#4 Extra Part : Masa Lalu Joshua

668 32 7
                                        

Joshua mengesap kopinya untuk terakhir kali sebelum memesan kembali minuman ini. Sudah 1 jam lamanya ia duduk sendirian di coffee shop tersebut, menanti sobat-sobat kampretnya yang ngaret luar biasa malam ini.

"Bang Jo!" seru Dino sembari melambaikan tangannya ke arah Joshua. akhirnya setelah penantian panjang, ada juga yang nongol di sini.

"Bang sorry banget gue telat, Sasa tadi minta anterin balik dulu" lanjut si Bontot lalu buru-buru menarik sebuah kursi di sebelah Joshua.

"lah? jadi ini lu balik ke rumah terus baru otw ke sini?" tanya Joshua heran.

sudah 6 bulan berlalu sejak Dino akhirnya jadi penghuni kos Akinda terakhir yang angkat kaki dari sana. Dan sudah 6 bulan lamanya pula si Bontot menikah dengan pujaan hatinya yang bernama Sasa.

"Ho'oh Bang. sebenernya Sasa nggak masalah balik naik ojol, cuma gue nggak tega Bang. hehehe" Dino menyengir ke arah Joshua dan sebagai abang yang baik, Joshua mengerti kalau adiknya ini masih dalam fase-fase indahnya pernikahan....

"Lo udah mesen belum?" Joshua kembali bertanya saat Dino malah sibuk sama HP nya.

"udah, gue mesen vietnam drip." ia lalu melirik ke arah gelas Joshua, "Lah? punya lu udah abis aja Bang? mesen lagi nggak? gue pesenin yah?"

"Boleh deh, Kopi susu aren ya Din." pesan Joshua

"Tumben kagak americano? haha" ledek Dino sambil berdiri dan hendak memesankan punya Joshua.

"Gue mau tidur malam ini. kalau Americano bisa jereng sampai besok hahaha"

"Hahahaha oke deh, gue pesenin dulu ya Bang" Dino lalu pergi ke meja kasir untuk memesankan pesanan Joshua. sekalian dibayarin juga sama si Bontot. Maklum sekarang udah bisa traktir-traktir warga, soalnya udah naik jabatan.

tidak lama setelah kedatangan Dino, rombongan alumni kosan lainnya mulai berdatangan. Ada Ochi, Dika, Hao, Juna, Booby dan Johan. Hanya Willy yang absen malam ini karena masih berada di Surabaya. sementara Malik masih on the way dari Bandung habis wisudaan adeknya.

"ada kejadian apaan nih Bang Jo lo ngumpulin kita semua dimari? ada yang penting?" tanya Booby sambil mencomot sebiji cireng yang tadi dipesan dan dibayarkan oleh Juna.

"Iya Jo, tumben amet ngajakin ngumpul di hari kerja?" Johan ikutan heran. walaupun lelah dan letih, ia tetap datang ke coffee shop ini karena sepertinya ada hal yang sangat amat penting yang ingin Joshua bicarakan.

"Istri lu baek-baek aja kan Bang?" tanya Fauzi si manusia paling suuzon.

"nggak cere kan Jo?" celetuk Juna jadi ikutan was-was.

Joshua sontak tergelak, "kurang ajar! ya kagaklah. Gue sama Chia baik-baik aja kok."

"Jean aman Bang?"

"Aman."

Saat ini Joshua memang sudah dianugerahi seorang anak laki-laki bernama Jean Stevent. anaknya itu sudah berusia 5 bulan, memang sejak menikah Joshua nggak menunda-nunda kehamilan. langsung gas poll dan jadilah Jean.

"terus ngapain ngajakin ngumpul? si Tua bukannya baru balik dua bulan lagi? kita nggak disuruh bikin pesta penyambutan kan Bang?" lagi-lagi Ochi yang suuzon. si Tua yang dimaksud sudah pasti Syahrez, ketua Akinda itu memang rencananya akan datang ke Jakarta dua bulan lagi untuk menghadiri pernikahan Ayu di Batam. Ayu bukan nikah sama Johan ya.

"Hahahaha" lagi-lagi Joshua tergelak

"Bukan. bukan itu kok" lanjutnya

"YA TERUS NGAPAIN?! YANG JELAS LU KALO NGOMONG" kalo udah emosian begini udah jelas pelakunya siapa.

"hahaha sialan, sabar kenapa Bob? gue butuh energi yang banyak buat ngejelasin semua ini"

"eh ada apasih? serius banget Bang Jo?" tanya Dika jadi takut beneran.

Joshua tampak menarik napasnya dalam-dalam sebelum mulai membuka topik yang menurutnya agak berat ini....

"btw Fina udah balik ke Jepang?" celetuk Hao tiba-tiba. pria yang daritadi diam ini akhirnya buka suara dan mempertanyakan hal yang sebenarnya ingin Joshua bahas malam ini.

semuanya sontak menoleh ke arah Hao, "si Fina di sini?" tanya Juna heran

"Lah... bukannya kemaren masuk RS?"

"Gue nggak tau..." pak CEO geleng-geleng bingung. kesibukannya di kantor sampai bikin dia nggak punya waktu ngurusin hal lain.

"Iya, kemaren dirawat di RS 3 hari. Keracunan makanan kan katanya?" jawab Johan sebagai salah seorang teman terdekat Fina dan Wisnu.

Joshua lantas tertawa sinis, "keracunan apaan Han? dia kuret. keguguran."

"HAH?!"

semuanya sontak menatap Joshua ternganga tak percaya.

"HAMIL LAGI? BUKANNYA HANNI BARU 5 BULAN BANG UMURNYA?"

"LO YANG BENER JO?" Johan sampai berdiri dari kursinya saking tak percayanya dengan cerita Joshua.

"Lah gimana sih lo pada? gue dokternya. Dia nggak tahu kalo udah hamil 4 bulan."

"4 BULAN? UDAH PUNYA NYAWA DONG BANG?!" tanya Booby heboh

Joshua hanya mengangguk.

"Cowok anaknya."

"busetttt! kenceng amet si Wisnu udah nyekor lagi......" Juna jadi salut sama sobat seperjuangannya itu.

tapi bukannya terbahak, Joshua malah tersungging sendiri. seperti ada sesuatu yang ingin ia jelaskan.

"Bukan anak Wisnu."

'BRAKKKK!!'

Ochi langsung menggebrak meja. untung mereka ada di private room. Jadi nggak ada orang luar yang dengar gebrakan meja dari si Maung.

"LO YANG BENER JOSHUA?! BECANDA LO NGGAK LUCU SUMPAH" Johan langsung sewot.

"Gue nggak becanda. Dianya ngaku sendiri kok. sejak Hanni lahir, hubungan mereka goyah lagi. Wisnu mulai sibuk nggak karuan dan Fina kena baby blues. dia sendirian di sana."

"TERUS ANAK SIAPE DONG ANJIR? NGGAK MUNGKIN ANAK VERNON KAN?!"

.

.

.

.

.

Full story ada di akun karyakarsa ku ya all. Makasih yang udah support Akinda dari dulu:') Linknya ada di bio! selamat membaca dan terkaget-kaget....


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Kos AkindaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang