Kata orang-orang, setiap manusia itu punya keberuntungan dan ujiannya masing-masing. Artinya, jika ada satu sisi kehidupan dari seseorang itu memperoleh keberuntungan, maka akan ada sisi lain yang mendapati ujian. Namun, Luna tidak sepakat dengan it...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Padahal niatnya hanya mengabari, tapi Gio malah mendapat omelan dari mamanya. Seketika pandangan Gio beralih pada Luna yang masih terlelap sejak baru sampai di rumah sakit dini hari tadi. Demamnya sudah lumayan turun sejak diberi penurun panas melalui injeksi, tapi tetap saja Luna masih lemas.
Tangan Gio terulur untuk mengusap kening Luna dengan lembut. Tak disangka, sentuhan Gio itu malah membuat Luna terusik dan perlahan membuka matanya.
"Eh, maaf, tidur lagi, tidur lagi. Aku ganggu ya?"
"Hm" Luna bergumam sambil mengubah posisinya jadi miring menghadap Gio, tangan Gio dia raih dan dia jadikan tumpuan di bawah pipinya