25. What are you talking about??

3.4K 261 29
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Sasuke sangat kaget saat Shikamaru datang dan mengabari tentang Naruto yang kini berada di rumah sakit, namun ekspresi kagetnya tak nampak, tertutup wajah datar.

Dan meskipun dia masih memiliki perasaan tak nyaman di hati, dia tetap akan datang. Bagaimanapun juga, Naruto sudah menjadi suaminya, kan? Terlepas dari hal yang terjadi sebelumnya, Naruto tetaplah orang yang membuatnya tetap hidup, walaupun dia sendiri sudah lelah dengan hidupnya. Dan--

Entahlah, Sasuke juga tidak mengerti apa yang diinginkan hatinya, apa yang diinginkan pikirannya, apa yang sebenarnya dia inginkan. Yang pasti, dia, dia tidak mau sendiri lagi. Dan Naruto, adalah seseorang yang tak bisa dia pungkiri, menjadi tempat untuk pulang. Meski tingkahnya kemarin-kemarin membuat sakit hati.

Segera saja si Uchiha terakhir bergegas pergi ke rumah sakit dimana Naruto kini berada.

Sasuke terdiam sejenak, menatap Naruto dari balik jendela. Tidak ada yang aneh dari penampilan si Baka Dobe yang hilang dan baru ditemukan itu. Hanya tangannya dipasang infus, dan selimut yang menutup hingga setengah dada.

"Mendokusei, masuk lah," ucap Shikamaru yang hanya diangguki secara singkat.

Sasuke masuk ke dalam ruangan itu, menarik sebuah kursi lalu duduk di sisi kiri tempat tidur. Dia hanya duduk diam, tapi obsidian legamnya tak henti menatap lelaki pirang yang masih asyik dalam lelap itu.

Lima menit kemudian, Sakura juga masuk. Dia melihat pandangan Sasuke yang tak lepas dari wajah Naruto. Helaan nafasnya terhembus.

Kurama loncat dari pundak si gadis, lantas berbaring malas di atas perut Naruto. Matanya langsung memejam, rubah itu lelah karena harus mencari apel ke taman belakang rumah sakit dan jauh dari si jinchuuriki, jadi tenaga nya juga hanya sedikit.

"Sasuke-kun, kamu sudah makan?" tanya si gadis bersurai pink.

Sasuke hanya menoleh, kemudian mengangguk.

"Baiklah, aku tinggal ya," ucapnya lagi tak mau mengganggu.

"Hnn."

Sepeninggal Sakura, suami kecil Naruto itu kembali menatap wajah terpejam Naruto dengan intens, 'sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa setelah hampir satu bulan menghilang, Naruto justru muncul dengan keadaan tak terduga??' tanya Sasuke dalam hati. Jemarinya bergerak mengelus pipi berkumis kucing Naruto.

~~

"Hmm, di mana ini?" gumam Naruto kala kelopak matanya telah terbuka dengan sempurna.

Bau obat menyengat hidung dan langit-langit ruangan yang berwarna putih menyambut penglihatannya. Tanpa harus berpikir lagi setelah bertanya pada diri sendiri, dia segera tau kalau kini dia ada di rumah sakit. Tapi siapa yang membawa nya??

Saat menoleh ke arah jendela, nampak langit di luar sana telah berganti warna menjadi gelap gulita. Dia beranjak duduk, tapi gerakannya terhenti ketika sadar ada tangan yang menggenggam erat tangannya sendiri.

"Sasuke," bisiknya pelan.

Genggaman itu Naruto lepas perlahan, lantas turun dari brankar, jongkok di samping Sasuke yang masih terlelap.

'Tidur dengan posisi ini hanya akan membuat pegal,' pikirnya seraya mengangkat Sasuke lembut, untuk kemudian dia baringkan di tempat sebelumnya dia berbaring.

Naruto kecup pelan kening dan sudut bibir si lelaki Uchiha, "maafkan aku," bisiknya lirih.

Dia hendak berjalan pergi, saat tangannya ditarik.

"Naru?"

Naruto berbalik, mendapati kelereng kembar berwarna kehitaman menatapnya berkaca-kaca.

"He--hei?? Jangan menangis, Sasuke."

Naruto gelagapan, jemarinya mengusap air mata yang keluar dari sudut mata Sasuke lalu memeluknya pelan dan ragu, takut Sasuke tak nyaman akan pelukannya. Tapi dia justru mendapati Sasuke yang menumpukan wajah di dada bidang nya.

"Jangan menangis," ucapnya lagi.

Setelah ikut duduk di samping Sasuke, Naruto membawa suami kecilnya ke pangkuan, sedikit tak peduli pada brankar yang cukup sempit. Yang dia pedulikan saat ini adalah Sasuke.

"Kau-- kau mau pergi ke mana lagi?! Apa satu bulan tidak cukup?! Kau benar-benar mau aku mati sendirian?!"

Setiap malam, dia selalu sakit sendirian. Jika sebelumnya Naruto akan datang saat napasnya dipompa cepat, akan menolong saat dia kesakitan, sejak hilang tidak lagi. Sasuke sendirian, dan rasanya dia tidak suka. Tak pernah terbiasa dengan rasa sepi itu walaupun hidup nya selalu sendirian.

Dia bahkan pernah berpikir bahwa tanpa dia bunuh diri pun, kematian akan datang sendiri. Apalagi dia benar-benar sendirian.

"Hey hey? Apa yang kamu bicarakan?' tanya Naruto kebingungan.

"Kau--"

"Tenanglah, oke. Aku tidak akan pergi, maaf membuatmu khawatir," kata Naruto sembari memberi elusan konstan di punggung Sasuke.

Hingga lima belas menit kemudian, helaan napas pemuda dalam dekapan si pirang terdengar teratur, wajah putih itu memejamkan mata dan bersandar nyaman. Sasuke tidur.

Pelukan pada pemuda berkulit porselen itu ia eratkan, sambil bertanya-tanya dalam hati tentang maksud dari ucap si suami kecil.

"Kenapa Sasuke bilang satu bulan?" Naruto bergumam pelan, keningnya berkerut tanda si pirang sedang berpikir serius.

Dia hanya pergi pagi tadi, --catat, pagi tadi,-- berniat menjernihkan pikirannya yang kembali kacau saat ucapan Sasuke berkali-kali hanya tentang mati.

#........#

Vote and comment please 💗

Huehehehehe, memang vendhek

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang