***
Na Jaemin membuka matanya di pagi hari, dan hal pertama yang menarik perhatiannya adalah wajah tampan yang familiar.
Lee Jeno telah bangun, dan menatapnya dengan mata yang dalam.
"Apa yang kamu lihat?" Na Jaemin mendorong orang itu lebih jauh dan menenangkan jantungnya yang sudah dibuat berdebar kuat di awal hari, "Mengerikan, dari film horor mana kamu belajar untuk menakut-nakuti?."
Lee Jeno tersenyum, "Aku merasa bulu matamu lebih panjang 0,02 mm daripada saat kamu SMA."
"..." Na Jaemin meregangkan tubuhnya dan menendang Lee Jeno yang masih berbaring di tempat tidurnya, "Jangan bicara omong kosong. Aku ada kelas, geser kakimu aku akan turun."
Lalu seketika Lee Jeno malah mengaitkan kakinya dengan kaki Na Jaemin, "Untuk apa terburu-buru, ayo pergi bersama."
Kenyataannya, Na Jaemin dan Lee Jeno tidak satu jurusan. Na Jaemin di departemen hukum, dan Lee Jeno dari departemen Bisnis.
Na Jaemin tidak tahu hal tercela apa yg telah sahabatnya ini lakukan dibelakang.
Bagaimanapun, sejak tahun pertama masuk perguruan tinggi, Lee Jeno seorang pemodal, telah tinggal di asrama sekolah hukum. mereka selalu bertemu di gedung pengajaran dan masih bersama setelah mereka pulang kuliah.
Entah takdir atau kebetulan sialan, nyatanya Na Jaemin cemas dan senang.
.
Na Jaemin sampai sepuluh menit sebelum kelas dimulai, diikuti oleh Lee Jeno.
Setelah mendapatkan tempat duduk untuk dirinya serta rekan sekamarnya, Na Jaemin mendengar gadis-gadis di barisan depan tertawa menggodanya, "Jaemin ah kamu membawa keluargamu ke kelas lagi?"
"Kami kembar Siam, apakah dapat dipisahkan?."
Dan sebelum Na Jaemin dapat bicara, si 'keluarga' dengan sukarela telah menjawab mereka.
Na Jaemin melirik Lee Jeno. Dan bocah konyol itu tersenyum dan menutup mulutnya, berbaring di atas meja untuk menatap Na Jaemin yg menyiapkan alat tulisnya.
Meskipun Lee Jeno bukan dari kelas ini, seluruh kelas Na Jaemin telah terbiasa dengan kehadirannya.
Selama dia tidak ada kelas, maka Lee Jeno, si pangeran kampus pasti akan muncul di sisi Na Jaemin dan menemani sahabatnya itu di kelas.
Bel masuk berbunyi kelas menjadi sunyi. Hanya suara ceramah dosen di depan sana serta goresan pena dan balikan halam buku yg bergabung menjadi satu.
Na Jaemin selalu serius belajar, tetapi meskipun demikian, sulit untuk tenang ketika seseorang di sebelahnya berbaring di atas meja dan menatapnya.
Terlebih lagi orang ini adalah naksir rahasianya!.
Na Jaemin mengulurkan tangan untuk menutupi mata Lee Jeno, merendahkan suaranya dan berkata, "Berhenti melamun, perhatikan pelajaran."
Lee Jeno meraih tangan Na Jaemin yang menutupi matanya, dan meletakkan tangan Na Jaemin di pangkuannya lalu Lee Jeno kembali menatapnya dengan penuh konsentrasi.
Na Jaemin menyerah. Ia hanya bisa berpura-pura tenang dengan telinga memerah.
.
Bel keluar kelas berbunyi, dan Lee Jeno yg ada kelas berikutnya pun berdiri, "Aku pergi, jangan diam-diam mengenal gadis yang menyukaimu selama aku tidak di sini, kamu harus menunggu sampai aku di sana." Katanya.
Na Jaemin melambaikan tangannya untuk memberi tanda pada Lee Jeno untuk segera keluar, dan menoleh sebelum sosok Lee Jeno menghilang di pintu.
... Jika Lee Jeno tahu siapa yang ia sukai, sahabatnya itu pasti tidak akan mengatakan hal seperti ini lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
(Not) JUST FRIENDS [NoMin]
RomanceSemua orang tahu seberapa baik hubungan antara Jeno dan Jaemin. si kembar yg sudah seperti saudara, ya persahabatan mereka sampai membuat orang lain salah sangka. Dan disanalah seorang Jaemin terjebak dalam manis dan asam hal rumit yg disebut pera...
![(Not) JUST FRIENDS [NoMin]](https://img.wattpad.com/cover/352048412-64-k879255.jpg)