71. Anything for you, honey

2.2K 167 5
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Lima menit berlalu, keduanya telah pindah tempat lain, sedikit pojok di bagian gelap, tapi masih berada di halaman. Yang lain juga kembali ke obrolan masing-masing, tak ingin jadi pengganggu sepasang sejoli itu memadu kasih.

"Sasu--"

Sebelum Naruto selesai berucap, Sasuke lebih dulu menciumnya. Dibalas Naruto senang hati. Balasan awal yang ia terima lembut lama-kelamaan semakin agresif. Tapi hanya sebatas itu, kok.

Saat malam semakin meninggi, mereka semua berkumpul seperti lingkaran. Tapi kali ini api unggun sudah padam. Sai menembak petasan suar ke langit, terlihat sangat indah.

Ketika malam mulai semakin larut dan kegiatan mereka telah selesai, Ayame dan pak tua Teuchi pulang. Sementara yang lain tidur di ruang tengah rumah Naruto yang sofanya dipindahkan ke pinggir, beralaskan kasur lipat lantai dan dihangatkan dengan selimut yang lumayan tebal.

Para lelaki ada di bagian kiri ruangan, sementara para gadis ada di bagian kanan. Jumlah yang lumayan banyak itu tidak membuat mereka harus berdempetan karena ruangan tersebut cukup luas setelah kursi yang menghalangi disingkirkan. Bahkan Kakashi dan Iruka pun ikut berbaring disana bersama mereka.

Kini semua orang sudah tertidur, kecuali satu orang. Naruto, yang sengaja tidak tidur dan lebih memilih menatap pusat perhatian nya yang mendusel nyaman di dadanya, mengeluarkan kotak kayu dari saku celana. Membukanya, lalu mengambil gelang keperakan disana. Perlahan karena tak ingin Sasuke terbangun, dia memasangkan gelang tersebut di pergelangan tangan kanan sang submissive. Setelah itu, dia juga memakaikan kalung berbandul wajahnya di leher Sasuke.

Senyum lebar tercipta di wajah Tan nya. Bagaimana ya, reaksi Sasuke saat melihat kedua benda itu?

Dia sengaja tidak memberikan nya langsung, ingin hadiah kecil darinya itu menjadi sebuah kejutan.

Tadinya, dia dan Sasuke juga tidur di sana. Hanya saja karena tengah malam Sasuke kedinginan, keduanya memilih pindah ke kamar.

Sasuke duduk di atas dipan, sedikit mengucek matanya yang agak perih. Dia juga sempat menatap jam dinding yang jarum pendek nya menunjuk ke angka satu. Hingga dia menyadari sesuatu.

Sasuke terdiam. Kantuk yang tadi masih membuat matanya rekat seperti di lem, kini telah sirna.

Gelang perak mutiara melingkar indah di tangan kanannya, sementara pada lehernya juga terpasang apik sebuah kalung yang menjuntai di depan dada. Kalung tersebut memiliki bandul dengan bentuk ukiran wajah lelaki pirang yang telah menjadi pasangan nya. Sejak kapan kedua benda indah ini ada padanya?

Matanya berkaca-kaca. Tanpa waktu lama, di pipinya sudah terdapat dua aliran sungai. Sudah bisa dipastikan siapa pelaku yang memasangkan kedua perhiasan ini padanya saat ia tertidur.

"Sasu, ada apa, hmm? Kenapa menangis?" tanya Naruto khawatir, berjalan mendekat terburu-buru. Dia baru saja dari kamar mandi, ngomong-ngomong.

"Naru, terima kasih. Aku--"

"Aku tidak pernah membayangkan akan kembali merayakan hari ulang tahunku sejak klan terbantai. Ini adalah pertama kalinya sejak saat itu, pertama kalinya ada yang mengingat kapan aku dilahirkan, memberiku sesuatu yang tak kuduga," lirihnya.

Si surai raven meluncurkan dirinya ke dalam rengkuhan sang suami. Sungguh, dia tidak tau harus berkata apa. Bahkan setelah dirinya kehilangan klan, dia tidak ingat lagi tanggal berapa dia lahir.

Naruto tersenyum lembut, "apapun untukmu, sayang."

Jemari kasar Naruto menyingkirkan helaian rambut Sasuke yang menutupi mata kirinya, dia juga mengusap air mata Sasuke dengan lembut.

"Naa, bagaimana menurutmu? Aku membuatnya sendiri, loh. Eh, sebenarnya yang membuat kloning ku, sih. Aku kan selalu bersama mu."

"Naru, ini--"

"Ini indah sekali. Kau tau, aku baru pertama kali melihat gelang dengan bentuk seperti ini."

"Tentu saja," sahut Naruto, bisa dilihat dari raut wajah nya kalau dia bangga bisa membuat Sasuke terkesan.

"Aku membuat desainnya sendiri, karena aku tidak mau hadiah dariku untuk mu mirip dengan milik orang lain. Makanya aku membuat nya sendiri."

"Benarkah? Tapi kapan?"

"Dua minggu lalu, ketsueki Bunshin ku pergi untuk mencari material yang ku butuhkan. Perak, ruby, dan mutiara hitam. Lalu dia menempa nya di desa Kiri."

"Kenapa harus sejauh itu?"

"Tentu saja karena itu adalah hadiah spesial untuk orang yang spesial. Jadi kami akan mendapatkan yang terbagi untuk itu. Dan tempat menempa perhiasan di desa Kiri memang terkenal reputasi nya."

"Yaa, sebenarnya sih aku tidak berpikir untuk menempa disana. Masalah nya adalah, pemilik tempat itu orangnya galak. Dia juga jarang mengizinkan orang lain untuk menempa disana. Tapi ternyata Bunshin ku bisa merayunya agar diizinkan."

"Kamu menyukainya, tidak?" tanya Naruto penasaran tapi juga harap-harap cemas. Dia memang yakin dengan bentuknya. Tapi kan dia juga tidak tau apa Sasuke menyukai perhiasan atau tidak.

"Ya! Aku menyukai nya. Ini, ini indah sekali," Sasuke mengangkat pergelangan tangan nya, memamerkan gelang baru yang dibuat khusus oleh suaminya.

Naruto terkekeh pelan, ekspresi Sasuke sangat menggemaskan saat ini. Terlampau gemas, dia akhirnya mencium brutal wajah Sasuke hingga submissive nya protes. Protesan yang hanya dibalas gelak tawa.

#.......#

Vote and comment please 💗

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang