang perhatian." Nyonya Lee menghela nafas sedikit, "Pepatah lama mengatakan bahwa orang yg dekat dengan tukang parfum akan ikut wangi. Itu masuk akal. Kamu bisa belajar lebih banyak dari Jaeminie."

(Not) JUST FRIENDS [NoMin]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang